Cover tidak tersedia
Judul
Optimalisasi penyidikan perkara kecelakaan lalu lintas melalui penerbitan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada satuan lalu lintas polres palangkaraya dalam rangka mewujudkan transparansi penyidikan
Pengarang
Damianus Dedy Susanto
No. Panggil
55-10-095
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
3951

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-095
100Entri Utama Nama orang 39057
245Judul Utama Optimalisasi penyidikan perkara kecelakaan lalu lintas melalui penerbitan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada satuan lalu lintas polres palangkaraya dalam rangka mewujudkan transparansi penyidikan
100aNo. Mahasiswa 6925/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xii, 151 hal.: ilus, 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk lebih mendeskripsikan persoalan-persoalan mengenai pertama, pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas oleh penyidik Unit Laka Lantas. Kedua, Iangkah-langkah yang ditempuh oleh pimpinan dalam mengoptimalkan penyidikan kecelakaan lalu lintas melalui SP2HP. Ketiga, menginventarisasi faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas oleh penyidik Unit Laka Lantas.
Konsep dan Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah Teori Optimalisasi, Teori Penegakkan Hukum, Teori Motivasi, Teori Kepemimpinan Visioner, Teori Harapan, Konsep Penyidikan Tindak Pidana, Konsep Komitmen Organisasi dan Konsep Good Governance.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode field research, yaitu menggabungkan hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
Temuan dalam penelitian pertama, pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas sudah menerapkan KUHAP, UU Kepolisian, dan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan raya. Kedua, Iangkah-iangkah pimpinan dalam rangka optimalisasi penyidikan dengan pemberian reward and punishment, memberikan petunjuk dan pengarahan, gelar perkara, memberi kesempatan anggota untuk Dikjur. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penyidikan laka iantas adalah faktor perundang-undangan; kemampuan dan kesadaran personil; organisasi; sarana dan fasilitas; dan faktor Masyarakat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada hakekatnya penyidikan perkara laka lantas oleh penyidik Unit Laka belum berjalan dengan optimal, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keterbatasan dan kemampuan personil, faktor keterbatasan sarana prasarana, dan faktor-faktor Iainnya. Namun berbagai keterbatasan faktor tersebut tidak rnenjadikan suatu kendala bagi penyidik Unit Laka karena dengan adanya suatu harapan dan komitmen organisasi, maka berbagai keterbatasan tersebut dapat diatasi dan bahkan pemberian SP2HP mampu mewujudkan transparansi penyidikan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3951
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-095 55-10-095 55-10-095 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk lebih mendeskripsikan persoalan-persoalan mengenai pertama, pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas oleh penyidik Unit Laka Lantas. Kedua, Iangkah-langkah yang ditempuh oleh pimpinan dalam mengoptimalkan penyidikan kecelakaan lalu lintas melalui SP2HP. Ketiga, menginventarisasi faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas oleh penyidik Unit Laka Lantas. Konsep dan Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah Teori Optimalisasi, Teori Penegakkan Hukum, Teori Motivasi, Teori Kepemimpinan Visioner, Teori Harapan, Konsep Penyidikan Tindak Pidana, Konsep Komitmen Organisasi dan Konsep Good Governance. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode field research, yaitu menggabungkan hasil pengamatan dengan hasil wawancara. Temuan dalam penelitian pertama, pelaksanaan penyidikan kecelakaan lalu lintas sudah menerapkan KUHAP, UU Kepolisian, dan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan raya. Kedua, Iangkah-iangkah pimpinan dalam rangka optimalisasi penyidikan dengan pemberian reward and punishment, memberikan petunjuk dan pengarahan, gelar perkara, memberi kesempatan anggota untuk Dikjur. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penyidikan laka iantas adalah faktor perundang-undangan; kemampuan dan kesadaran personil; organisasi; sarana dan fasilitas; dan faktor Masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada hakekatnya penyidikan perkara laka lantas oleh penyidik Unit Laka belum berjalan dengan optimal, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keterbatasan dan kemampuan personil, faktor keterbatasan sarana prasarana, dan faktor-faktor Iainnya. Namun berbagai keterbatasan faktor tersebut tidak rnenjadikan suatu kendala bagi penyidik Unit Laka karena dengan adanya suatu harapan dan komitmen organisasi, maka berbagai keterbatasan tersebut dapat diatasi dan bahkan pemberian SP2HP mampu mewujudkan transparansi penyidikan.

File Digital

55-10-095.pdf
42684-55-10-095.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
39057. (2010). Optimalisasi penyidikan perkara kecelakaan lalu lintas melalui penerbitan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada satuan lalu lintas polres palangkaraya dalam rangka mewujudkan transparansi penyidikan. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.