Cover tidak tersedia
Judul
Implementasi surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) berdasarkan program Quick Wins pada kasus pencurian kendaraan bermotor di unit IV Satreskrim Polresta Bogor
Pengarang
Ricardo Condrat Yusuf
No. Panggil
53-09-078
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12291

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-078
100Entri Utama Nama orang 12292
245Judul Utama Implementasi surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) berdasarkan program Quick Wins pada kasus pencurian kendaraan bermotor di unit IV Satreskrim Polresta Bogor
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 77 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Pada tanggal 16 Januari 2009 Polresta Bogor telah mencanangkan pelaksanaan program Quick Wins dalam dua kategori utama yaitu quick respon. dan transparansi bidang penegakan hukum. Pembuatan dan penyampaian SP2HP pada kasus curanmor merupakan salah sate bentuk upaya Polresta Bogor untuk memberikan transparansi bidang penegakan hukum curanmor pada masyarakat. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis ingin rnengetahui Bagaimana implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor, Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor dan tanggapan masyarakat terhadap implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di wilayah Polesta Bogor.
Teori yang digunakan dalam pembahasan ini adalah Teori Kebutuhan, Konsep Kepatuhan Hukum, Konsep Pelayanan, Konsep Kinerja, Konsep Komunikasi, dan Teori Manajemen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap obyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dimana data yang diperoleh dianalisis dan diuji dengan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa SP2HP yang dibuat oleh penyidik tidak semuanya dikirimkan pada pelapor dan sebagian besar datanya belum dimasukkan dalam database komputer. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor meliputi sumber days manusia yaitu kepatuhan hukum yang rendah, kapasitas dan kompetensi yang belum memadai serta faktor organisasi yang meliputi tidak adanya koordinasi antar unit kerja yang terkait, tidak ada kontrol yang memadai, dan tidak ada sistem punishment dalam pelaksanaan program SP2HP. Tanggapan masyarakat terhadap implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di wilayah Polesta Bogor tidak seluruhnya positif karena masih banyak masyarakat yang belum menerima SP2HP.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12291
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-078 53-09-078 53-09-078 TERSEDIA

Abstrak

Pada tanggal 16 Januari 2009 Polresta Bogor telah mencanangkan pelaksanaan program Quick Wins dalam dua kategori utama yaitu quick respon. dan transparansi bidang penegakan hukum. Pembuatan dan penyampaian SP2HP pada kasus curanmor merupakan salah sate bentuk upaya Polresta Bogor untuk memberikan transparansi bidang penegakan hukum curanmor pada masyarakat. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis ingin rnengetahui Bagaimana implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor, Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor dan tanggapan masyarakat terhadap implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di wilayah Polesta Bogor. Teori yang digunakan dalam pembahasan ini adalah Teori Kebutuhan, Konsep Kepatuhan Hukum, Konsep Pelayanan, Konsep Kinerja, Konsep Komunikasi, dan Teori Manajemen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap obyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dimana data yang diperoleh dianalisis dan diuji dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa SP2HP yang dibuat oleh penyidik tidak semuanya dikirimkan pada pelapor dan sebagian besar datanya belum dimasukkan dalam database komputer. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di Sat Reskrim Polresta Bogor meliputi sumber days manusia yaitu kepatuhan hukum yang rendah, kapasitas dan kompetensi yang belum memadai serta faktor organisasi yang meliputi tidak adanya koordinasi antar unit kerja yang terkait, tidak ada kontrol yang memadai, dan tidak ada sistem punishment dalam pelaksanaan program SP2HP. Tanggapan masyarakat terhadap implementasi SP2HP berdasarkan program Quick Wins pada kasus curanmor di wilayah Polesta Bogor tidak seluruhnya positif karena masih banyak masyarakat yang belum menerima SP2HP.

File Digital

53-09-078.pdf
skripsi/53-09-078.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12292. (2009). Implementasi surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) berdasarkan program Quick Wins pada kasus pencurian kendaraan bermotor di unit IV Satreskrim Polresta Bogor. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.