Cover tidak tersedia
- Judul
- Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Satreskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Tangerang
- Pengarang
- Yoga Buanadipta Llafii
- No. Panggil
- 54-10-097
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2010
- Subjek
- 29716
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 54-10-097 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 29717 |
| 245Judul Utama | Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Satreskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Tangerang |
| 100aNo. Mahasiswa | |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2010 |
| 300Deskripsi Fisik | xii, 121 hlm.: 29 cm |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | Kasus tindak pidana yang melibatkan anak sebagai tersangka atau yang dikenal dengan tindak pidana anak kerap terjadi di Indonesia. Seperti kasus tindak pidana anak bermain judi dengan melibatkan sepuluh tersangka yang terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bandara Soekamo Hatta. Penulis ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan penyidikan tindak pidana anak yang dilakukan pada Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Hatta dan sebagai contoh kasusnya adalah tindak pidana perjudian yang dilakukan oleh sepuluh orang anak (penyemir sepatu). Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran tindak pidana dengan tersangka anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta; Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan dalam penyidikan tindak pidana anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dan; Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta. Adapun pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa konsep guna menganalisis permasalahan di atas. Konsep tersebut adalah: Containtment Theory (Teori Benteng Pertahanan), konsep penyidikan, konsep penanganan tindak pidana Anak, teori Manajemen yang dijabarkan menjadi Manajemen Operasional Polri (MOP) kemudian Manajemen Operasional Reserse (MOR), konsep penegakan hukum, Reintegrative Shaming Theory dan Konsep Restorative Justice. Adapun hasil analisis dari permasalahan yang pertama menyatakan bahwa pelayanan penyidikan oleh penyidik Satuan Reskrim Pokes Metro Bandana Soekamo Hatta dalam melindungi hak tersangka anak belum sepenuhnya sesuai ketentuan yang mengatur. Hal ini tentunya terkait dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan bahwa proses penyidikan pada Satuan Reskrim Polres Metro Bandana Soekamo Hatta masih keseluruhan dilanjutkan ke pengadilan. Kedua, penerapan konsep manajemen dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak telah sesuai dengan konsep manajemen penyidikan. Namun pada tahap pemeriksaan masih terdapat kekurangan fasilitas ruang pemeriksaan anak dan belum ada unit khusus PPA. Ketiga, faktor yang mempengaruhi penyidikan Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dalam melakukan penyidikan adalah: faktor hukumnya. Faktor ini merupakan faktor pendorong mengapa Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Haifa setelah proses penyidikannya, kasus dilanjutkan ke pengadilan. Faktor ini merupakan faktor penghambat Satuan Reskrim Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum mengacu pada model peradilan anak restorative. Faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor penghambat Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Hatta dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum sesuai ketentuan yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 3 Tahun 1997. Yang terakhir faktor masyarakat juga sangat berperan dalam pertimbangan proses penyidikan. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | 29716 |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | |
| 850Lembaga Pemilik | |
| 852Lokasi |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 54-10-097 | 54-10-097 | 54-10-097 | TERSEDIA |
Abstrak
Kasus tindak pidana yang melibatkan anak sebagai tersangka atau yang dikenal dengan tindak pidana anak kerap terjadi di Indonesia. Seperti kasus tindak pidana anak bermain judi dengan melibatkan sepuluh tersangka yang terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bandara Soekamo Hatta. Penulis ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan penyidikan tindak pidana anak yang dilakukan pada Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Hatta dan sebagai contoh kasusnya adalah tindak pidana perjudian yang dilakukan oleh sepuluh orang anak (penyemir sepatu). Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran tindak pidana dengan tersangka anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta; Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan dalam penyidikan tindak pidana anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dan; Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Polres Metro Bandara Soekamo Hatta.
Adapun pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Pada kepustakaan konseptual penulis menggunakan beberapa konsep guna menganalisis permasalahan di atas. Konsep tersebut adalah: Containtment Theory (Teori Benteng Pertahanan), konsep penyidikan, konsep penanganan tindak pidana Anak, teori Manajemen yang dijabarkan menjadi Manajemen Operasional Polri (MOP) kemudian Manajemen Operasional Reserse (MOR), konsep penegakan hukum, Reintegrative Shaming Theory dan Konsep Restorative Justice.
Adapun hasil analisis dari permasalahan yang pertama menyatakan bahwa pelayanan penyidikan oleh penyidik Satuan Reskrim Pokes Metro Bandana Soekamo Hatta dalam melindungi hak tersangka anak belum sepenuhnya sesuai ketentuan yang mengatur. Hal ini tentunya terkait dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan bahwa proses penyidikan pada Satuan Reskrim Polres Metro Bandana Soekamo Hatta masih keseluruhan dilanjutkan ke pengadilan. Kedua, penerapan konsep manajemen dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak telah sesuai dengan konsep manajemen penyidikan. Namun pada tahap pemeriksaan masih terdapat kekurangan fasilitas ruang pemeriksaan anak dan belum ada unit khusus PPA. Ketiga, faktor yang mempengaruhi penyidikan Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dalam melakukan penyidikan adalah: faktor hukumnya. Faktor ini merupakan faktor pendorong mengapa Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Haifa setelah proses penyidikannya, kasus dilanjutkan ke pengadilan. Faktor ini merupakan faktor penghambat Satuan Reskrim Polres Metro Bandara Soekamo Hatta dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum mengacu pada model peradilan anak restorative. Faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor penghambat Satuan Reskrim Pokes Metro Bandara Soekamo Hatta dalam proses penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak belum sesuai ketentuan yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 3 Tahun 1997. Yang terakhir faktor masyarakat juga sangat berperan dalam pertimbangan proses penyidikan.
File Digital
54-10-097.pdf
35537-54-10-097.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
29717. (2010). Penyidikan tindak pidana dengan tersangka anak pada Satreskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.