Cover tidak tersedia
Judul
Peranan unit wnateror satuan I gegana pada subden tindak detasemen khusus 88 anti teror dalam pengungkapan kasus pidana teror di Ciputat Tanggerang
Pengarang
Agus Waluyo
No. Panggil
55-10-004
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
3255

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 55-10-004
100Entri Utama Nama orang 3544
245Judul Utama Peranan unit wnateror satuan I gegana pada subden tindak detasemen khusus 88 anti teror dalam pengungkapan kasus pidana teror di Ciputat Tanggerang
100aNo. Mahasiswa 6995/angkt 55
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xiv, 139 hal.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Permasalahan teror yang terjadi pada berbagai daerah di Indonesia telah menimbulkan ratusan korban jiwa dan kerugian material yang amat besar. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Densus 88 / AT yang dalam pelaksanaan tugasnya bekerjasama dengan Unit Wanteror Sat I Gegana. Keberadaan kesatuan-kesatuan tersebut terbukti telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam rangka pemberantasan tindak pidana terorisme, salah satunya adalah keberhasilan dalam pengungkapan kasus tindak pidana terorisme di Ciputat-Tangerang. Hal inilah yang kemudian menjadi obyek penelitian dalam skripsi ini. Adapun persoalan yang diteliti dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana proses pembentukan Unit Wanteror Satuan I Gegana, kemampuan apa saja yang dimiliki dan apa peranan Unit wanteror dalam operasi penindakan teror di Ciputat Tangerang (2) Bagaimana strategi Densus 88 AT dalam penindakan untuk mengungkap kelompok teroris di Ciputat Tangerang, (3) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas peranan Unit wanteror Satuan I Gegana dalam pengungkapan kasus terorisme di Ciputat Tangerang.
Penelitian ini menggunakan beberapa konsep dan teori yaitu Teori Peran, Teori manajemen, Teori faktor-faktor yang mempengaruhi, Konsep Terorisme, Konsep Tugas Pokok Polri, Konsep Peranan Polri dan Konsep Budomlak Wanteror Korp Brimob Polri.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan telaah dokumen.
Berdasarkan temuan penelitian terorisme merupakan suatu pelanggaran hukum seperti yang dijelaskan dalam UU No. 15 thn 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Strategi yang diterapkan oleh Densus 88 AT sesuai Prosedur tetap No. Pol : Protap/021IX12007 tentang penangkapan pelaku tindak pidana terorisme. sudah tepat. Peranan Unit Wanteror Sat 1 Gegana pada Subden Tindak Densus 88 AT merupakan bantuan taktis sebagai striking force sebagaimana tertuang. dalam Budomlak Opsnal, Brimot No. Pol
Skep123IX112006 dan merupakan tugas pokok sesuai dengan Keputusan Kapolri No. Pol : Kep/13/XII/2009. Pembahasan Peranan Unit wanteror dengan menggunakan konsep dan teori yaitu teori peran, konsep manajemen operasional Polri, konsep Peranan Polri, konsep Tugas Pokok Polri dan Budomlak Wanteror Brimob. Peranan Unit wanteror dalam pemberantasan Terorisme dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Soerjono Soekanto.
Dad pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa perlunya menerapkan strategi baru dalam pemberantasan terorisme yang terus berkembang, melakukan pelatihan dan dukungan anggaran untuk meningkatkan kemampuan khusus untuk pemberantasan terorisme.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3255
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik Perpustakaan PTIK
852Lokasi Lantai 3

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
55-10-004 55-10-004 55-10-004 TERSEDIA

Abstrak

Permasalahan teror yang terjadi pada berbagai daerah di Indonesia telah menimbulkan ratusan korban jiwa dan kerugian material yang amat besar. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Densus 88 / AT yang dalam pelaksanaan tugasnya bekerjasama dengan Unit Wanteror Sat I Gegana. Keberadaan kesatuan-kesatuan tersebut terbukti telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam rangka pemberantasan tindak pidana terorisme, salah satunya adalah keberhasilan dalam pengungkapan kasus tindak pidana terorisme di Ciputat-Tangerang. Hal inilah yang kemudian menjadi obyek penelitian dalam skripsi ini. Adapun persoalan yang diteliti dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana proses pembentukan Unit Wanteror Satuan I Gegana, kemampuan apa saja yang dimiliki dan apa peranan Unit wanteror dalam operasi penindakan teror di Ciputat Tangerang (2) Bagaimana strategi Densus 88 AT dalam penindakan untuk mengungkap kelompok teroris di Ciputat Tangerang, (3) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas peranan Unit wanteror Satuan I Gegana dalam pengungkapan kasus terorisme di Ciputat Tangerang. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep dan teori yaitu Teori Peran, Teori manajemen, Teori faktor-faktor yang mempengaruhi, Konsep Terorisme, Konsep Tugas Pokok Polri, Konsep Peranan Polri dan Konsep Budomlak Wanteror Korp Brimob Polri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan telaah dokumen. Berdasarkan temuan penelitian terorisme merupakan suatu pelanggaran hukum seperti yang dijelaskan dalam UU No. 15 thn 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Strategi yang diterapkan oleh Densus 88 AT sesuai Prosedur tetap No. Pol : Protap/021IX12007 tentang penangkapan pelaku tindak pidana terorisme. sudah tepat. Peranan Unit Wanteror Sat 1 Gegana pada Subden Tindak Densus 88 AT merupakan bantuan taktis sebagai striking force sebagaimana tertuang. dalam Budomlak Opsnal, Brimot No. Pol Skep123IX112006 dan merupakan tugas pokok sesuai dengan Keputusan Kapolri No. Pol : Kep/13/XII/2009. Pembahasan Peranan Unit wanteror dengan menggunakan konsep dan teori yaitu teori peran, konsep manajemen operasional Polri, konsep Peranan Polri, konsep Tugas Pokok Polri dan Budomlak Wanteror Brimob. Peranan Unit wanteror dalam pemberantasan Terorisme dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Soerjono Soekanto. Dad pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa perlunya menerapkan strategi baru dalam pemberantasan terorisme yang terus berkembang, melakukan pelatihan dan dukungan anggaran untuk meningkatkan kemampuan khusus untuk pemberantasan terorisme.

File Digital

55-10-004.pdf
42563-55-10-004.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3544. (2010). Peranan unit wnateror satuan I gegana pada subden tindak detasemen khusus 88 anti teror dalam pengungkapan kasus pidana teror di Ciputat Tanggerang. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.