Cover tidak tersedia
Judul
Perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh penyidik Satreskrim Polres Bogor
Pengarang
Dedi Supriadi
No. Panggil
53-09-025
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12178

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-025
100Entri Utama Nama orang 12179
245Judul Utama Perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh penyidik Satreskrim Polres Bogor
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik ix, 80 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Hak Asasi Manusia diperoleh pada saat manusia itu lahir dan hidup di dunia. Hak Asasi Manusia merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa dan tidak ada siapapun yang berhak unutk menghapusnya. HAM seringkaii dijadikan permasalahan yang sepele bagi para penguasa yang dengan semena-mena memperlakukan manusia seperti layaknya bukan manusia. Permasalahan Hak Asasi Manusia telah menjadi issue yang mendunia disamping demokrasi dan masalah lingkungan hidup, bahkan telah menjadi perhatian yang sangat serius bagi Negara untuk melindungi, menghormati, membela dan menjamin hak asasi setiap warga Negara tanpa adanya diskriminasi dari pihak manapun juga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mans "Perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor".
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode field research dan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif menurut Husaini Usman dan Purnomo adalah dengan berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri.
Dalam rangka pengumpulan data, peneliti menggunakan 3 (tiga)tehnik yang meliputi : Wawancara mendalam, Observasi dan Studi Literatur. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, teori Dua Faktor dari Frederic Herzberg, teori Prestasi oleh David McClelland. Selain itu disertai pula dengan konsep Penyidikan yang sekiranya dipergunakan peneliti dalam membahas permasalahan yang ada. Dari ketiga Teori dan konsep ini akan memperlihatkan bagaimana persepsi penyidik Sat Reskrim Polres Bogor terhadap perspektif HAM dalam penegakan hukum, bagaimana implementasi pengakan hukum yang berperspektif HAM oleh penyidik Sat Reskrim Poires Bogor serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh Sat Reskrim Polres Bogor.
Menurut peneliti, penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor sudah baik. Hal ini tercermin dari beberapa pernyataan masyarakat an Poiri sendiri bahwa Satuan Reskrim Poires Bogor mendukung Undang-Undang HAM.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12178
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-025 53-09-025 53-09-025 TERSEDIA

Abstrak

Hak Asasi Manusia diperoleh pada saat manusia itu lahir dan hidup di dunia. Hak Asasi Manusia merupakan pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa dan tidak ada siapapun yang berhak unutk menghapusnya. HAM seringkaii dijadikan permasalahan yang sepele bagi para penguasa yang dengan semena-mena memperlakukan manusia seperti layaknya bukan manusia. Permasalahan Hak Asasi Manusia telah menjadi issue yang mendunia disamping demokrasi dan masalah lingkungan hidup, bahkan telah menjadi perhatian yang sangat serius bagi Negara untuk melindungi, menghormati, membela dan menjamin hak asasi setiap warga Negara tanpa adanya diskriminasi dari pihak manapun juga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mans "Perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode field research dan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif menurut Husaini Usman dan Purnomo adalah dengan berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Dalam rangka pengumpulan data, peneliti menggunakan 3 (tiga)tehnik yang meliputi : Wawancara mendalam, Observasi dan Studi Literatur. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, teori Dua Faktor dari Frederic Herzberg, teori Prestasi oleh David McClelland. Selain itu disertai pula dengan konsep Penyidikan yang sekiranya dipergunakan peneliti dalam membahas permasalahan yang ada. Dari ketiga Teori dan konsep ini akan memperlihatkan bagaimana persepsi penyidik Sat Reskrim Polres Bogor terhadap perspektif HAM dalam penegakan hukum, bagaimana implementasi pengakan hukum yang berperspektif HAM oleh penyidik Sat Reskrim Poires Bogor serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh Sat Reskrim Polres Bogor. Menurut peneliti, penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor sudah baik. Hal ini tercermin dari beberapa pernyataan masyarakat an Poiri sendiri bahwa Satuan Reskrim Poires Bogor mendukung Undang-Undang HAM.

File Digital

53-09-025.pdf
skripsi/53-09-025.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12179. (2009). Perspektif HAM dalam penegakan hukum oleh penyidik Satreskrim Polres Bogor. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.