Cover tidak tersedia
Judul
Analisis faktor yang menyebabkan terjadinya konflik penambangan emas tanpa izin (peti) dan strategi penanganannya oleh Polda Sulawesi Tengah
Pengarang
Awaludin Amin
No. Panggil
55-10-037
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
38912

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-037
100Entri Utama Nama orang 38913
245Judul Utama Analisis faktor yang menyebabkan terjadinya konflik penambangan emas tanpa izin (peti) dan strategi penanganannya oleh Polda Sulawesi Tengah
100aNo. Mahasiswa 6993/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xv, 119 hal.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Keberadaan tambang emas di Poboya tidak hanya memunculkan masalah- rnasalah sosial, tetapi potensi konflikpun menjadi sarngat tinggi. Untuk itu, Polda. Sulawesi. Tengah menyiapkan strategi dalaran. penanganan konflik tersebut. Selain memberikan gambaran mengenai proses penambangan emas tanpa izin di Poboya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya konflik antar penambang emas dan faktor yang menyebabkan konflik serta strategi. kepolisian dalam menangani konflik antar penambang tersebut.
konflik dalam penelitian ini dibangun berdasarkan teori konflik dari Lewis
A. Omer yang menyatakan bahwa konflik sosial merupakan perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan yang berkenaan dengan status, kekuasaan dan sumber daya yang terbatas, dimana pihak yang berselisih bukan hanya ingin memperoleh barang yang diinginkan melainkan memojokkan bahkan mengharicurkan lawan (Bambang Widodo Umar, 2003:8). Sedangkan strategi penanganan konflik dalam penelitian. ini dibangun berdasarkan teori strategi manajemen konflik berbasis pranata sosial dari Ruddy Agusyanto dan Afandi. Mereka mengatakan bahwa manajemen potensi konflik memeriukan pranata sosial (Ruddy Agusyanto dan Afandi, 2009:63).
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tiga (3) tahap yaitu : reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Perbedaan akses terhadap sumber ekonomi (tambang emas) menjadi sumber konflik di Poboya. Bentuknya adalah konflik horizontal dan konflik vertilkal serta bersifat laten atau tersembunyi. Maka dari itu perlu diangkat ke permukaan sehingga dapat ditangani secara efektif (Simon Fisher dkk, 2001:6). Dalam penanganan konflik di Poboya, Polda Sulawesi Tengah melibatkan Pemerintah Daerah dalam hal regulasi tentang pertambangan rakyat. Serta mernberikan kewenangan terbatas kepada Dewan Adat Poboya untuk melakukan penegakan hukum kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran ringan dengan cara mengaktifkan hukum adat.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 38912
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-037 55-10-037 55-10-037 TERSEDIA

Abstrak

Keberadaan tambang emas di Poboya tidak hanya memunculkan masalah- rnasalah sosial, tetapi potensi konflikpun menjadi sarngat tinggi. Untuk itu, Polda. Sulawesi. Tengah menyiapkan strategi dalaran. penanganan konflik tersebut. Selain memberikan gambaran mengenai proses penambangan emas tanpa izin di Poboya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya konflik antar penambang emas dan faktor yang menyebabkan konflik serta strategi. kepolisian dalam menangani konflik antar penambang tersebut. konflik dalam penelitian ini dibangun berdasarkan teori konflik dari Lewis A. Omer yang menyatakan bahwa konflik sosial merupakan perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan yang berkenaan dengan status, kekuasaan dan sumber daya yang terbatas, dimana pihak yang berselisih bukan hanya ingin memperoleh barang yang diinginkan melainkan memojokkan bahkan mengharicurkan lawan (Bambang Widodo Umar, 2003:8). Sedangkan strategi penanganan konflik dalam penelitian. ini dibangun berdasarkan teori strategi manajemen konflik berbasis pranata sosial dari Ruddy Agusyanto dan Afandi. Mereka mengatakan bahwa manajemen potensi konflik memeriukan pranata sosial (Ruddy Agusyanto dan Afandi, 2009:63). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tiga (3) tahap yaitu : reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Perbedaan akses terhadap sumber ekonomi (tambang emas) menjadi sumber konflik di Poboya. Bentuknya adalah konflik horizontal dan konflik vertilkal serta bersifat laten atau tersembunyi. Maka dari itu perlu diangkat ke permukaan sehingga dapat ditangani secara efektif (Simon Fisher dkk, 2001:6). Dalam penanganan konflik di Poboya, Polda Sulawesi Tengah melibatkan Pemerintah Daerah dalam hal regulasi tentang pertambangan rakyat. Serta mernberikan kewenangan terbatas kepada Dewan Adat Poboya untuk melakukan penegakan hukum kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran ringan dengan cara mengaktifkan hukum adat.

File Digital

55-10-037.pdf
42596-55-10-037.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
38913. (2010). Analisis faktor yang menyebabkan terjadinya konflik penambangan emas tanpa izin (peti) dan strategi penanganannya oleh Polda Sulawesi Tengah. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.