Cover tidak tersedia
Judul
Proses penyidikan tindak pidana perdagangan orang lintas propinsi pada Polresta Senapelan Poltabes Pekanbaru (studi kasus yayasan peduli anak negeri dengan tersangka Windi Langi alias Windi)
Pengarang
Hamam Wahyudi
No. Panggil
53-09-008
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
12146

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 53-09-008
100Entri Utama Nama orang 12147
245Judul Utama Proses penyidikan tindak pidana perdagangan orang lintas propinsi pada Polresta Senapelan Poltabes Pekanbaru (studi kasus yayasan peduli anak negeri dengan tersangka Windi Langi alias Windi)
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xi, 124 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Tindak pidana perdagangan orang merupakan tindak pidana yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya adalah di Kota Pekanbaru. Contoh kasus perdagangan orang yang diangkat dalam penelitian ini adalah tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi yang melibatkan Yayasan Peduli Anak Negeri dengan tersangka Windi Langi. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menganalisis awal terjadinya tindak pidana tersebut, proses penyidikan serta faktor yang mempengaruhi proses penyidikannya pada Unit Reskrim Polsekta Senapelan Poltabes Pekanbaru.
Pisau analisis untuk membahas hasil penelitian ini digunakan konsep dan teori, yaitu: konsep tindak pidana perdagangan orang, pembuktian tindak pidana perdagangan orang dan Manajemen Operasional Kepolisian, serta teori koordinasi, kejahatan dan penegakan hukum.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui studi dokumen, wawancara dan observasi. Selanjutnya, penyusunan laporan penelitian digunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana ini terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan dan kemiskinan. Praktiknya merupakan tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi yang sebagian korbannya adalah anak-anak. Oieh sebab itu, dijerat dengan UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 21 Tahun 2007. Pelaksanaan penyidikan dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu dari sisi sarana dan prasarana di Polsekta Senapelan.
Sehubungan dengan temuan penelitian, maka sesuai teori ekologik bahwa tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi tersebut karena kondisi Kota yang rnenyebab para pelaku mudah berkamuflase dan akibat tingginya urbanisasi. Kasus ini terbongkar setelah adanya pengaduan, hal ini menunjukkan bahwa fungsi intel belum dapat berjalan baik, selain karena kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah.
Oleh sebab itu, perlu disarankan bahwa untuk mencegah tindak pidana perdagang orang, segera penanggulangan kemiskinan, peningkatan pendidikan formal dan informal masyarakat serta peningkatan fungsi intel Polri. Selain itu perlu pula meningkatkan kerjasama dan koordinasi secara terprogram dan terpadu antar lembaga/institusi terkait serta lembaga swadaya masyarakat.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 12146
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
53-09-008 53-09-008 53-09-008 TERSEDIA

Abstrak

Tindak pidana perdagangan orang merupakan tindak pidana yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya adalah di Kota Pekanbaru. Contoh kasus perdagangan orang yang diangkat dalam penelitian ini adalah tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi yang melibatkan Yayasan Peduli Anak Negeri dengan tersangka Windi Langi. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menganalisis awal terjadinya tindak pidana tersebut, proses penyidikan serta faktor yang mempengaruhi proses penyidikannya pada Unit Reskrim Polsekta Senapelan Poltabes Pekanbaru. Pisau analisis untuk membahas hasil penelitian ini digunakan konsep dan teori, yaitu: konsep tindak pidana perdagangan orang, pembuktian tindak pidana perdagangan orang dan Manajemen Operasional Kepolisian, serta teori koordinasi, kejahatan dan penegakan hukum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui studi dokumen, wawancara dan observasi. Selanjutnya, penyusunan laporan penelitian digunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana ini terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan dan kemiskinan. Praktiknya merupakan tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi yang sebagian korbannya adalah anak-anak. Oieh sebab itu, dijerat dengan UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 21 Tahun 2007. Pelaksanaan penyidikan dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu dari sisi sarana dan prasarana di Polsekta Senapelan. Sehubungan dengan temuan penelitian, maka sesuai teori ekologik bahwa tindak pidana perdagangan orang lintasprovinsi tersebut karena kondisi Kota yang rnenyebab para pelaku mudah berkamuflase dan akibat tingginya urbanisasi. Kasus ini terbongkar setelah adanya pengaduan, hal ini menunjukkan bahwa fungsi intel belum dapat berjalan baik, selain karena kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah. Oleh sebab itu, perlu disarankan bahwa untuk mencegah tindak pidana perdagang orang, segera penanggulangan kemiskinan, peningkatan pendidikan formal dan informal masyarakat serta peningkatan fungsi intel Polri. Selain itu perlu pula meningkatkan kerjasama dan koordinasi secara terprogram dan terpadu antar lembaga/institusi terkait serta lembaga swadaya masyarakat.

File Digital

53-09-008.pdf
skripsi/53-09-008.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
12147. (2009). Proses penyidikan tindak pidana perdagangan orang lintas propinsi pada Polresta Senapelan Poltabes Pekanbaru (studi kasus yayasan peduli anak negeri dengan tersangka Windi Langi alias Windi). Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.