Cover tidak tersedia
Judul
Penerapan CAAFISs (Computer Aided Automated Fingerprint Identification System) dan INAFIS (Indonesian National Automatic Fingerprint Identification System) dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan pada pusat identifikasi Bareskrim Polri
Pengarang
Guntur M. Tariq
No. Panggil
53-09-086
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12307

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-086
100Entri Utama Nama orang 12308
245Judul Utama Penerapan CAAFISs (Computer Aided Automated Fingerprint Identification System) dan INAFIS (Indonesian National Automatic Fingerprint Identification System) dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan pada pusat identifikasi Bareskrim Polri
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiv, 68 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai penerapan CAAFIS (Computer Aided Automated Fingerprint Indentification System) dan INAFIS (Indonesian Automatic Fingerprint Identification System) dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan pada Pusat Identifikasi Bareskrim Polri dengan memfokuskan permasalahan pada kondisi sumber daya manusia yang mengawaki CAAFIS dan INAFIS, proses identifikasi pelaku kejahatan dengan sistim CAAFIS dan INAFIS dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapannya.
Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual sebagai pisau analisis yaitu konsep CAAFIS, konsep Sistem Informasi Manajemen, konsep Daktiloskopi, konsep Manajemen Operasional Polri, teori Manajemen dan teori Peran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber datalinformasi meliputi Kapusident Bareskrim Polri, Kabag AFIS Pusident Bareskrim Polri, Kabid Daktikkrim Pusident Bareskrim Polri, Kabid Daktium Pusident Bareskrim Polri, Kabid Topol Pusident Bareskrim Polri, Staf Pusident Bareskrim Poiri dan Penyidik Bareskrim Poiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Sementara teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan temuan data dan analisis data diketemukan bahwa mekanisme identifikasi model lama memerlukan waktu yang lama, misalnya saja saat menemukan sidik jari di TKP untuk memulai saja mencari pembanding sidik jari membutuhkan waktu lama dengan membuka buku register untuk mencocokannya dengan yang diketemukan di TKP, diperlukan ketajaman penglihatan karena belum ada alat bantu yang memudahkan pencarian sidik tersebut. Kemudian hasii temuan bahwa dengan sistim CAAFIS selain memperbaiki mekanisme pengambilan sidik jari yang sudah ada juga berguna sebagai database criminal record yaitu data-data pelaku kejahatan yang telah tersimpan dikomputer dengan rapih. Personil yang mengawaki CAAFIS dan INAFIS belum dapat melaksanakan dengan yang diharapkan, Penerapan identifikasi pelaku kejahatan dengan sistim CAAFIS dan INAFIS merupakan salah satu upaya dalam rangka merubah cara manual ke dalam teknologi berbasis komputer namun pelaksanaan masih adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dan Kemampuan I kualitas personel yang bertugas di fungsi identifikasi belum memadai serta dukungan sarana prasarana
Penelitian ini mengajukan rekomendasi berupa saran yaitu masih perlunya koordinasi dengan Depdagri berkaitan dengan program pendukung penerapan CAAFIS dan INAFIS. Kemudian untuk segera melengkapi database
sidik Selain itu perlunya penelitian lebih lanjut apakah dengan sistim ini
dapat memberikan tingkat kemudahan dalam pendataan sidik dan dari
penelitian ini diharapkan menjadi bahan refrensilmasukan bagi peneliti lanjutan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12307
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-086 53-09-086 53-09-086 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai penerapan CAAFIS (Computer Aided Automated Fingerprint Indentification System) dan INAFIS (Indonesian Automatic Fingerprint Identification System) dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan pada Pusat Identifikasi Bareskrim Polri dengan memfokuskan permasalahan pada kondisi sumber daya manusia yang mengawaki CAAFIS dan INAFIS, proses identifikasi pelaku kejahatan dengan sistim CAAFIS dan INAFIS dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapannya. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual sebagai pisau analisis yaitu konsep CAAFIS, konsep Sistem Informasi Manajemen, konsep Daktiloskopi, konsep Manajemen Operasional Polri, teori Manajemen dan teori Peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber datalinformasi meliputi Kapusident Bareskrim Polri, Kabag AFIS Pusident Bareskrim Polri, Kabid Daktikkrim Pusident Bareskrim Polri, Kabid Daktium Pusident Bareskrim Polri, Kabid Topol Pusident Bareskrim Polri, Staf Pusident Bareskrim Poiri dan Penyidik Bareskrim Poiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Sementara teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan data dan analisis data diketemukan bahwa mekanisme identifikasi model lama memerlukan waktu yang lama, misalnya saja saat menemukan sidik jari di TKP untuk memulai saja mencari pembanding sidik jari membutuhkan waktu lama dengan membuka buku register untuk mencocokannya dengan yang diketemukan di TKP, diperlukan ketajaman penglihatan karena belum ada alat bantu yang memudahkan pencarian sidik tersebut. Kemudian hasii temuan bahwa dengan sistim CAAFIS selain memperbaiki mekanisme pengambilan sidik jari yang sudah ada juga berguna sebagai database criminal record yaitu data-data pelaku kejahatan yang telah tersimpan dikomputer dengan rapih. Personil yang mengawaki CAAFIS dan INAFIS belum dapat melaksanakan dengan yang diharapkan, Penerapan identifikasi pelaku kejahatan dengan sistim CAAFIS dan INAFIS merupakan salah satu upaya dalam rangka merubah cara manual ke dalam teknologi berbasis komputer namun pelaksanaan masih adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dan Kemampuan I kualitas personel yang bertugas di fungsi identifikasi belum memadai serta dukungan sarana prasarana Penelitian ini mengajukan rekomendasi berupa saran yaitu masih perlunya koordinasi dengan Depdagri berkaitan dengan program pendukung penerapan CAAFIS dan INAFIS. Kemudian untuk segera melengkapi database sidik Selain itu perlunya penelitian lebih lanjut apakah dengan sistim ini dapat memberikan tingkat kemudahan dalam pendataan sidik dan dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan refrensilmasukan bagi peneliti lanjutan.

File Digital

53-09-086.pdf
skripsi/53-09-086.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12308. (2009). Penerapan CAAFISs (Computer Aided Automated Fingerprint Identification System) dan INAFIS (Indonesian National Automatic Fingerprint Identification System) dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan pada pusat identifikasi Bareskrim Polri. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.