Cover tidak tersedia
- Judul
- Implementasi fungsi-fungsi manahemen dalam pengamanan objek vital oleh direktorat samapta Polda Sumatera Barat
- Pengarang
- Umar Nasatekay
- No. Panggil
- 55-10-078
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2010
- Subjek
- 39026
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 55-10-078 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 39027 |
| 245Judul Utama | Implementasi fungsi-fungsi manahemen dalam pengamanan objek vital oleh direktorat samapta Polda Sumatera Barat |
| 100aNo. Mahasiswa | 6785/angkt 55 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2010 |
| 300Deskripsi Fisik | xiii, 90 hal.: 29 cm |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam tentang implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam pengamanan Obyek Vital oleh Dit Samapta Polda Sumbar. Untuk itu penelitian ini memfokuskan permasalahan pada fungsi planning, organizing, actuating dan controlling. Kepustakaan Konseptual yang digunakan sebagai pisau analisis adalah Konsep Fungsi-Fungsi Manajemen dengan merujuk pada Teori Manajemen George Terry, Konsep Manajemen Operasional Fungsi Samapta, Konsep Pengamanan Obyek Vital Nasional, Konsep Industrial Security dan Konsep Crime Prevention yang didalamnya terdapat Teori Pencegahan Kejahatan Situasional dari Felson dan Clarke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Sumber informasi didapat dari sumber primer dan sumber sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dengan key informan, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Merujuk pada temuan data dan pembahasan terlihat bahwa perencanaan yang dijabarkan secara rinci pada Standar Operasional Prosedur pengamanan obyek vital yang berlaku bagi seluruh Dit Samapta Polda Sumbar dan jajarannya memudahkan anggota dalam pelaksanaan di lapangan. Dari sisi pengorganisasian dapat dikatakan bahwa Dit Samapta Polda Sumatera Barat berhasil menyiasati keterbatasan sumber daya organisasi miliknya dengan mendistribusikan wewenang dan tanggung jawab pengamanan obyek vital kepada satuan kewilayahan di jajarannya sehingga dapat memanfaatkan sumber daya organisasi satuan kewilayahan tersebut serta obyek vital itu sendiri. Pelaksanaan pengamanan Obyek Vital dilakukan dengan cara menempatkan personel Dit Samapta Polda Sumbar secara menetap dan patroli rutin. Pelaksanaan pengamanan Obyek Vital yang dilakukan juga merupakan bentuk pencegahan--kejahatan dengan pendekatan esensial, situasional dan kemasyarakatan. Pengawasan yang dilakukan secara langsung dan berjenjang, balk secara rutin maupun insidentil mampu menunjang keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Rekomendasi pertama dari penelitian ini adalah meningkatkan target yang harus dicapai dari pengamanan obyek vital yang ada selama ini pada kegiatan perencanaan. Kedua, melakukan pengorganisasian melalui penugasan dengan mengkombinasikan antara anggota yang sudah berpengalaman dengan anggota yang belum pernah melakukan kegiatan pengamanan obyek vital. Ketiga, melaksanakan pengamanan berbasis Polmas guna lebih menggali informasi mengenai akar permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat atas keberadaan obyek vital di lingkungannya. Keempat, melakukan pengawasan pada tahap perencanaan dan pengorganisasian. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | 39026 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan PTIK |
| 852Lokasi | Lantai 3 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 55-10-078 | 55-10-078 | 55-10-078 | TERSEDIA |
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam tentang implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam pengamanan Obyek Vital oleh Dit Samapta Polda Sumbar. Untuk itu penelitian ini memfokuskan permasalahan pada fungsi planning, organizing, actuating dan controlling.
Kepustakaan Konseptual yang digunakan sebagai pisau analisis adalah Konsep Fungsi-Fungsi Manajemen dengan merujuk pada Teori Manajemen George Terry, Konsep Manajemen Operasional Fungsi Samapta, Konsep Pengamanan Obyek Vital Nasional, Konsep Industrial Security dan Konsep Crime Prevention yang didalamnya terdapat Teori Pencegahan Kejahatan Situasional dari Felson dan Clarke.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Sumber informasi didapat dari sumber primer dan sumber sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dengan key informan, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Merujuk pada temuan data dan pembahasan terlihat bahwa perencanaan yang dijabarkan secara rinci pada Standar Operasional Prosedur pengamanan obyek vital yang berlaku bagi seluruh Dit Samapta Polda Sumbar dan jajarannya memudahkan anggota dalam pelaksanaan di lapangan. Dari sisi pengorganisasian dapat dikatakan bahwa Dit Samapta Polda Sumatera Barat berhasil menyiasati keterbatasan sumber daya organisasi miliknya dengan mendistribusikan wewenang dan tanggung jawab pengamanan obyek vital kepada satuan kewilayahan di jajarannya sehingga dapat memanfaatkan sumber daya organisasi satuan kewilayahan tersebut serta obyek vital itu sendiri. Pelaksanaan pengamanan Obyek Vital dilakukan dengan cara menempatkan personel Dit Samapta Polda Sumbar secara menetap dan patroli rutin. Pelaksanaan pengamanan Obyek Vital yang dilakukan juga merupakan bentuk pencegahan--kejahatan dengan pendekatan esensial, situasional dan kemasyarakatan. Pengawasan yang dilakukan secara langsung dan berjenjang, balk secara rutin maupun insidentil mampu menunjang keberhasilan pencapaian tujuan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.
Rekomendasi pertama dari penelitian ini adalah meningkatkan target yang harus dicapai dari pengamanan obyek vital yang ada selama ini pada kegiatan perencanaan. Kedua, melakukan pengorganisasian melalui penugasan dengan mengkombinasikan antara anggota yang sudah berpengalaman dengan anggota yang belum pernah melakukan kegiatan pengamanan obyek vital. Ketiga, melaksanakan pengamanan berbasis Polmas guna lebih menggali informasi mengenai akar permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat atas keberadaan obyek vital di lingkungannya. Keempat, melakukan pengawasan pada tahap perencanaan dan pengorganisasian.
File Digital
55-10-078.pdf
42667-55-10-078.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
39027. (2010). Implementasi fungsi-fungsi manahemen dalam pengamanan objek vital oleh direktorat samapta Polda Sumatera Barat. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.