Cover tidak tersedia
Judul
Persepsi peran kepemimpinan ditinjau dari tingkat manajemen fungsi, level tempat tugas lokasi tempat tugas dan gender di Polres Semarang
Pengarang
Nugroho Ari S.
No. Panggil
53-09-048
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12223

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-048
100Entri Utama Nama orang 12224
245Judul Utama Persepsi peran kepemimpinan ditinjau dari tingkat manajemen fungsi, level tempat tugas lokasi tempat tugas dan gender di Polres Semarang
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiii, 158 hlm.,ilus.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Organisasi Polri memberikan prioritas kepemimpinan sebagai titik central perubahan organisasi, bahwa bila menginginkan perubahan yang besar di organisasi Poiri maka perubahan harus dimulai dari pimpinannya. Penelitian penulis bertujuan untuk mengetahui apakah peran kepemimpinan sudah dipersepsikan balk oleh anggota-anggota sebagai para pelaksana kegiatan operasionai pelayanan kepada masyarakat. Dan apakah persepsi tersebut sudah sama di tingkat manajemen, fungsi, level tempat tugas, lokasi tempat tugas dan gender sebagai manifestasi adanya sinergi di dalam organisasi?. Serta untuk mencaritahu apa faktor-faktor yang mempengaruhi peran kepemimpinan.
Kepemimpinan terwujud dalam bentuk peran kepemimpinan (Covey:2004) yang diterima oleh konstituen yaltu anggota-anggota di dalam organisasi. Anggota Polri memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang Iainnya. Menurut Weber (Johnson,1989) individu-individu memiliki kesadaran kelas dalam arti status sosiainya yang membedakan antara "kami„ dengan "mereka" yang artinya bahwa struktur social mempengaruhi kesadaran individu-individu. Penelitian ini ingin menguji teori tersebut pada konteks organisasi Polri apakah struktur yang ada mempengaruhi persepsi anggota (dalam hal ini tentang peran kepemimpinan).
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, metode survei, dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didukung wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif perbandingan mean empirik dengan mean hipotetik, dan statistik uji chi square. Lokasi penelitian adalah di Polres Semarang, Jawa Tengah.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mean empirik (0.9566)>dari mean hipotetik (0) yang artinya anggota cenderung mempersepsikan positif peran kepemimpinan Polres Semarang. Pada hubungan antara tingkat manajemen dengan persepsi, p value (0.381)> alpha (0.05), maka Ho diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat manajemen dengan persepsi. Pada hubungan antara fungsi dengan persepsi, p value (0.000)< alpha (0.05), maka Ho ditolak H1 diterima, yang berarti ada hubungan antara fungsi dengan persepsi.Pada hubungan antara level tempat tugas dengan persepsi, p value (0.001)<alpha (0.05), maka Ho ditolak dan Hiditeri , yang artinya bahwa ada hubungan antara level tempat tugas dengan persepsi. Pada hubungan antara lokasi tempat tugas dengan persepsi, p value (0.000) lebih kecil dari alpha (0.05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara lokasi tempat tugas dengan persepsi. Untuk hubungan antara gender dengan persepsi, p value (0.000) lebih kecil dari alpha (0.05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara gender dengan persepsi. DanFaktor-faktor yang mempengaruhi peran kepemimpinan adalah sosialisasi dan faktor struktural.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12223
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-048 53-09-048 53-09-048 TERSEDIA

Abstrak

Organisasi Polri memberikan prioritas kepemimpinan sebagai titik central perubahan organisasi, bahwa bila menginginkan perubahan yang besar di organisasi Poiri maka perubahan harus dimulai dari pimpinannya. Penelitian penulis bertujuan untuk mengetahui apakah peran kepemimpinan sudah dipersepsikan balk oleh anggota-anggota sebagai para pelaksana kegiatan operasionai pelayanan kepada masyarakat. Dan apakah persepsi tersebut sudah sama di tingkat manajemen, fungsi, level tempat tugas, lokasi tempat tugas dan gender sebagai manifestasi adanya sinergi di dalam organisasi?. Serta untuk mencaritahu apa faktor-faktor yang mempengaruhi peran kepemimpinan. Kepemimpinan terwujud dalam bentuk peran kepemimpinan (Covey:2004) yang diterima oleh konstituen yaltu anggota-anggota di dalam organisasi. Anggota Polri memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang Iainnya. Menurut Weber (Johnson,1989) individu-individu memiliki kesadaran kelas dalam arti status sosiainya yang membedakan antara "kami„ dengan "mereka" yang artinya bahwa struktur social mempengaruhi kesadaran individu-individu. Penelitian ini ingin menguji teori tersebut pada konteks organisasi Polri apakah struktur yang ada mempengaruhi persepsi anggota (dalam hal ini tentang peran kepemimpinan). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, metode survei, dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didukung wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif perbandingan mean empirik dengan mean hipotetik, dan statistik uji chi square. Lokasi penelitian adalah di Polres Semarang, Jawa Tengah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mean empirik (0.9566)>dari mean hipotetik (0) yang artinya anggota cenderung mempersepsikan positif peran kepemimpinan Polres Semarang. Pada hubungan antara tingkat manajemen dengan persepsi, p value (0.381)> alpha (0.05), maka Ho diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat manajemen dengan persepsi. Pada hubungan antara fungsi dengan persepsi, p value (0.000)< alpha (0.05), maka Ho ditolak H1 diterima, yang berarti ada hubungan antara fungsi dengan persepsi.Pada hubungan antara level tempat tugas dengan persepsi, p value (0.001)<alpha (0.05), maka Ho ditolak dan Hiditeri , yang artinya bahwa ada hubungan antara level tempat tugas dengan persepsi. Pada hubungan antara lokasi tempat tugas dengan persepsi, p value (0.000) lebih kecil dari alpha (0.05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara lokasi tempat tugas dengan persepsi. Untuk hubungan antara gender dengan persepsi, p value (0.000) lebih kecil dari alpha (0.05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara gender dengan persepsi. DanFaktor-faktor yang mempengaruhi peran kepemimpinan adalah sosialisasi dan faktor struktural.

File Digital

53-09-048.pdf
skripsi/53-09-048.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12224. (2009). Persepsi peran kepemimpinan ditinjau dari tingkat manajemen fungsi, level tempat tugas lokasi tempat tugas dan gender di Polres Semarang. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.