Cover tidak tersedia
- Judul
- Peranan penyidik dan lembaga adat dalam penyelesaian tindak pidana terkait adat di wilayah hukum Polres Gianyar
- Pengarang
- I Nyoman Sudama
- No. Panggil
- 55-10-019
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2010
- Subjek
- 26815
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 55-10-019 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 38885 |
| 245Judul Utama | Peranan penyidik dan lembaga adat dalam penyelesaian tindak pidana terkait adat di wilayah hukum Polres Gianyar |
| 100aNo. Mahasiswa | 6983/angkt 55 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2010 |
| 300Deskripsi Fisik | xii, 121 hal.: ilus, 29 cm |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2010 sampai dengan 06 Juni 2010, dilatarbelakangi oleh adanya masalah-masalah adat yang kemudian berkembang menjadi tindak pidana di wilayah hukum Polres Gianyar. Kasus ini menarik untuk diteliti karena penyelesaiannya melibatkan penyidik dan lembaga adat. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran umum tindak pidana yang terkait dengan adat di wiiayah hukum Polres Gianyar, langkahlangkah yang dilakukan oleh penyidik dan lembaga adat dalam menyelesaikan tindak pidana terkait adat serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian tersebut. Sebagai pisau analisis untuk membahas hasil penelitian ini digunakan beberapa konsep dan teori antara lain teori peran, konsep penyidik, konsep adat dan lembaga adat, konsep penyidikan tindak pidana, konsep penyelesaian tindak pidana, teori faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Konsep-konsep tersebut selanjutnya dirangkai dalam satu kerangka berpikir dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui studi dokumen dan wawancara, sedangkan penyusunan laporan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Sumber informasi yaitu Kapoires Gianyar, Kasat Reskrim, Anggota Reskrim, Ketua Majelis Adat dan pihak-pihak terkait. Berdasarkan hasii penelitian disimpulkan bahwa penyidik dan lembaga adat mempunyai peranan masing-masing sesuai tugasnya dalam menyelesaikan tindak pidana yang terjadi khususnya yang terkait adat. Penyidik dan lembaga adat melakukan koordinasi dalam rangka pertukaran informasi dan menemukan pemecahan masalah yang terbaik. Proses penyelesaian perkara pidana yang terkait adat tidak hanya dilakukan secara hukum formal oleh penyidik, namun ada juga yang diselesaikan diluar pengadilan dengan mengedepankan penyelesaian masalah adatnya terlebih dahulu baru kemudian tindak pidananya tidak dilanjutkan ke pengadilan. Tindak pidana yang terkait |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | 26815 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | Perpustakaan PTIK |
| 852Lokasi | Lantai 3 |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 55-10-019 | 55-10-019 | 55-10-019 | TERSEDIA |
Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2010 sampai dengan 06 Juni 2010, dilatarbelakangi oleh adanya masalah-masalah adat yang kemudian berkembang menjadi tindak pidana di wilayah hukum Polres Gianyar. Kasus ini menarik untuk diteliti karena penyelesaiannya melibatkan penyidik dan lembaga adat. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran umum tindak pidana yang terkait dengan adat di wiiayah hukum Polres Gianyar, langkahlangkah yang dilakukan oleh penyidik dan lembaga adat dalam menyelesaikan tindak pidana terkait adat serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian tersebut.
Sebagai pisau analisis untuk membahas hasil penelitian ini digunakan beberapa konsep dan teori antara lain teori peran, konsep penyidik, konsep adat dan lembaga adat, konsep penyidikan tindak pidana, konsep penyelesaian tindak pidana, teori faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Konsep-konsep tersebut selanjutnya dirangkai dalam satu kerangka berpikir dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui studi dokumen dan wawancara, sedangkan penyusunan laporan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Sumber informasi yaitu Kapoires Gianyar, Kasat Reskrim, Anggota Reskrim, Ketua Majelis Adat dan pihak-pihak terkait.
Berdasarkan hasii penelitian disimpulkan bahwa penyidik dan lembaga adat mempunyai peranan masing-masing sesuai tugasnya dalam menyelesaikan tindak pidana yang terjadi khususnya yang terkait adat. Penyidik dan lembaga adat melakukan koordinasi dalam rangka pertukaran informasi dan menemukan pemecahan masalah yang terbaik. Proses penyelesaian perkara pidana yang terkait adat tidak hanya dilakukan secara hukum formal oleh penyidik, namun ada juga yang diselesaikan diluar pengadilan dengan mengedepankan penyelesaian masalah adatnya terlebih dahulu baru kemudian tindak pidananya tidak dilanjutkan ke pengadilan. Tindak pidana yang terkait
File Digital
55-10-019.pdf
42578-55-10-019.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
38885. (2010). Peranan penyidik dan lembaga adat dalam penyelesaian tindak pidana terkait adat di wilayah hukum Polres Gianyar. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.