Cover tidak tersedia
Judul
Penanganan tindak pidana pidana Illegal Logging oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Saralangun
Pengarang
Sigit Eliyanto
No. Panggil
53-09-012
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12154

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-012
100Entri Utama Nama orang 12155
245Judul Utama Penanganan tindak pidana pidana Illegal Logging oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Saralangun
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 102 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Kondisi geognahs Kabupaten Sarolangun dikelilingi oleh hutan sehingga memerlukan perlindungan khusus guna menjaga somber daya kehutanan. Satuan Reserse Kriminal Polies Sarolangun mer-upakan salah sate satuan kezja yang terdapat di Pokes Sarolangun yang memiliki otoritas melaksanakan penegakan hukum secara represif- Keberhasilan Satuan Reserse Kriminal Poises Sarolangun dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap setiap aktivitas illegal logging di Sarolangun merefleksikan upaya penegakan hukum secara represif terhadap para pelakunya.
Melalui studi kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, penulis rnencoba memberikan garnbar-an suatu pennasalahan secara obyektif berdasarkan data-data yang berhasil didapatkan, terkait dengan penyidikan kasus illegal logging yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal Poh-es Sarolangun.
Sebagai alai untuk menganalisa, penulis meruilih teori struktur sosial dan anomie dari Robert K. Merton yang dipergunakan sebagai alat untuk menganalisa gambaran terjadinya illegal logging di Kabupaten Sarolangun. Sedangkan untuk melihat proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polies Sarolangun digunakan teori manajeren dan konsep faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum dari Soerjono Soekanto. Selanjutnya penulis juga tak lupa untuk melihat aspek yuridis dari penegakan hukum yang terkait dengan masalah kehutanan, yakni Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan beserta aturan perundang-undangan lainnya yang mengatur masalah illegal logging.
Adapun hasil yang diperoleh selama melakukan penelitian diketahui bahwa gambaran terjadinya kasus illegal logging di Kabupaten Sarolangun dilatarbelakangi oleh adanya ketergantungan masyarakat setempat dari penjualan basil panen kelapa sawit dan karet yang fluktuatif, sehingga telab mendorong masyarakat untuk melakukan segala usaha secara mudah dan cepat demi dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-Mari yang semakin meningkat.
Pada kenyataannya, penangangan tindak pidana illegal logging oleh Satuan Reserse Kriminal bersumber dari limpahan kasus mengenai pengangkutan kayu tanpa SKAU dari hash kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas Poires Sarolangun. Selma melaksanakan penyidikan dilakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Poires Sarolangun yang berperan sebagai saksi ahli untuk melakukan pengujian fish: kayu dan menetapkan kebenaran terhadap kasus dugaan illegal logging yang dilakukan oleh tersangka. Namun basil temuan di lapangan memperlihatkan bahwa proses penyidikan terhadap tindak pidana illegal logging masih beluni merepresentasikan Quick Wins. Hal ini dilihat dari masih belum diberikannya SP2HP akibat kesibukan pekeijaan dan adanya kesan yang menganggap remeh pemberian SP2HP karena pelapor tindak pidana illegal logging adalah anggota Polri sendiri.
Melihat beberapa basil penelitian ini penulis menyarankan agar sebagai seorang manajer operasional, Kasat Reskrim harus sexing melakukan pemantauan kepada anggotanya untuk memerintahkan pemberian SP2HP kepada pelapor gn:na meningkatkan kualitas pelayanan Poiri yang tanpa membedakan status golongan seseorang.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12154
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-012 53-09-012 53-09-012 TERSEDIA

Abstrak

Kondisi geognahs Kabupaten Sarolangun dikelilingi oleh hutan sehingga memerlukan perlindungan khusus guna menjaga somber daya kehutanan. Satuan Reserse Kriminal Polies Sarolangun mer-upakan salah sate satuan kezja yang terdapat di Pokes Sarolangun yang memiliki otoritas melaksanakan penegakan hukum secara represif- Keberhasilan Satuan Reserse Kriminal Poises Sarolangun dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap setiap aktivitas illegal logging di Sarolangun merefleksikan upaya penegakan hukum secara represif terhadap para pelakunya. Melalui studi kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, penulis rnencoba memberikan garnbar-an suatu pennasalahan secara obyektif berdasarkan data-data yang berhasil didapatkan, terkait dengan penyidikan kasus illegal logging yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal Poh-es Sarolangun. Sebagai alai untuk menganalisa, penulis meruilih teori struktur sosial dan anomie dari Robert K. Merton yang dipergunakan sebagai alat untuk menganalisa gambaran terjadinya illegal logging di Kabupaten Sarolangun. Sedangkan untuk melihat proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polies Sarolangun digunakan teori manajeren dan konsep faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum dari Soerjono Soekanto. Selanjutnya penulis juga tak lupa untuk melihat aspek yuridis dari penegakan hukum yang terkait dengan masalah kehutanan, yakni Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan beserta aturan perundang-undangan lainnya yang mengatur masalah illegal logging. Adapun hasil yang diperoleh selama melakukan penelitian diketahui bahwa gambaran terjadinya kasus illegal logging di Kabupaten Sarolangun dilatarbelakangi oleh adanya ketergantungan masyarakat setempat dari penjualan basil panen kelapa sawit dan karet yang fluktuatif, sehingga telab mendorong masyarakat untuk melakukan segala usaha secara mudah dan cepat demi dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-Mari yang semakin meningkat. Pada kenyataannya, penangangan tindak pidana illegal logging oleh Satuan Reserse Kriminal bersumber dari limpahan kasus mengenai pengangkutan kayu tanpa SKAU dari hash kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas Poires Sarolangun. Selma melaksanakan penyidikan dilakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Poires Sarolangun yang berperan sebagai saksi ahli untuk melakukan pengujian fish: kayu dan menetapkan kebenaran terhadap kasus dugaan illegal logging yang dilakukan oleh tersangka. Namun basil temuan di lapangan memperlihatkan bahwa proses penyidikan terhadap tindak pidana illegal logging masih beluni merepresentasikan Quick Wins. Hal ini dilihat dari masih belum diberikannya SP2HP akibat kesibukan pekeijaan dan adanya kesan yang menganggap remeh pemberian SP2HP karena pelapor tindak pidana illegal logging adalah anggota Polri sendiri. Melihat beberapa basil penelitian ini penulis menyarankan agar sebagai seorang manajer operasional, Kasat Reskrim harus sexing melakukan pemantauan kepada anggotanya untuk memerintahkan pemberian SP2HP kepada pelapor gn:na meningkatkan kualitas pelayanan Poiri yang tanpa membedakan status golongan seseorang.

File Digital

53-09-012.pdf
skripsi/53-09-012.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12155. (2009). Penanganan tindak pidana pidana Illegal Logging oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Saralangun. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.