Cover
Judul
Api nasionalisme kaum muda : peluang dan tantangan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan muda Indonesia
Pengarang
Aziz Syamsuddin
No. Panggil
321.4
Penerbit
Jakarta
Tahun
2011
Subjek
33692

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 321.4
100Entri Utama Nama orang 13645
245Judul Utama Api nasionalisme kaum muda : peluang dan tantangan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan muda Indonesia
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit RM Books
260cTahun Terbit 2011
300Deskripsi Fisik xxiii, 85 hal.: 21 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Membaca buku Api Nasionalisme Kaum Muda ? Peluang dan Tantangan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan di Kalangan Muda Indonesia ? membawa kita pada kesadaran sejarah, bagaimana harus bersikap di era kontemporer, serta menyulam format masa depan yang lebih baik. Nasionalisme dalam pemikiran Aziz Syamsuddin bukan sebagai konsep yang harus dibenturkan dan dipertentangkan dengan ideologi lainnya. Nasionalisme dapat berjalan beriringan dengan konsep lain dan membawa Indonesia pada taraf yang lebih baik secara politik, ekonomi, dan hukum.
Buku Api Nasionalisme Kaum Muda ditulis oleh Dr. Aziz Syamsuddin. Penulisnya sendiri merupakan seorang politisi dari Partai Golkar yang memiliki komptensi praksis di bidang hukum dan politik serta juga memiliki kompetensi intelektual yang mumpuni. Pada buku Api Nasionalisme Kaum Muda ini, pembaca sesekali diajak bertamasya ke masa lalu. Tamasya ke masa lalu ini bukan merupakan sekedar romantisme masa lalu dan glorifikasi en sich, melainkan untuk melacak pemikiran para founding fathers serta mewujudkan dalam kerja-kerja kontemporer.
Pemikiran dari para founding fathers itu diantaranya ialah bagaimana Soekarno memadukan antara nasionalisme dan internasionalisme (halaman 28), sisi intelektual dari para founding fathers seperti terlihat dalam penguasaan bahasa (halaman 31), visi ekonomi dari Hatta (halaman 39), bagaimana para founding fathers sejak usia muda telah berkiprah aktif dalam organisasi (halaman 61), pandangan Hatta tentang bagaimana pendidikan membentuk sumber daya manusia (halaman 63). Bulir-bulir fakta sejarah yang diungkap oleh Aziz Syamsuddin tersebut menandaskan bagaimana pentingnya untuk menjaga semangat sejarah sekaligus mengambil intisari permaknaan yang mampu mengarungi bilangan waktu.
Dalam buku Api Nasionalisme Kaum Muda, Aziz Syamsuddin memberikan konsep mengenai hal yang dapat dilakukan oleh kaum muda di masa kontemporer. Titik perhatiannya diantaranya pada penggunaan sosial media sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan muda Indonesia. Menurut Aziz, ?Kemajuan dari teknologi informasi dengan demikian dapat mendorong terjadinya civil society. Sebaran informasi, pendapat, ide, kini begitu cepat dan massif dapat terjadi. Setiap dari kita memiliki kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat. Media sosial dengan demikian dapat menjadi mekanisme check and balance dari tata kelola negeri ini (halaman 51).
Adapun tentang format masa depan yang ingin digapai, Aziz Syamsuddin membedahnya di bab V yang diberi judul Pemuda dan Indonesia Masa Depan. Untuk mencapai masa depan yang gemilang, sesungguhnya Indonesia memiliki potensi kaum muda yang melimpah. Selain dari kuantitas, kualitas dari kaum muda Indonesia sesungguhnya juga memiliki kompetensi istimewa. Mengutip sepenggal sajak penyair Jerman, Friedrich Schiller (1723-96) yang berbunyi: ?und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein? ?yang maknanya: hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan; maka Aziz Syamsuddin sekaligus mengajak kaum muda untuk menjadi kaum pemenang.
Menutup resensi ini perlu kiranya sidang pembaca untuk merenungkan apa yang menjadi buah pemikiran dari Aziz Syamsuddin sebagai berikut:?Api nasionalisme kaum muda perlu untuk selalu dikobarkan. Bahwasanya perjuangan belum usai. Perjuangan menambil teritori pertarungan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Kaum muda saat ini sebagai ujung tombak perbaikan harus tetap berpegang teguh pada nasionalisme ke-Indonesiaan. Kemandirian dan kemerdekaan dalam berpikir merupakan kuncinya dari nasionalisme di tengah percaturan global. Kaum muda diananti peran sejarahnya di era reformasi ini. Sudikah Anda untuk bergabung dalam kafilah pemuda penggagas dan pelaku reformasi bagi negeri ini??
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi
650Subjek Topik 33692
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK-PTIK
852Lokasi lantai 2
902Harga
904Status Koleksi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
321.4 2409-15 01-14-004540 TERSEDIA

