Cover tidak tersedia
Judul
Penerapan teknik negosiasi untuk mencegah tindakan anarkis dalam pelaksanaan unjuk rasa oleh sat samapta poltabes Yogyakarta
Pengarang
Ujang Darmawan Hadi Saputra
No. Panggil
55-10-124
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
39102

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-124
100Entri Utama Nama orang 39103
245Judul Utama Penerapan teknik negosiasi untuk mencegah tindakan anarkis dalam pelaksanaan unjuk rasa oleh sat samapta poltabes Yogyakarta
100aNo. Mahasiswa 6956/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xii, 107 hal.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Di wilayah hukum Poltabes Yogyakarta, tidak luput dari peristiwa unjuk rasa yang terjadi setiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 221 kasus, namun menurun pada tahun 2009 menjadi 179 kasus. Unjuk rasa yang terjadi akibat ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah setempat dan pemerintah pusat. Peristiwa unjuk rasa pada umumnya melibatkan jumlah massa yang banyak dan ada kemungkinan berkembang menjadi anarkis, jika dibandingkan antara jumlah personel Samapta dengan massa yang datang, tidak seimbang. Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Sat Samapta adalah melakukan negosiasi dengan Koorlap pelaku unjuk rasa dengan harapan negosiasi tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan semua pihak.
Teori dan konsep yang digunakan adalah Unjuk rasa, strategi dalam
penanganan unjuk rasa teknik negosiator dalam penanganan unjuk rasa,
komunikasi, koordinasi, bentuk-bentuk gangguan kamtibmas, konsep
pencegahan.
Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Poltabes Yogyakarta, pada tanggal 20 Mei sampai 5 Juni 2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi lapangan, dan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, dan telaah dokumen. Dalam melakukan analisa data penulis menggunakan tahap reduksi data, sajian data dan tarik kesimpulan.
Temuan penelitian adalah: (1) Aksi-aksi unjuk rasa di Yogyakarta sering
terjadi, rata-rata perbulan mencapai hampir lebih dari 15 kasus. Melihat
tingginya angka kasus unjuk rasa di Yogyakarta, menunjukkan masyarakat
semakin kritis terhadap kebijakan pemerintah. Setiap unjuk rasa yang terjadi
relatif aman dan pada umumnya berupa aksi damai. (2) Dalam penerapan
negosiasi, Sat Samapta bersikap melakukan suatu yang berupa persuasif dan
preventif yang dimulai dengan izin unjuk rasa yang diberikan Poltabes Yogyakarta dan menghimbau agar selalu mengikuti ketentuan hukum. Pengendalian massa tersebut dapat diwujudkan dengan adanya sikap kooperatif dari pengunjuk rasa. (3) Dalam penerapannya dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni: (a)'para pihak bersedia bernegosiasi secara sukarela berdasarkan kesadaran yang penuh (willingness), (b) para pihak memiliki kesiapan untuk melakukan negosiasi (preparednees), para pihak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan (authoritative), para pihak memiliki kekuatan yang relatif seimbang (relative equal bargaining power), para pihak memiliki kemauan menyelesaikan masalah (sense problem solving). Saran, Poltabes Yogyakarta sebaiknya memberikan pelatihan-pelatihan secara rutin terhadap personel Sat Samapta dalam melakukan negosiasi dan diharapkan kemampuan/skill dalam bernegosiasi bertambah.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 39102
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-124 55-10-124 55-10-124 TERSEDIA

Abstrak

Di wilayah hukum Poltabes Yogyakarta, tidak luput dari peristiwa unjuk rasa yang terjadi setiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 221 kasus, namun menurun pada tahun 2009 menjadi 179 kasus. Unjuk rasa yang terjadi akibat ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah setempat dan pemerintah pusat. Peristiwa unjuk rasa pada umumnya melibatkan jumlah massa yang banyak dan ada kemungkinan berkembang menjadi anarkis, jika dibandingkan antara jumlah personel Samapta dengan massa yang datang, tidak seimbang. Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Sat Samapta adalah melakukan negosiasi dengan Koorlap pelaku unjuk rasa dengan harapan negosiasi tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan semua pihak. Teori dan konsep yang digunakan adalah Unjuk rasa, strategi dalam penanganan unjuk rasa teknik negosiator dalam penanganan unjuk rasa, komunikasi, koordinasi, bentuk-bentuk gangguan kamtibmas, konsep pencegahan. Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Poltabes Yogyakarta, pada tanggal 20 Mei sampai 5 Juni 2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi lapangan, dan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, dan telaah dokumen. Dalam melakukan analisa data penulis menggunakan tahap reduksi data, sajian data dan tarik kesimpulan. Temuan penelitian adalah: (1) Aksi-aksi unjuk rasa di Yogyakarta sering terjadi, rata-rata perbulan mencapai hampir lebih dari 15 kasus. Melihat tingginya angka kasus unjuk rasa di Yogyakarta, menunjukkan masyarakat semakin kritis terhadap kebijakan pemerintah. Setiap unjuk rasa yang terjadi relatif aman dan pada umumnya berupa aksi damai. (2) Dalam penerapan negosiasi, Sat Samapta bersikap melakukan suatu yang berupa persuasif dan preventif yang dimulai dengan izin unjuk rasa yang diberikan Poltabes Yogyakarta dan menghimbau agar selalu mengikuti ketentuan hukum. Pengendalian massa tersebut dapat diwujudkan dengan adanya sikap kooperatif dari pengunjuk rasa. (3) Dalam penerapannya dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni: (a)'para pihak bersedia bernegosiasi secara sukarela berdasarkan kesadaran yang penuh (willingness), (b) para pihak memiliki kesiapan untuk melakukan negosiasi (preparednees), para pihak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan (authoritative), para pihak memiliki kekuatan yang relatif seimbang (relative equal bargaining power), para pihak memiliki kemauan menyelesaikan masalah (sense problem solving). Saran, Poltabes Yogyakarta sebaiknya memberikan pelatihan-pelatihan secara rutin terhadap personel Sat Samapta dalam melakukan negosiasi dan diharapkan kemampuan/skill dalam bernegosiasi bertambah.

File Digital

55-10-124.pdf
42713-55-10-124.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
39103. (2010). Penerapan teknik negosiasi untuk mencegah tindakan anarkis dalam pelaksanaan unjuk rasa oleh sat samapta poltabes Yogyakarta. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.