Cover tidak tersedia
Judul
Penyidikan kasus kematian ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat dalam peristiwa unjuk rasa pada tanggal 3 Pebruari 2009 oleh Satreskrim Poltabes Medan
Pengarang
Telly Alvin
No. Panggil
54-10-093
Penerbit
PTIK
Tahun
2010
Subjek
29708

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 54-10-093
100Entri Utama Nama orang 29709
245Judul Utama Penyidikan kasus kematian ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat dalam peristiwa unjuk rasa pada tanggal 3 Pebruari 2009 oleh Satreskrim Poltabes Medan
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2010
300Deskripsi Fisik xiii, 128 hlm.: 29 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Aksi unjuk rasa anarkis menuntut pemekaran provinsi Tapanuli yang terjadi pada tanggal 3 Feburai 2009 di Gedung DPRD Sumatera Utara, menyebabkan meninggalnya ketua DPRD Abdul Aziz Angkat. Selain itu unjuk rasa juga menyebabkan terjadinya kerusakan pada sarana yang terdapat didalam gedung DPRD. Atas kondisi inilah maka penulis tertarik melalukan penelitian guna mengetahui gambaran kasus unjuk rasa anarkis tersebut, langkah-langkah penyidikan yang dilakukan Satreskrim Poltabes Medan dan faktor yang mempengaruhinya.
Dalama penulisan ini menggunakan teori manajemen operasional rutin, teori motivasi, teori perilaku kolektif, teori penegakan hukum, konsep penyidikan dan konsep unjuk rasa anarkis. Selain itu pendekatan yang digunakan adalah secara kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen yang dianalisis. data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan reduksi, display data dan kesimpulan.
Adapun hasil penelitian ini, pertama menggambarkan bahwa unjuk rasa terjadi pada tanggal 3 Februari 2009 di gedung DPRD, yang dilakukan ribuan massa dari pendukung pembentukan provinsi Tapanuli. aksi anarkis mulai terjadi saat demonstran masuk kedalam ruang sidang paripurna dan merusak sejumlah sarana yang ada didalamnya. selain itu ketua DPRD menjadi pelampiasan emosi para pengunjuk rasa dengan melakukan tindak kekerasan hingga menyebabkan Abdul Aziz Angkat meninggal dunia.
Sedangkan yang kedua menggambarkan bahwa penyidikan kasus ini dilakukan satreskrim Poltabes Medan dengan Direskrim Polda Sumut, melalui kegiatan penerimaan laporan polisi, penyiikan, penindakan (pemanggilan, penangkapan, penahanan, penyitaan) pemeriksaan (saksi dan tersangka) dan penyerahan 58 berkas perkara kepada jaksa penuntut umum. sedangkan hasil penelitian ketiga menggambarkan mengenai faktor yang mempengaruhi penyidikan yaitu attensi Kapolri, mencukupinya jumlah personil, adanya motivasi penyidik, penerapan fungsi manajemen penyidikan yang dialkukan pimpinan Poltabes Medan dan koordinasi dengan kejaksaan tinggi Sumut.
Kesimpulan bahwa unjuk rasa anarkis pada tanggal 3 Februati 2009 di gedung DPRD disebabkan oleh kekecewaan masyarakat akibat belum disahkannya pembentukan provinsi Tapanuli, hingga menyebabkan ketua DPRD meninggal dunia. selain itu kegiatan penyidikan sudah dilakukan dengan baik dimana para tersangka ditangkap dan berkasnya telah dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. saran yang diberikan adalah Kapoltabes Medan hendaknya merespon secara cermat setiap permohonan ijin unjuk rasa sesuai UU RI No.9/1988 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 29708
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
54-10-093 54-10-093 54-10-093 TERSEDIA

Abstrak

Aksi unjuk rasa anarkis menuntut pemekaran provinsi Tapanuli yang terjadi pada tanggal 3 Feburai 2009 di Gedung DPRD Sumatera Utara, menyebabkan meninggalnya ketua DPRD Abdul Aziz Angkat. Selain itu unjuk rasa juga menyebabkan terjadinya kerusakan pada sarana yang terdapat didalam gedung DPRD. Atas kondisi inilah maka penulis tertarik melalukan penelitian guna mengetahui gambaran kasus unjuk rasa anarkis tersebut, langkah-langkah penyidikan yang dilakukan Satreskrim Poltabes Medan dan faktor yang mempengaruhinya. Dalama penulisan ini menggunakan teori manajemen operasional rutin, teori motivasi, teori perilaku kolektif, teori penegakan hukum, konsep penyidikan dan konsep unjuk rasa anarkis. Selain itu pendekatan yang digunakan adalah secara kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen yang dianalisis. data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan reduksi, display data dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini, pertama menggambarkan bahwa unjuk rasa terjadi pada tanggal 3 Februari 2009 di gedung DPRD, yang dilakukan ribuan massa dari pendukung pembentukan provinsi Tapanuli. aksi anarkis mulai terjadi saat demonstran masuk kedalam ruang sidang paripurna dan merusak sejumlah sarana yang ada didalamnya. selain itu ketua DPRD menjadi pelampiasan emosi para pengunjuk rasa dengan melakukan tindak kekerasan hingga menyebabkan Abdul Aziz Angkat meninggal dunia. Sedangkan yang kedua menggambarkan bahwa penyidikan kasus ini dilakukan satreskrim Poltabes Medan dengan Direskrim Polda Sumut, melalui kegiatan penerimaan laporan polisi, penyiikan, penindakan (pemanggilan, penangkapan, penahanan, penyitaan) pemeriksaan (saksi dan tersangka) dan penyerahan 58 berkas perkara kepada jaksa penuntut umum. sedangkan hasil penelitian ketiga menggambarkan mengenai faktor yang mempengaruhi penyidikan yaitu attensi Kapolri, mencukupinya jumlah personil, adanya motivasi penyidik, penerapan fungsi manajemen penyidikan yang dialkukan pimpinan Poltabes Medan dan koordinasi dengan kejaksaan tinggi Sumut. Kesimpulan bahwa unjuk rasa anarkis pada tanggal 3 Februati 2009 di gedung DPRD disebabkan oleh kekecewaan masyarakat akibat belum disahkannya pembentukan provinsi Tapanuli, hingga menyebabkan ketua DPRD meninggal dunia. selain itu kegiatan penyidikan sudah dilakukan dengan baik dimana para tersangka ditangkap dan berkasnya telah dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. saran yang diberikan adalah Kapoltabes Medan hendaknya merespon secara cermat setiap permohonan ijin unjuk rasa sesuai UU RI No.9/1988 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

File Digital

54-10-093.pdf
35533-54-10-093.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
29709. (2010). Penyidikan kasus kematian ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat dalam peristiwa unjuk rasa pada tanggal 3 Pebruari 2009 oleh Satreskrim Poltabes Medan. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.