Cover tidak tersedia
Judul
Tan Jin Sing: Dari kapiten cina sampai Bupati Yogyakarta
Pengarang
T.S. Werdoyo
No. Panggil
305.89
Penerbit
Jakarta
Tahun
1990
Subjek
3271

Metadata Lengkap

041Kode Bahasa Indonesia
082No. Panggil DDC 305.89
100Entri Utama Nama orang 39441
245Judul Utama Tan Jin Sing: Dari kapiten cina sampai Bupati Yogyakarta
250Edisi dan Cetakan Pertama
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit Pustaka Utama Grafiti
260cTahun Terbit 1990
300Deskripsi Fisik Xvii, 162 hal;21 cm
490Seri
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Kebanyakan keturunannya adalah Cina . Mendengar namanya pun, orang tentu menduga ia Cina. Padahal, ia putra Demang Kaliber, Wonosobo, yang sejak lahir terpaksa dipungut-anak oleh seorang Cina, Oei Tek Liong, dan kemudian diberi nama Tan Jin Sing.
Pada usia muda ia telah kapiten Cina di daerah Kedu, Dan kemudian, berkat kiprahnya membantu Sri Sultan Hamengku Bowono III mendapatkan kembali takhanya, pada 18 September 1813 Tan Jin Sing dilantik sebagai bupati Yogyakarta dengan gelar K.R.T. Secodiningrat.
Hal yang mencuat pada kehidupan Tan Jin Sing (1760-1813), adalah semangat pembaurannya : pergaulan luasnya dengan pelbagai etnis, cintanya terhadap kebudayaan Jawa yang sama besar terhadap kebudayaan Cina, perpindahannya ke agama Islam, dan juga dalam memilih istri-istrinya. T.S. Werdoyo, penulis biografi ini, lahir di Yogyakarta pada 1923. Mantan pengurus Bakom-PKB DKI (1978-1988), yang juga merupakan salah seorang keturunan Tan Jin Sing, kini selain mengetuai Yayasan Tua Sama Tua, sejak 1970 direktur Matram Trading Co. dan komisaris PT Satya Semesta .
528Abstrak Bahasa Lain
536Sumber Pengadaan
590Sumber Koleksi Perpustakaan STIK
650Subjek Topik 3271
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan STIK
852Lokasi Lantai 2
902Harga
904Status Koleksi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
305.89 Sp 01-10-02810 TERSEDIA

Abstrak

Kebanyakan keturunannya adalah Cina . Mendengar namanya pun, orang tentu menduga ia Cina. Padahal, ia putra Demang Kaliber, Wonosobo, yang sejak lahir terpaksa dipungut-anak oleh seorang Cina, Oei Tek Liong, dan kemudian diberi nama Tan Jin Sing. Pada usia muda ia telah kapiten Cina di daerah Kedu, Dan kemudian, berkat kiprahnya membantu Sri Sultan Hamengku Bowono III mendapatkan kembali takhanya, pada 18 September 1813 Tan Jin Sing dilantik sebagai bupati Yogyakarta dengan gelar K.R.T. Secodiningrat. Hal yang mencuat pada kehidupan Tan Jin Sing (1760-1813), adalah semangat pembaurannya : pergaulan luasnya dengan pelbagai etnis, cintanya terhadap kebudayaan Jawa yang sama besar terhadap kebudayaan Cina, perpindahannya ke agama Islam, dan juga dalam memilih istri-istrinya. T.S. Werdoyo, penulis biografi ini, lahir di Yogyakarta pada 1923. Mantan pengurus Bakom-PKB DKI (1978-1988), yang juga merupakan salah seorang keturunan Tan Jin Sing, kini selain mengetuai Yayasan Tua Sama Tua, sejak 1970 direktur Matram Trading Co. dan komisaris PT Satya Semesta .
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
39441. (1990). Tan Jin Sing: Dari kapiten cina sampai Bupati Yogyakarta. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.