Cover tidak tersedia
Judul
Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada satuan reserse kriminal polres Nabire
Pengarang
I Nyoman Putra Sandita
No. Panggil
55-10-018
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
3255

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-018
100Entri Utama Nama orang 38884
245Judul Utama Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada satuan reserse kriminal polres Nabire
100aNo. Mahasiswa 6915/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xi, 148 hal.: ilus, 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Tujuan penelitian tentang penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire antara lain : untuk mengetahui dan memahami gambaran umum tindak pidana anak di Poires Nabire, untuk mengetahui dan memahami proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Sat Reskrim Pokes Nabire dan mengetahui dan menggambarkan faktorfaktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak.
Penelitian ini menggunakan konsep penyidikan anak, konsep penegak hukum, konsep diversi dan restorasi justice, teori manajemen, teori labeling dan teori penyaiahgunaan kekuasaan (Abuse of Power Theory). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan pada lokasi penelitian dan wawancara untuk mendapatkan data primer. Data sekunder diperoleh dengan telaah dokumen dari Sat Reskrim Polres Nabire. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini meliputi sajian data, reduksi data dan kesimpulanlvenfikasi.
Temuan penelitian ini adalah : Pertama, tindak pidana dengan tersangka anak di wilayah hukum Polres Nabire dalam 3 tahun terakhir terjadi pencuunan setiap tahunnya. Dan 11 kasus yang dilanjutkan proses hukumnya (P.21) berjumlah 9 kasus, dicabut 1 kasus dan 1 kasus sedang proses. Adapun rata-rata jenis tindak pidana dengan tersangka anak memlliki motif untuk bersenang-senang dan untuk membeli miras. Kedua, proses penyidikan dengan tersangka anak di Pokes Nabire dilaksanakan oleh Unit PPA namon terkadang dilaksanakan oleh Unit Resum dengan pertimbangan banyaknya beban pekerjaan oleh Unit PPA. Ketiga, Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penyidikan dengan tersangka anak terdapat faktor pendukung diantaranya adanya motivasi dan Penyidik Unit PPA dan Unit Resum yang melaksanakan penyidikan sampai tuntas. Sedangkan faktor penghambat diantaranya kualitas penyidik masih rendah, anggaran dan sarana belum memadai.
Pada akhirnya penelitian ini disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun penyelesaian perkara tindak pidana dengan tersangka anak di wilayah hukum Poires Nebire diselesaikan melalui mekanisme formal (yustisil). Sedangkan tindak pidana pencurian yang bermotif untuk bersenang-senang dan membeli miras merupakan suatu bentuk yang diakibatkan proses sosialisasi melalui interaksi sosial. Kedua, proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1997 dan UU No. 23 Tahun 2002 karena kurangnya pengawasan dan pengendalian serta pelaksanaannya masih ditangani di luar Unit PPA sehingga adanya perilaku menyimpang dari penyidik seperti pada kasus pencurian kendaraan bermotor dengan tersangka anak Imanuel Degei. Faktor pelaksanaan penyidikan dengan tersangka anak yaitu hukum, penegak hukum, sarana. rnasyarakat dan budaya. Rekomendasinya yaitu : mengutamakan prinsip diversi dalam penanganan tindak pidana anaklmekanisme informal (non-yustisil), meningkatkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan penyidikan dan meningkatkan kemampuan penyidik dengan mengikuti dikjur serta perlu menjalin kerjasama terutama dengan Pemda Kai). Nabire dalam penyediaan tahanan khusus anak.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3255
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-018 55-10-018 55-10-018 TERSEDIA

Abstrak

Tujuan penelitian tentang penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire antara lain : untuk mengetahui dan memahami gambaran umum tindak pidana anak di Poires Nabire, untuk mengetahui dan memahami proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Sat Reskrim Pokes Nabire dan mengetahui dan menggambarkan faktorfaktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak. Penelitian ini menggunakan konsep penyidikan anak, konsep penegak hukum, konsep diversi dan restorasi justice, teori manajemen, teori labeling dan teori penyaiahgunaan kekuasaan (Abuse of Power Theory). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan pada lokasi penelitian dan wawancara untuk mendapatkan data primer. Data sekunder diperoleh dengan telaah dokumen dari Sat Reskrim Polres Nabire. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini meliputi sajian data, reduksi data dan kesimpulanlvenfikasi. Temuan penelitian ini adalah : Pertama, tindak pidana dengan tersangka anak di wilayah hukum Polres Nabire dalam 3 tahun terakhir terjadi pencuunan setiap tahunnya. Dan 11 kasus yang dilanjutkan proses hukumnya (P.21) berjumlah 9 kasus, dicabut 1 kasus dan 1 kasus sedang proses. Adapun rata-rata jenis tindak pidana dengan tersangka anak memlliki motif untuk bersenang-senang dan untuk membeli miras. Kedua, proses penyidikan dengan tersangka anak di Pokes Nabire dilaksanakan oleh Unit PPA namon terkadang dilaksanakan oleh Unit Resum dengan pertimbangan banyaknya beban pekerjaan oleh Unit PPA. Ketiga, Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penyidikan dengan tersangka anak terdapat faktor pendukung diantaranya adanya motivasi dan Penyidik Unit PPA dan Unit Resum yang melaksanakan penyidikan sampai tuntas. Sedangkan faktor penghambat diantaranya kualitas penyidik masih rendah, anggaran dan sarana belum memadai. Pada akhirnya penelitian ini disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun penyelesaian perkara tindak pidana dengan tersangka anak di wilayah hukum Poires Nebire diselesaikan melalui mekanisme formal (yustisil). Sedangkan tindak pidana pencurian yang bermotif untuk bersenang-senang dan membeli miras merupakan suatu bentuk yang diakibatkan proses sosialisasi melalui interaksi sosial. Kedua, proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1997 dan UU No. 23 Tahun 2002 karena kurangnya pengawasan dan pengendalian serta pelaksanaannya masih ditangani di luar Unit PPA sehingga adanya perilaku menyimpang dari penyidik seperti pada kasus pencurian kendaraan bermotor dengan tersangka anak Imanuel Degei. Faktor pelaksanaan penyidikan dengan tersangka anak yaitu hukum, penegak hukum, sarana. rnasyarakat dan budaya. Rekomendasinya yaitu : mengutamakan prinsip diversi dalam penanganan tindak pidana anaklmekanisme informal (non-yustisil), meningkatkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan penyidikan dan meningkatkan kemampuan penyidik dengan mengikuti dikjur serta perlu menjalin kerjasama terutama dengan Pemda Kai). Nabire dalam penyediaan tahanan khusus anak.

File Digital

55-10-018.pdf
42577-55-10-018.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
38884. (2010). Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada satuan reserse kriminal polres Nabire. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.