Cover tidak tersedia
Judul
Manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh satuan reserse kriminal polres Bandung
Pengarang
Suhardi Hery Haryanto
No. Panggil
55-10-022
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
38888

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-022
100Entri Utama Nama orang 38889
245Judul Utama Manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh satuan reserse kriminal polres Bandung
100aNo. Mahasiswa 6855/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xiii, 121 hal.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Tindak pidana perdagangan orang merupakan salah satu bentuk kejahatan baru sebagai bentuk lain dari perbudakan masa kini . Dalam perkembangannya, terriyata tindak pidana perdagangan orang ini semakin marak clan berkembang dengan pesat di seluruh dunia. Kajian yang dilakukan oleh ILO dan IPEC di Jawa Barat pada tahun 2004 menunjukkan bahwa anak-anak yang dilacurkan berasal dari daerah Indramayu, Subang, Cirebon, Banten, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Bandung. Bertolak dari adanya kasus trafficking di wilayah hukum Pokes Bandung dan perlunya upaya Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung maka penelitian ini dilakukan.
Adapun permasalahan dalam penulisan ini adalah : Bagaimana fakta dan kondisi perdagangan orang di wilayah hukum Pokes Bandung, Bagaimana manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa konsep guna menganalisis permasalahan di atas, Konsep tersebut adalah : Konsep Manajemen Operasional Polri, Konsep Penegakan Hukum Soerjono Soekanto, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Konsep Penyidikan menurut KUHAP, Teori Kegiatan Rutin (Routine Activities Theory), Konsep Partisipasi Masyarakat. Dalam penulisan ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Lapangan.Adapun hasil analisis dari permasalahan yang pertama menyatakan bahwa berantas perdagangan perempuan di wilayah Polres Bandung merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh Satuan Reskrim Polres Bandung untuk menindaklanjutinya melalui proses penegakan hukum. pada tahun 2006 sebanyak 2 kasus, pada tahun 2007 sebanyak 5 kasus, pada tahun 2008 sebanyak 8 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 10. Sedangkan kasus yang diselesaikan (Crime Clearence) pada tahun 2006 sebanyak 2 kasus, pada tahun 2007 sebanyak 5 kasus, pada tahun 2008
sebanyak 6 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 8 kasus.
Penerapan Konsep Manajemen Operasional Pain dalam proses Penyidikan telah dilakukan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung dalam penyidikan tindak pidana perdagangan orang. Sebagaimana langkah-langkah penyidikan telah dilakukan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan guna efektifitas dan efisiensi proses penyidikan terhadap penyidikan tindak pidana perdagangan orang.
Faktor yang mempengaruhi manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung, yaitu Faktor Sumber Daya Manusia dan Faktor Anggaran Penyidikan merupakan faktor penghambat manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang sedangkan Faktor Partisipasi Masyarakat dan Faktor Dukungan Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan faktor yang mendukung manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 38888
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-022 55-10-022 55-10-022 TERSEDIA

Abstrak

Tindak pidana perdagangan orang merupakan salah satu bentuk kejahatan baru sebagai bentuk lain dari perbudakan masa kini . Dalam perkembangannya, terriyata tindak pidana perdagangan orang ini semakin marak clan berkembang dengan pesat di seluruh dunia. Kajian yang dilakukan oleh ILO dan IPEC di Jawa Barat pada tahun 2004 menunjukkan bahwa anak-anak yang dilacurkan berasal dari daerah Indramayu, Subang, Cirebon, Banten, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Bandung. Bertolak dari adanya kasus trafficking di wilayah hukum Pokes Bandung dan perlunya upaya Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung maka penelitian ini dilakukan. Adapun permasalahan dalam penulisan ini adalah : Bagaimana fakta dan kondisi perdagangan orang di wilayah hukum Pokes Bandung, Bagaimana manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung. Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa konsep guna menganalisis permasalahan di atas, Konsep tersebut adalah : Konsep Manajemen Operasional Polri, Konsep Penegakan Hukum Soerjono Soekanto, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Konsep Penyidikan menurut KUHAP, Teori Kegiatan Rutin (Routine Activities Theory), Konsep Partisipasi Masyarakat. Dalam penulisan ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Lapangan.Adapun hasil analisis dari permasalahan yang pertama menyatakan bahwa berantas perdagangan perempuan di wilayah Polres Bandung merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh Satuan Reskrim Polres Bandung untuk menindaklanjutinya melalui proses penegakan hukum. pada tahun 2006 sebanyak 2 kasus, pada tahun 2007 sebanyak 5 kasus, pada tahun 2008 sebanyak 8 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 10. Sedangkan kasus yang diselesaikan (Crime Clearence) pada tahun 2006 sebanyak 2 kasus, pada tahun 2007 sebanyak 5 kasus, pada tahun 2008 sebanyak 6 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 8 kasus. Penerapan Konsep Manajemen Operasional Pain dalam proses Penyidikan telah dilakukan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Pokes Bandung dalam penyidikan tindak pidana perdagangan orang. Sebagaimana langkah-langkah penyidikan telah dilakukan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan guna efektifitas dan efisiensi proses penyidikan terhadap penyidikan tindak pidana perdagangan orang. Faktor yang mempengaruhi manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung, yaitu Faktor Sumber Daya Manusia dan Faktor Anggaran Penyidikan merupakan faktor penghambat manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang sedangkan Faktor Partisipasi Masyarakat dan Faktor Dukungan Lembaga Swadaya Masyarakat merupakan faktor yang mendukung manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang.

File Digital

55-10-022.pdf
42581-55-10-022.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
38889. (2010). Manajemen penyidikan dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang oleh satuan reserse kriminal polres Bandung. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.