Cover tidak tersedia
Judul
Peranan babinkamtibmas dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu
Pengarang
Febri Isman Jaya
No. Panggil
55-10-105
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
8917

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-105
100Entri Utama Nama orang 39073
245Judul Utama Peranan babinkamtibmas dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu
100aNo. Mahasiswa 6954/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xvi, 128 hal.: ilus, 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Sebagai ujung tombak dalam menciptakan Kamtibmas, Polri harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sebab, Kepolisian merupakan cerminan dari tuntutan dan harapan masyarakat akan rasa aman, kertertiban dan ketentraman, yang mendukung prokdutivitas yang mensejahterakan warga masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, Babinkamtibmas Polsek Katobu diharapkan mampu menjalankan tugas dan perannya sebagai anggota Polri yang professional khususnya dalam rangka mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu. Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana kondisi masyarakat dalam kaitannya dengan maraknya peredaran minuman keras di Wilayah Hukum Polsek Katobu, Bagaimana langkah-langkah Babinkamtibmas Dalam Mencegah Maraknya Peredaran Minuman Keras Di Wilayah Hukum Polsek Katobu, Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kegiatan Babinkamtibmas Dalam Mencegah Maraknya Peredaran Minuman Keras Di Wilayah Hukum Polsek Katobu.
Adapun pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan Kualitatif dengan metode Field Researsh. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa teen dan konsep guna menganalisis permasalah diatas. Teri dan konsep tersebut adalah teori Sub-Culture dan teori Peran (role theory), sedangkan konsep yang digunakan penulis adalah konsep Polmas konsep Babinkamtibmas dan konsep tentang HAM. Adapun basil analisis penelitian ini menyatakan bahwa Perpolisian Masyarakat atau Polmas merupakan salah satu model yang paling inovatif untuk mendukung peran Babinkamtibmad dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Babinkamtibmas adalah dengan melakukan kegiatan Binkamsa, Bintibmas, Binredawan, Binkorpotsus dan Kegiatan Community Policing. Faktor yang mempengaruhi adalah faktor internal yang meliputi jumlah personil dan sarana prasarana sedangkan faktor ekstemal terdiri dari dukungan pemerintah setempat, dukungan media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Tanggapan masyarakat terhadap kinerja Babinkamtibmas Polsek Katobu dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras adalah rnerasa puas walaupun tidak seluruhnya peran tersebut dilakukan oleh Babinkamtibmas tetapi melibatkan pihak pemerintah.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8917
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-105 55-10-105 55-10-105 TERSEDIA

Abstrak

Sebagai ujung tombak dalam menciptakan Kamtibmas, Polri harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sebab, Kepolisian merupakan cerminan dari tuntutan dan harapan masyarakat akan rasa aman, kertertiban dan ketentraman, yang mendukung prokdutivitas yang mensejahterakan warga masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, Babinkamtibmas Polsek Katobu diharapkan mampu menjalankan tugas dan perannya sebagai anggota Polri yang professional khususnya dalam rangka mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu. Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana kondisi masyarakat dalam kaitannya dengan maraknya peredaran minuman keras di Wilayah Hukum Polsek Katobu, Bagaimana langkah-langkah Babinkamtibmas Dalam Mencegah Maraknya Peredaran Minuman Keras Di Wilayah Hukum Polsek Katobu, Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kegiatan Babinkamtibmas Dalam Mencegah Maraknya Peredaran Minuman Keras Di Wilayah Hukum Polsek Katobu. Adapun pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan Kualitatif dengan metode Field Researsh. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa teen dan konsep guna menganalisis permasalah diatas. Teri dan konsep tersebut adalah teori Sub-Culture dan teori Peran (role theory), sedangkan konsep yang digunakan penulis adalah konsep Polmas konsep Babinkamtibmas dan konsep tentang HAM. Adapun basil analisis penelitian ini menyatakan bahwa Perpolisian Masyarakat atau Polmas merupakan salah satu model yang paling inovatif untuk mendukung peran Babinkamtibmad dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Babinkamtibmas adalah dengan melakukan kegiatan Binkamsa, Bintibmas, Binredawan, Binkorpotsus dan Kegiatan Community Policing. Faktor yang mempengaruhi adalah faktor internal yang meliputi jumlah personil dan sarana prasarana sedangkan faktor ekstemal terdiri dari dukungan pemerintah setempat, dukungan media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Tanggapan masyarakat terhadap kinerja Babinkamtibmas Polsek Katobu dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras adalah rnerasa puas walaupun tidak seluruhnya peran tersebut dilakukan oleh Babinkamtibmas tetapi melibatkan pihak pemerintah.

File Digital

55-10-105.pdf
42694-55-10-105.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
39073. (2010). Peranan babinkamtibmas dalam mencegah maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Katobu. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.