Cover tidak tersedia
Judul
Pengubahan perilaku sat lantas Polres Dompu (tinjauan di sudut pandang tranformasi kultural dalam rangka penangggulangan kejahatan)
Pengarang
Andi Erma Suryono
No. Panggil
52-09-092
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
4387

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-092
100Entri Utama Nama orang 8112
245Judul Utama Pengubahan perilaku sat lantas Polres Dompu (tinjauan di sudut pandang tranformasi kultural dalam rangka penangggulangan kejahatan)
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 113 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang pengubahan perilaku Sat Lantas Polres Dompu ditinjau dari sudut pandang transformasi kultural dalam rangka penanggulangan kejahatan curanmor. Untuk mengurangi keresahan masyarakat akan kejahatan Curanmor yang terjadi, Sat lantas Polres Dompu melakukan kegiatan operasi rutin serta himbauan kamtibmas kepada masyarakat. Adapun rumusan permasalahan yang diangkat didalam penelitian ini meliputi : 1) Tindak pidana curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Dompu, 2). Perilaku yang ditunjukkan oleh anggota Sat Lantas Polres Dompu dalam penegakan hukum penanggulangan kejahatan curanmor, 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang ditunjukkan oleh anggota Sat Lantas Polres Dompu dalam penegakan hukum penanggulangan tindak pidana curanmor.
Untuk membahas permasalahan tersebut, didalam penelitian ini digunakan teoriteori dan konsep yang meliputi Teori aktivitas rutin, teori manajemen, konsep transformasi kultur, konsep penegakan hukum lalu lintas, konsep operasi rutin dan konsep profesionalisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) yang didasarkan dari pengamatan maupun wawancara mendalam yang dilakukan terhadap sumber informasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dan telaah dokumen. Teknik analisa data yang digunakan adalah pengorganisasian data, yang selanjutnya dikembangkan dengan mereduksi data, sajian data dan selanjutnya membuat kesimpulan.
Modus operandi kejahatan curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Dompu masih bersifat konvensional. Maraknya kasus curanmor yang terjadi salah satu penyebabnya adalah kecerobohan atau keteledoran dari korban 1 masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan dari kendaraannya sehingga mudah menjadi target pelaku curanmor. Operasi rutin yang digelar oleh Sat Lantas Polres Dompu mampu mendapatkan hasil kendaraan bermotor tanpa surat-surat yang diduga hasil kejahatan Curanmor.
Wujud dari pengaplikasian transformasi kultur pads Sat Lantas Polres Dompu adalah pelayanan prima serta sikap santun dengan mengedepankan 3 S (senyum, saps dan salam). Perilaku tersebut mendapatkan apresiasi yang positif di masyarakat. Atas perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Sat Lantas telah dilakukan mekanisrne pemberian reward and punishment namun sanksi yang diberikan kurang memberikan darnpak efek jars bagi pelanggar.
Faktor yang mempengaruhi perilaku anggota dalam kegiatan operasi rutin yang dilaksanakan oleh Sat Lantas Polres Dompu dalam menanggulangi kejahatan curanmor meliputi: Faktor Pendukung : Pertama, Faktor dukungan masyarakat dalam kegiatan penegakan hukum yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Dompu; Kedua, Faktor dukungan anggaran yang rnencukupi; Ketiga, Faktor pemahaman dan komitmen anggota Sat Lantas Polres Dompu Mara mendukung ter/aksananya transformasi kultur Polri; dan Faktor pengawasan dan pengendalian Faktor yang menghambat : Pertama, Faktor reward and punishment; Kedua, Faktor budaya hukum masyarakat, Ketiga, Faktor sarana dan prasarana; Keempat, Faktor lemahnya koordinasi enter satuan fungsi dalam rangka menanggulangi kejahatan curanmor.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 4387
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-092 52-09-092 52-09-092 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang pengubahan perilaku Sat Lantas Polres Dompu ditinjau dari sudut pandang transformasi kultural dalam rangka penanggulangan kejahatan curanmor. Untuk mengurangi keresahan masyarakat akan kejahatan Curanmor yang terjadi, Sat lantas Polres Dompu melakukan kegiatan operasi rutin serta himbauan kamtibmas kepada masyarakat. Adapun rumusan permasalahan yang diangkat didalam penelitian ini meliputi : 1) Tindak pidana curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Dompu, 2). Perilaku yang ditunjukkan oleh anggota Sat Lantas Polres Dompu dalam penegakan hukum penanggulangan kejahatan curanmor, 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang ditunjukkan oleh anggota Sat Lantas Polres Dompu dalam penegakan hukum penanggulangan tindak pidana curanmor. Untuk membahas permasalahan tersebut, didalam penelitian ini digunakan teoriteori dan konsep yang meliputi Teori aktivitas rutin, teori manajemen, konsep transformasi kultur, konsep penegakan hukum lalu lintas, konsep operasi rutin dan konsep profesionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) yang didasarkan dari pengamatan maupun wawancara mendalam yang dilakukan terhadap sumber informasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dan telaah dokumen. Teknik analisa data yang digunakan adalah pengorganisasian data, yang selanjutnya dikembangkan dengan mereduksi data, sajian data dan selanjutnya membuat kesimpulan. Modus operandi kejahatan curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Dompu masih bersifat konvensional. Maraknya kasus curanmor yang terjadi salah satu penyebabnya adalah kecerobohan atau keteledoran dari korban 1 masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan dari kendaraannya sehingga mudah menjadi target pelaku curanmor. Operasi rutin yang digelar oleh Sat Lantas Polres Dompu mampu mendapatkan hasil kendaraan bermotor tanpa surat-surat yang diduga hasil kejahatan Curanmor. Wujud dari pengaplikasian transformasi kultur pads Sat Lantas Polres Dompu adalah pelayanan prima serta sikap santun dengan mengedepankan 3 S (senyum, saps dan salam). Perilaku tersebut mendapatkan apresiasi yang positif di masyarakat. Atas perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Sat Lantas telah dilakukan mekanisrne pemberian reward and punishment namun sanksi yang diberikan kurang memberikan darnpak efek jars bagi pelanggar. Faktor yang mempengaruhi perilaku anggota dalam kegiatan operasi rutin yang dilaksanakan oleh Sat Lantas Polres Dompu dalam menanggulangi kejahatan curanmor meliputi: Faktor Pendukung : Pertama, Faktor dukungan masyarakat dalam kegiatan penegakan hukum yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Dompu; Kedua, Faktor dukungan anggaran yang rnencukupi; Ketiga, Faktor pemahaman dan komitmen anggota Sat Lantas Polres Dompu Mara mendukung ter/aksananya transformasi kultur Polri; dan Faktor pengawasan dan pengendalian Faktor yang menghambat : Pertama, Faktor reward and punishment; Kedua, Faktor budaya hukum masyarakat, Ketiga, Faktor sarana dan prasarana; Keempat, Faktor lemahnya koordinasi enter satuan fungsi dalam rangka menanggulangi kejahatan curanmor.

File Digital

52-09-092.pdf
skripsi/52-09-092.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8112. (2009). Pengubahan perilaku sat lantas Polres Dompu (tinjauan di sudut pandang tranformasi kultural dalam rangka penangggulangan kejahatan). Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.