Abstrak

Membaca buku Api Nasionalisme Kaum Muda ? Peluang dan Tantangan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan di Kalangan Muda Indonesia ? membawa kita pada kesadaran sejarah, bagaimana harus bersikap di era kontemporer, serta menyulam format masa depan yang lebih baik. Nasionalisme dalam pemikiran Aziz Syamsuddin bukan sebagai konsep yang harus dibenturkan dan dipertentangkan dengan ideologi lainnya. Nasionalisme dapat berjalan beriringan dengan konsep lain dan membawa Indonesia pada taraf yang lebih baik secara politik, ekonomi, dan hukum. Buku Api Nasionalisme Kaum Muda ditulis oleh Dr. Aziz Syamsuddin. Penulisnya sendiri merupakan seorang politisi dari Partai Golkar yang memiliki komptensi praksis di bidang hukum dan politik serta juga memiliki kompetensi intelektual yang mumpuni. Pada buku Api Nasionalisme Kaum Muda ini, pembaca sesekali diajak bertamasya ke masa lalu. Tamasya ke masa lalu ini bukan merupakan sekedar romantisme masa lalu dan glorifikasi en sich, melainkan untuk melacak pemikiran para founding fathers serta mewujudkan dalam kerja-kerja kontemporer. Pemikiran dari para founding fathers itu diantaranya ialah bagaimana Soekarno memadukan antara nasionalisme dan internasionalisme (halaman 28), sisi intelektual dari para founding fathers seperti terlihat dalam penguasaan bahasa (halaman 31), visi ekonomi dari Hatta (halaman 39), bagaimana para founding fathers sejak usia muda telah berkiprah aktif dalam organisasi (halaman 61), pandangan Hatta tentang bagaimana pendidikan membentuk sumber daya manusia (halaman 63). Bulir-bulir fakta sejarah yang diungkap oleh Aziz Syamsuddin tersebut menandaskan bagaimana pentingnya untuk menjaga semangat sejarah sekaligus mengambil intisari permaknaan yang mampu mengarungi bilangan waktu. Dalam buku Api Nasionalisme Kaum Muda, Aziz Syamsuddin memberikan konsep mengenai hal yang dapat dilakukan oleh kaum muda di masa kontemporer. Titik perhatiannya diantaranya pada penggunaan sosial media sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan muda Indonesia. Menurut Aziz, ?Kemajuan dari teknologi informasi dengan demikian dapat mendorong terjadinya civil society. Sebaran informasi, pendapat, ide, kini begitu cepat dan massif dapat terjadi. Setiap dari kita memiliki kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat. Media sosial dengan demikian dapat menjadi mekanisme check and balance dari tata kelola negeri ini (halaman 51). Adapun tentang format masa depan yang ingin digapai, Aziz Syamsuddin membedahnya di bab V yang diberi judul Pemuda dan Indonesia Masa Depan. Untuk mencapai masa depan yang gemilang, sesungguhnya Indonesia memiliki potensi kaum muda yang melimpah. Selain dari kuantitas, kualitas dari kaum muda Indonesia sesungguhnya juga memiliki kompetensi istimewa. Mengutip sepenggal sajak penyair Jerman, Friedrich Schiller (1723-96) yang berbunyi: ?und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein? ?yang maknanya: hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan; maka Aziz Syamsuddin sekaligus mengajak kaum muda untuk menjadi kaum pemenang. Menutup resensi ini perlu kiranya sidang pembaca untuk merenungkan apa yang menjadi buah pemikiran dari Aziz Syamsuddin sebagai berikut:?Api nasionalisme kaum muda perlu untuk selalu dikobarkan. Bahwasanya perjuangan belum usai. Perjuangan menambil teritori pertarungan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Kaum muda saat ini sebagai ujung tombak perbaikan harus tetap berpegang teguh pada nasionalisme ke-Indonesiaan. Kemandirian dan kemerdekaan dalam berpikir merupakan kuncinya dari nasionalisme di tengah percaturan global. Kaum muda diananti peran sejarahnya di era reformasi ini. Sudikah Anda untuk bergabung dalam kafilah pemuda penggagas dan pelaku reformasi bagi negeri ini??
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
13645. (2011). Api nasionalisme kaum muda : peluang dan tantangan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan muda Indonesia. Jakarta : RM Books
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.