Cover tidak tersedia
Judul
Peran unit patroli lantas dalam upaya pencegahan kejahatan premanisme di wilayah hukum polres Semarang timur
Pengarang
Hendrawan
No. Panggil
52-09-108
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8018

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-108
100Entri Utama Nama orang 8019
245Judul Utama Peran unit patroli lantas dalam upaya pencegahan kejahatan premanisme di wilayah hukum polres Semarang timur
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiii, 75 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Seiring dengan kemajuan jaman, berbagai permasalahan timbul salah satunya adalah kejahatan jalanan premanisme. Premanisme adalah kegiatan, tindakan orang atau sekelompok orang yang melanggar hukum dan meresahkan orang lain, yang pada umumnya tindakan tersebut berupa memalak, memeras, disertai dengan ancaman, cara-cara yang tidak manusiawi, dan menimbulkan rasa takut. Premanisme merupakan penyakit masyarakat yang manakala hal ini tidak ditangani dengan balk, akan menjadi sumber potensi kerawanan yang sewaktuwaktu dapat muncul kepermukaan berupa gangguan Kamtibmas. Polisi mempunyai peran lebih besar untuk mengatasinya mengingat tugas pokok Polri salah satunya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Kejahatan Premanisme, dewasa ini sangat meresahkan masyarakat, karena tumbuh berkembang di setiap sendi kehidupan masyarakat, baik di jalan, di pasar, di pertokoan, di pusat perbelanjaan, di stasiun, di terminal, di sarana angkutan dan diberbagai tempat umum lainnya. Polri dituntut untuk lebih peka, peduli dan mampu meredam dan menaggulangi setiap kejahatan premanisme. Pada saat ini sedang gencargencarnya memberantas aksi premanisme hal tersebut itu perlu didukung oleh semua lapisan masyarakat, dan dalam melakukan penanggulangannya dilakukan secara komprehensif.
Lokasi penelitian yang dilakukan penulis adalah di Poires Semarang Timur. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan situasi kejahatan premanisme di Semarang Timur dan menggambarkan mengenai pelaksanaan Unit Patroli Lantas dalam upaya pencegahan kejahatan premanisme di Poires Semarang Timur serta mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Unit Patroli Lantas dalam melaksanakan pencegahan kejahatan premanisme di Polres Semarang Timur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan digunakannya pendekatan ini adalah untuk mendapatkan pandangan-pandangan mengenai Peran Unit Patroli Satuan Lalu Lintas Poires Semarang Timur Dalam Upaya Pencegahan Kejahatan Premanisme hambatan yang terjadi serta solusi yang dibutuhkan dalam mengatasi kendala tersebut Adapun tehnik pengumpulan datanya dengan mennggunakan tehnik wawancara mendalam, articipatory observation, document tracking.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menarik kesimpulkan bahwa dalam pencegahan premanisme di Poires Semarang Timur dipengaruhi beberapa faktor, yaitu Karakteristik masyarakat yang keras dan tingkat pendidikan yang rendah. Faktor intern dalam pelaksanaan pencegahan kejahatan premanisme oleh Unit Patroli Lantas yaitu: faktor aturan, faktor koordinasi, faktor sarana dan prasarana, serta faktor kemampuan dan cara bertindak petugas Patroli. Sedangkan faktor ekstern yaitu: faktor masyarakat dan faktor wilayah. Dengan memperhatikan berbagai kendala dan hambatan yang timbul maka disarankan pentingnya komitmen dan kesadaran seluruh anggota Unit Patroli Lalu Lintas dalam pelaksanaan pencegahan kejahatan premanisme.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8018
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-108 52-09-108 52-09-108 TERSEDIA

Abstrak

Seiring dengan kemajuan jaman, berbagai permasalahan timbul salah satunya adalah kejahatan jalanan premanisme. Premanisme adalah kegiatan, tindakan orang atau sekelompok orang yang melanggar hukum dan meresahkan orang lain, yang pada umumnya tindakan tersebut berupa memalak, memeras, disertai dengan ancaman, cara-cara yang tidak manusiawi, dan menimbulkan rasa takut. Premanisme merupakan penyakit masyarakat yang manakala hal ini tidak ditangani dengan balk, akan menjadi sumber potensi kerawanan yang sewaktuwaktu dapat muncul kepermukaan berupa gangguan Kamtibmas. Polisi mempunyai peran lebih besar untuk mengatasinya mengingat tugas pokok Polri salah satunya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Kejahatan Premanisme, dewasa ini sangat meresahkan masyarakat, karena tumbuh berkembang di setiap sendi kehidupan masyarakat, baik di jalan, di pasar, di pertokoan, di pusat perbelanjaan, di stasiun, di terminal, di sarana angkutan dan diberbagai tempat umum lainnya. Polri dituntut untuk lebih peka, peduli dan mampu meredam dan menaggulangi setiap kejahatan premanisme. Pada saat ini sedang gencargencarnya memberantas aksi premanisme hal tersebut itu perlu didukung oleh semua lapisan masyarakat, dan dalam melakukan penanggulangannya dilakukan secara komprehensif. Lokasi penelitian yang dilakukan penulis adalah di Poires Semarang Timur. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan situasi kejahatan premanisme di Semarang Timur dan menggambarkan mengenai pelaksanaan Unit Patroli Lantas dalam upaya pencegahan kejahatan premanisme di Poires Semarang Timur serta mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Unit Patroli Lantas dalam melaksanakan pencegahan kejahatan premanisme di Polres Semarang Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan digunakannya pendekatan ini adalah untuk mendapatkan pandangan-pandangan mengenai Peran Unit Patroli Satuan Lalu Lintas Poires Semarang Timur Dalam Upaya Pencegahan Kejahatan Premanisme hambatan yang terjadi serta solusi yang dibutuhkan dalam mengatasi kendala tersebut Adapun tehnik pengumpulan datanya dengan mennggunakan tehnik wawancara mendalam, articipatory observation, document tracking. Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menarik kesimpulkan bahwa dalam pencegahan premanisme di Poires Semarang Timur dipengaruhi beberapa faktor, yaitu Karakteristik masyarakat yang keras dan tingkat pendidikan yang rendah. Faktor intern dalam pelaksanaan pencegahan kejahatan premanisme oleh Unit Patroli Lantas yaitu: faktor aturan, faktor koordinasi, faktor sarana dan prasarana, serta faktor kemampuan dan cara bertindak petugas Patroli. Sedangkan faktor ekstern yaitu: faktor masyarakat dan faktor wilayah. Dengan memperhatikan berbagai kendala dan hambatan yang timbul maka disarankan pentingnya komitmen dan kesadaran seluruh anggota Unit Patroli Lalu Lintas dalam pelaksanaan pencegahan kejahatan premanisme.

File Digital

52-09-108.pdf
skripsi/52-09-108.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8019. (2009). Peran unit patroli lantas dalam upaya pencegahan kejahatan premanisme di wilayah hukum polres Semarang timur. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.