Cover
Judul
Antropologi hukum Indonesia
Pengarang
Hilman Hadikusuma
No. Panggil
340
Penerbit
Bandung
Tahun
2010
Subjek
14351

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 340
100Entri Utama Nama orang 13782
245Judul Utama Antropologi hukum Indonesia
250Edisi dan Cetakan
260aTempat Terbit Bandung
260bPenerbit Alumni
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik viii, 272 hal.: 21 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Awal dan Perkembangan Tema Kajian Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari umat manusia (anthropos). Secara etimologi, antropologi berasal dari kata anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Antropologi memandang manusia sebagai sesuatu yang kompleks dari segi fisik, emosi, sosial, dan kebudayaannya. Antropologi sering pula disebut sebagai ilmu tentang manusia dan kebudayaannya. Antropologi mulai dikenal banyak orang sebagai sebuah ilmu setelah diselenggarakannya simposium International Symposium on Anthropologi pada tahun 1951, yang dihadiri oleh lebih dari 60 tokoh antropologi dari negara-negara di kawasan Ero-Amerika dan Uni Soviet. Simposium ini menghasilkan buku antropologi berjudul ?Anthropology Today? yang di redaksi oleh A.R. Kroeber (1953), ?An Appraisal of Anthropology Today? yang di redaksi oleh S. Tax, dkk. (1954), ?Yearbook of Anthropology? yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1955), dan ?Current Anthropology? yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1956). Setelah simposium ini, di beberapa wilayah berkembang pemikiranpemikiran antropologi yang bersifat teoritis, sedangkan di wilayah yang lain antropologi berkembang dalam tataran fungsi praktisnya.
Dilihat dari perkembangannya, sejarah antropologi dapat dibagi ke dalam 5 fase yaitu fase pertama bercirikan adanya bahan-bahan deskripsi suku bangsa yang ditulis oleh para musafir, penjelajah dan pemerintah jajahan. Fase kedua, sampai fase keempat merupakan kelanjutannya di mana antropologi semakin berkembang baik mencangkup teori maupun metode kajiannya. Fase ke lima merupakan tahap terbaru yang menunjukkan perkembangan antropologi setelah tahun 1970-an.
Menurut Kontjaraningrat, antropologi di Indonesia hampir tidak terikat oleh tradisi antropologi manapun dan belum mempunyai tradisi yang kuat. Oleh karena itu seleksi dan kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi.
Ruang lingkup dan kajian antropologi memfokuskan kepada lima masalah di bawah ini, yaitu:
1. masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi;
2. masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya. 3.masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia;
4.masalah sejarah asal, perkembangan, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia;
5.masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia.
Berdasarkan penggolongan masalah tersebut, ilmu antropologi terbagi ke dalam 5 cabang ilmu yaitu:
1. Paleoantropologi
2. Antropologi Fisik Keduanya lebih dikenal sebagai Antropologi Fisik dalam arti ?luas?
3. Prasejarah
4. Etnolinguistik
5. Etnologi
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi
650Subjek Topik 14351
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK-PTIK
852Lokasi lantai 2
902Harga
904Status Koleksi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
340 0167-15 01-14-002812 TERSEDIA
340 0.187-15 01-14-002836 TERSEDIA
340 2595-15 TERSEDIA

Abstrak

Awal dan Perkembangan Tema Kajian Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari umat manusia (anthropos). Secara etimologi, antropologi berasal dari kata anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Antropologi memandang manusia sebagai sesuatu yang kompleks dari segi fisik, emosi, sosial, dan kebudayaannya. Antropologi sering pula disebut sebagai ilmu tentang manusia dan kebudayaannya. Antropologi mulai dikenal banyak orang sebagai sebuah ilmu setelah diselenggarakannya simposium International Symposium on Anthropologi pada tahun 1951, yang dihadiri oleh lebih dari 60 tokoh antropologi dari negara-negara di kawasan Ero-Amerika dan Uni Soviet. Simposium ini menghasilkan buku antropologi berjudul ?Anthropology Today? yang di redaksi oleh A.R. Kroeber (1953), ?An Appraisal of Anthropology Today? yang di redaksi oleh S. Tax, dkk. (1954), ?Yearbook of Anthropology? yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1955), dan ?Current Anthropology? yang di redaksi oleh W.L. Thomas Jr. (1956). Setelah simposium ini, di beberapa wilayah berkembang pemikiranpemikiran antropologi yang bersifat teoritis, sedangkan di wilayah yang lain antropologi berkembang dalam tataran fungsi praktisnya. Dilihat dari perkembangannya, sejarah antropologi dapat dibagi ke dalam 5 fase yaitu fase pertama bercirikan adanya bahan-bahan deskripsi suku bangsa yang ditulis oleh para musafir, penjelajah dan pemerintah jajahan. Fase kedua, sampai fase keempat merupakan kelanjutannya di mana antropologi semakin berkembang baik mencangkup teori maupun metode kajiannya. Fase ke lima merupakan tahap terbaru yang menunjukkan perkembangan antropologi setelah tahun 1970-an. Menurut Kontjaraningrat, antropologi di Indonesia hampir tidak terikat oleh tradisi antropologi manapun dan belum mempunyai tradisi yang kuat. Oleh karena itu seleksi dan kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi. Ruang lingkup dan kajian antropologi memfokuskan kepada lima masalah di bawah ini, yaitu: 1. masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi; 2. masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya. 3.masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia; 4.masalah sejarah asal, perkembangan, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia; 5.masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia. Berdasarkan penggolongan masalah tersebut, ilmu antropologi terbagi ke dalam 5 cabang ilmu yaitu: 1. Paleoantropologi 2. Antropologi Fisik Keduanya lebih dikenal sebagai Antropologi Fisik dalam arti ?luas? 3. Prasejarah 4. Etnolinguistik 5. Etnologi
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
13782. (2010). Antropologi hukum Indonesia. Bandung : Alumni
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.