Cover tidak tersedia
Judul
Peran Satreskrim dalam penyelidikan kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Muara Enim
Pengarang
Yudha Satria
No. Panggil
54-10-098
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
29718

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 54-10-098
100Entri Utama Nama orang 29719
245Judul Utama Peran Satreskrim dalam penyelidikan kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Muara Enim
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xiv, 127 hlm.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Peredaran Narkotika. di Kabupaten Muara Enim telah menimbulkan keresahan : bagi masyarakat, karena tidak hanya ()rang . dewasa yang menjadi pelakunya namun kalangan remaja :pun juga mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Permasalahan dalam skripsi ini adalah mengenal gambaran kasus peredaran Narkotika, langkah-Iangkah penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Muara Enim, dan faktor yang mempengaruhinya. Tujuannya untuk mengetahui permasalahan yang dibahas penulis. Dengan adanya penelitian inilah maka akan memberikan manfaat teoritis dan praktis.
Penulis menggunakan konsep penyelidikan dan Narkotika. Selain itu digunakan Teori Peran, Containment Theory, Rational Choice Theory, dan Teori Penegakan Hukum. Sedangkan pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan studi kepustakaan, yang akan dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa:
Dalam 5 (lima) tahun terakhir perkembangan tindak pidana Narkotika yang terjadi di wilayah hukum Polres Muara Enim mengalami kenaikan dengan jumlah yang cukup banyak. Adapun modus operandi yang dilakukan adalah dengan menyimpan Narkotika melalui paket kiriman dan barang bawaan, serta memanfaatkan wanita sebagai "kaki tangannya".
Upaya awal penyelidikan kasus Narkotika dilakukan pimpinan dengan membuat suatu perencanaan tugas. Selanjutnya pelaksanaan dilakukan Unit Narkotika dengan cara metode terbuka dan tertutup. Secara terbuka maka anggota melakukan wawancara dan interogasi, sedangkan tertutup melalui kegiatan pengamatan dan penggambaran, penjejakan atau pembuntutan dan penyusupan atau penggeledahan.
Adapun secara internal faktor yang mendukung adalah pola kepemimpinan dengan menerapkan fungsi manajemen, kegiatan pelatihan bagi anggota (walaupun belum dikjur), sedangkan eksternalnya keberadaan undang-undang baru dan koordinasi dengan informan. Sedangkan penghambat secara internal adalah jumlah personii yang minim, sarana terbatas, dan mental penyidik yang lemah. Selain itu secara eksternal faktor tersebut mencakup lemahnya dukungan masyarakat dan modus para pelaku dengan cara jaringan terputus, sehingga menyulitkan anggota untuk menangani kasus.
Kesimpulan adalah bahwa peredaran Narkotika cukup tinggi sehingga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat, upaya penyelidikan yang dilakukan sudah balk walaupun masih ada beberapa anggota yang menggunakan kekerasan. Selain itu terdapat faktor pendukung dan penghambat kegiatan penegakan hukum tersebut. Saran adalah hendaknya pimpinan berkoordinasi dengan Pemda dalam kegiatan penyuluhan, mengikutsertakan anggota Unit Narkotika dalam dikjur dan mengupayakan pembentukan Satuan Narkotika, serta pimpinan menambah sarana berupa kendaraan bermotor dan kamera candid.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 29718
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
54-10-098 54-10-098 54-10-098 TERSEDIA

Abstrak

Peredaran Narkotika. di Kabupaten Muara Enim telah menimbulkan keresahan : bagi masyarakat, karena tidak hanya ()rang . dewasa yang menjadi pelakunya namun kalangan remaja :pun juga mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Permasalahan dalam skripsi ini adalah mengenal gambaran kasus peredaran Narkotika, langkah-Iangkah penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Muara Enim, dan faktor yang mempengaruhinya. Tujuannya untuk mengetahui permasalahan yang dibahas penulis. Dengan adanya penelitian inilah maka akan memberikan manfaat teoritis dan praktis. Penulis menggunakan konsep penyelidikan dan Narkotika. Selain itu digunakan Teori Peran, Containment Theory, Rational Choice Theory, dan Teori Penegakan Hukum. Sedangkan pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan studi kepustakaan, yang akan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa: Dalam 5 (lima) tahun terakhir perkembangan tindak pidana Narkotika yang terjadi di wilayah hukum Polres Muara Enim mengalami kenaikan dengan jumlah yang cukup banyak. Adapun modus operandi yang dilakukan adalah dengan menyimpan Narkotika melalui paket kiriman dan barang bawaan, serta memanfaatkan wanita sebagai "kaki tangannya". Upaya awal penyelidikan kasus Narkotika dilakukan pimpinan dengan membuat suatu perencanaan tugas. Selanjutnya pelaksanaan dilakukan Unit Narkotika dengan cara metode terbuka dan tertutup. Secara terbuka maka anggota melakukan wawancara dan interogasi, sedangkan tertutup melalui kegiatan pengamatan dan penggambaran, penjejakan atau pembuntutan dan penyusupan atau penggeledahan. Adapun secara internal faktor yang mendukung adalah pola kepemimpinan dengan menerapkan fungsi manajemen, kegiatan pelatihan bagi anggota (walaupun belum dikjur), sedangkan eksternalnya keberadaan undang-undang baru dan koordinasi dengan informan. Sedangkan penghambat secara internal adalah jumlah personii yang minim, sarana terbatas, dan mental penyidik yang lemah. Selain itu secara eksternal faktor tersebut mencakup lemahnya dukungan masyarakat dan modus para pelaku dengan cara jaringan terputus, sehingga menyulitkan anggota untuk menangani kasus. Kesimpulan adalah bahwa peredaran Narkotika cukup tinggi sehingga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat, upaya penyelidikan yang dilakukan sudah balk walaupun masih ada beberapa anggota yang menggunakan kekerasan. Selain itu terdapat faktor pendukung dan penghambat kegiatan penegakan hukum tersebut. Saran adalah hendaknya pimpinan berkoordinasi dengan Pemda dalam kegiatan penyuluhan, mengikutsertakan anggota Unit Narkotika dalam dikjur dan mengupayakan pembentukan Satuan Narkotika, serta pimpinan menambah sarana berupa kendaraan bermotor dan kamera candid.

File Digital

54-10-098.pdf
35538-54-10-098.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
29719. (2010). Peran Satreskrim dalam penyelidikan kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Muara Enim. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.