Cover tidak tersedia
- Judul
- Persepsi anggota satuan lalu lintas Polres metro Jakarta Selatan terhadap hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja satuan lalu lintas Polres Metro Jakarta Selatan
- Pengarang
- Budi Setiawan
- No. Panggil
- 55-10-040
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2010
- Subjek
- 38918
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 55-10-040 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 9888 |
| 245Judul Utama | Persepsi anggota satuan lalu lintas Polres metro Jakarta Selatan terhadap hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja satuan lalu lintas Polres Metro Jakarta Selatan |
| 100aNo. Mahasiswa | 6960/angkt 55 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2010 |
| 300Deskripsi Fisik | xvi, 113 hal.: 29 cm |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Berdasarkan tugas pokok Polri yang disebutkan dalam pasal 13 UU.No.2 tahun 2002 tentang Polri, dimana salah satunya adalah dalam melayani masyarakat. Tugas pokok tersebut dijabarkan dalam pasal 14 UU Poiri yang berisi tentang tugas Polri. Kinerja pelayanan organisasi seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mewujudkan suatu kepuasan masyarakat, dan peranan sumber daya manusia sangat mempengaruhi dalam membangun Kinerja J.rganisasi. Hal ini beralasan karena dalam prateknya, mutu kinerja dapat dilihat dari Kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya.:Untuk mencapai kinerja organisasi yang di inginkan adalah dengan memiliki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Polri sebagai salah satu instansi perangkat hukum, diharapkan dapat membawa perubahan yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Poiri diharapkan mampu melakukan pembenahan (reformasi) terutama dibidang kinerja pelayanan publik yang salah satunya menjadi tugas Satuan Fungsi Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam memberikan batasan mengenai pengertian kualitas sumberdaya manusia adalah perlunya adanya ukuran - ukuran atau standar seseorang di katakan mempunyai kualitas sumber daya manusia yang merupakan Variabel babas (X) adalah dengan memiliki pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan di mane 4 (empat) ukuran ini menjadi Subvariabel dari variabel babas (X) penelitian ini. Sedangkan untuk variabel terikatnya (Y) Keputusan MENPAN Nomor 63 Tabun 2003 tentang penyelenggaraan pelayanan dalam peningkatan kinerja suatu erganisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang anggota Sat Lantas Polrestro Jakarta Selatan. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | 38918 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan PTIK |
| 852Lokasi | Lantai 3 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 55-10-040 | 55-10-040 | 55-10-040 | TERSEDIA |
Abstrak
Berdasarkan tugas pokok Polri yang disebutkan dalam pasal 13 UU.No.2 tahun 2002 tentang Polri, dimana salah satunya adalah dalam melayani masyarakat. Tugas pokok tersebut dijabarkan dalam pasal 14 UU Poiri yang berisi tentang tugas Polri. Kinerja pelayanan organisasi seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mewujudkan suatu kepuasan masyarakat, dan peranan sumber daya manusia sangat mempengaruhi dalam membangun Kinerja J.rganisasi. Hal ini beralasan karena dalam prateknya, mutu kinerja dapat dilihat dari Kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya.:Untuk mencapai kinerja organisasi yang di inginkan adalah dengan memiliki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Polri sebagai salah satu instansi perangkat hukum, diharapkan dapat membawa perubahan yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Poiri diharapkan mampu melakukan pembenahan (reformasi) terutama dibidang kinerja pelayanan publik yang salah satunya menjadi tugas Satuan Fungsi Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam memberikan batasan mengenai pengertian kualitas sumberdaya manusia adalah perlunya adanya ukuran - ukuran atau standar seseorang di katakan mempunyai kualitas sumber daya manusia yang merupakan Variabel babas (X) adalah dengan memiliki pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan di mane 4 (empat) ukuran ini menjadi Subvariabel dari variabel babas (X) penelitian ini. Sedangkan untuk variabel terikatnya (Y) Keputusan MENPAN Nomor 63 Tabun 2003 tentang penyelenggaraan pelayanan dalam peningkatan kinerja suatu erganisasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang anggota Sat Lantas Polrestro Jakarta Selatan.
File Digital
55-10-040.pdf
42599-55-10-040.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
9888. (2010). Persepsi anggota satuan lalu lintas Polres metro Jakarta Selatan terhadap hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja satuan lalu lintas Polres Metro Jakarta Selatan. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.