Cover tidak tersedia
Judul
Penanganan arus lalu lintas di jalur wisata Puncak pada masa liburan oleh Satlantas Polres Bogor
Pengarang
M. Fahri AN Siregar
No. Panggil
53-09-032
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12192

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-032
100Entri Utama Nama orang 12193
245Judul Utama Penanganan arus lalu lintas di jalur wisata Puncak pada masa liburan oleh Satlantas Polres Bogor
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiii, 131 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Kemacetan di jalur wisata Puncak selalu terjadi pada masa liburan, hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan, kondisi jalan yang kurang balk, keberadaan pedagang kaki lima dan keterbatasan lahan parkir di sejumlah tempat wisata. Atas kondisi inilah maka dibutuhkan adanya penanganan kemacetan oleh Satuan Lantas Polres Bogor. Terkait dengan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah "Bagaimana penanganan arus lalu lintas di sepanjang jalur wisata Puncak pada masa liburan", dengan persoalan-persoalan, mengenai situasi dan kondisi arus lalu lintas di jalur Puncak, upaya penanganan oleh Satuan Lantas Polres Bogor dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
Dalam penulisan skripsi ini menggunakan teori SWOT, teori Hasil lnteraksi, konsep Manajemen Operasional Polri, konsep Pelayanan Prima, konsep Petunjuk Operasional Kepolisian di Bidang Lalu Lintas dan Kemacetan Lalu Lintas. Pendekatan yang digunakan adalah secara kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan reduksi data, sajian data dan kesimpulan.
Temuan penelitian dan pembahasan :
Kemacetan arus lalu lintas di jalur wisata Puncak disebabkan meningkatnya volume kendaraan, maraknya keberadaan sejumlah pedagang tradisional, terjadinya kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang tidak, dan keterbatasan lahan parkir di tempat wisata. Penanganan kemacetan yang dilakukan adalah dengan CB Terpenggal dan CB Tutup Total I One Way. Dalam melakukan tugasnya, anggota berkoordinasi dengan stasiun radio Elshinta dan Mega Swara, serta pihak Jasa Marga gerbang tol Ciawi. Faktor internal yang mempengaruhi adalah adanya perencanaan tugas, kekuatan personil, kemampuan petugas, serta sarana dan prasarana yang belum tersedia sebagian. Sedangkan faktor eksternal adanya koordinasi dengan stasiun radio Elshinta dan Mega Swara serta pihak Jasa Marga gerbang tol Ciawi, dan kesadaran dari sikap pengunjung/pengemudi yang masih kurang.
Dari temuan di atas, maka penanganan kemacetan dilaksanakan dengan fungsi manajemen berdasarkan konsep Manajemen Operasional Polri, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan (tidak adanya interaksi dengan masyarakat yang tidak sesuai dengan Teori Hasil lnteraksi dari Thibaut dan Kelley) dan pengendalian. Penanganan kemacetan sudah sesuai dengan konsep pelayanan oleh Barata, yaitu adanya kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan dan tanggung jawab petugas saat menjalankan tugasnya.
Kesimpulan bahwa penanganan kemacetan dilaksanakan oleh Satuan Lantas Polres Bogor, namun tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang ada. Saran yang diberikan adalah penyediaan sarana dan prasarana, melakukan koordinasi dengan pelaku bisnis, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan melakukan rotasi penugasan pada anggota.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12192
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-032 53-09-032 53-09-032 TERSEDIA

Abstrak

Kemacetan di jalur wisata Puncak selalu terjadi pada masa liburan, hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan, kondisi jalan yang kurang balk, keberadaan pedagang kaki lima dan keterbatasan lahan parkir di sejumlah tempat wisata. Atas kondisi inilah maka dibutuhkan adanya penanganan kemacetan oleh Satuan Lantas Polres Bogor. Terkait dengan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah "Bagaimana penanganan arus lalu lintas di sepanjang jalur wisata Puncak pada masa liburan", dengan persoalan-persoalan, mengenai situasi dan kondisi arus lalu lintas di jalur Puncak, upaya penanganan oleh Satuan Lantas Polres Bogor dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dalam penulisan skripsi ini menggunakan teori SWOT, teori Hasil lnteraksi, konsep Manajemen Operasional Polri, konsep Pelayanan Prima, konsep Petunjuk Operasional Kepolisian di Bidang Lalu Lintas dan Kemacetan Lalu Lintas. Pendekatan yang digunakan adalah secara kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan reduksi data, sajian data dan kesimpulan. Temuan penelitian dan pembahasan : Kemacetan arus lalu lintas di jalur wisata Puncak disebabkan meningkatnya volume kendaraan, maraknya keberadaan sejumlah pedagang tradisional, terjadinya kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang tidak, dan keterbatasan lahan parkir di tempat wisata. Penanganan kemacetan yang dilakukan adalah dengan CB Terpenggal dan CB Tutup Total I One Way. Dalam melakukan tugasnya, anggota berkoordinasi dengan stasiun radio Elshinta dan Mega Swara, serta pihak Jasa Marga gerbang tol Ciawi. Faktor internal yang mempengaruhi adalah adanya perencanaan tugas, kekuatan personil, kemampuan petugas, serta sarana dan prasarana yang belum tersedia sebagian. Sedangkan faktor eksternal adanya koordinasi dengan stasiun radio Elshinta dan Mega Swara serta pihak Jasa Marga gerbang tol Ciawi, dan kesadaran dari sikap pengunjung/pengemudi yang masih kurang. Dari temuan di atas, maka penanganan kemacetan dilaksanakan dengan fungsi manajemen berdasarkan konsep Manajemen Operasional Polri, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan (tidak adanya interaksi dengan masyarakat yang tidak sesuai dengan Teori Hasil lnteraksi dari Thibaut dan Kelley) dan pengendalian. Penanganan kemacetan sudah sesuai dengan konsep pelayanan oleh Barata, yaitu adanya kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan dan tanggung jawab petugas saat menjalankan tugasnya. Kesimpulan bahwa penanganan kemacetan dilaksanakan oleh Satuan Lantas Polres Bogor, namun tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang ada. Saran yang diberikan adalah penyediaan sarana dan prasarana, melakukan koordinasi dengan pelaku bisnis, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan melakukan rotasi penugasan pada anggota.

File Digital

53-09-032.pdf
skripsi/53-09-032.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12193. (2009). Penanganan arus lalu lintas di jalur wisata Puncak pada masa liburan oleh Satlantas Polres Bogor. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.