Cover
Judul
Pengantar sosiologi masyarakat pesisir
Pengarang
Arif Satria
No. Panggil
301
Penerbit
Jakarta
Tahun
2015
Subjek
3929

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 301
100Entri Utama Nama orang 44314
245Judul Utama Pengantar sosiologi masyarakat pesisir
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit Yay Obor
260cTahun Terbit 2015
300Deskripsi Fisik xii, 150 hal.: 21 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Indonesia sebagai negara kepulauan yang lautnya mencapai 70 % dari total wilayah. Kondisi laut yang demikian luas dan sumber daya alam yang begitu besar pada kenyataannya belum mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Salah satu sebabnya adalah pelaku usaha perikanan masih mendominasi nelayan tradisional. Kondisi ini bukanlah suatu yang independen, melainkan merupakan akibat dari pilihan politik pembangunan masa lalu yang terlalu pro-darat dan mengabaikan kelautan. Akibatnya, masyarakat pesisir kurang berkembang dan terus dalam posisi marjinal.
Sosiologi masyarakat pesisi direkonstruksi dari berbasis sumber daya. Kajian-kajian sosiologi didalamnya bersumber dari berbagai aktivitas masyarakat yang terkait dengan sumber daya perikanan. Masyarakat pesisir di Indonesia memiliki keragaman yang sangat tinggi. Buku ini disusun guna memberikan pemahaman mendalam terkait kondisi masyarakat pesisir di Indonesia. Kekhasan tipologi ekosistem pesisir berimplikasi pada kekhasan kerakteristik masyarakat pesisir secara sosiologi. Keragaman yang sangat tinggi dengan tipologi dari setiap daerah pesisir yang berbeda menunjukkan bahwa masyarakat pesisir tidak selalu nelayan saja, melainkan terdapat pembudi daya ikan, pengolah ikan, pedagang, dan seterusnya.
Struktus sosial masyarakat pesisir terbentuk dari hubungan produksi (termasuk pasar) pada usaha perikanan, baik penangkapan maupun budi daya. Struktur sosial dalam masyarakat nelayan umumnya berciri ikatan patron-klien yang kuat. Hal ini merupakan institusi jaminan sosial ekonomi karena hingga saat ini nelayan belum menemuan alternatif institusi yang mampu menjamin kepentingan sosial ekonomi mereka.posisi tawar menawar nelayan atau masyarakat pesisir lemah disebabkan oleh sedikitnya produksi akibat rendahny produktivitas. Perlu adanya kebijakan-kebijakan afirmatif yang secara riil mendorong nelayan untuk melakukan mobilitas vertikal.
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi
650Subjek Topik 3929
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK-PTIK
852Lokasi lantai 2
902Harga
904Status Koleksi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
301 2602-15 01-16-005759 TERSEDIA

Abstrak

Indonesia sebagai negara kepulauan yang lautnya mencapai 70 % dari total wilayah. Kondisi laut yang demikian luas dan sumber daya alam yang begitu besar pada kenyataannya belum mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Salah satu sebabnya adalah pelaku usaha perikanan masih mendominasi nelayan tradisional. Kondisi ini bukanlah suatu yang independen, melainkan merupakan akibat dari pilihan politik pembangunan masa lalu yang terlalu pro-darat dan mengabaikan kelautan. Akibatnya, masyarakat pesisir kurang berkembang dan terus dalam posisi marjinal. Sosiologi masyarakat pesisi direkonstruksi dari berbasis sumber daya. Kajian-kajian sosiologi didalamnya bersumber dari berbagai aktivitas masyarakat yang terkait dengan sumber daya perikanan. Masyarakat pesisir di Indonesia memiliki keragaman yang sangat tinggi. Buku ini disusun guna memberikan pemahaman mendalam terkait kondisi masyarakat pesisir di Indonesia. Kekhasan tipologi ekosistem pesisir berimplikasi pada kekhasan kerakteristik masyarakat pesisir secara sosiologi. Keragaman yang sangat tinggi dengan tipologi dari setiap daerah pesisir yang berbeda menunjukkan bahwa masyarakat pesisir tidak selalu nelayan saja, melainkan terdapat pembudi daya ikan, pengolah ikan, pedagang, dan seterusnya. Struktus sosial masyarakat pesisir terbentuk dari hubungan produksi (termasuk pasar) pada usaha perikanan, baik penangkapan maupun budi daya. Struktur sosial dalam masyarakat nelayan umumnya berciri ikatan patron-klien yang kuat. Hal ini merupakan institusi jaminan sosial ekonomi karena hingga saat ini nelayan belum menemuan alternatif institusi yang mampu menjamin kepentingan sosial ekonomi mereka.posisi tawar menawar nelayan atau masyarakat pesisir lemah disebabkan oleh sedikitnya produksi akibat rendahny produktivitas. Perlu adanya kebijakan-kebijakan afirmatif yang secara riil mendorong nelayan untuk melakukan mobilitas vertikal.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
44314. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Jakarta : Yay Obor
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.