Cover tidak tersedia
Judul
Kinerja anggota sat lantas poltabes banjarmasin pada pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan
Pengarang
Achmad Dharmianto
No. Panggil
52-09-091
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
4387

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-091
100Entri Utama Nama orang 8199
245Judul Utama Kinerja anggota sat lantas poltabes banjarmasin pada pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiii, 91 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Kota Banjarmasin sebagai denyut nadi utama perkembangan sosial ekonomi di daerah Kalimantan Selatan membawa berbagai macam permasalahan lalu lintas di jalan raya yang merupakan sarana transportasi darat yang paling penting. Hal ini membawa konsekuensi terhadap semakin banyaknya kendaraan bermotor di jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas dimana-mana, opsi untuk memperlebar ruas jalan di Banjarmasin bukan keputusan yang mudah menyangkut biaya yang besar. Perekonomian adalah sektor kehidupan utama di dunia ini, oleh karenanya diperlukan dukungan keamanan untuk menjalankan segala aktivitasnya.
Satuan Lalu lintas Poltabes Banjarmasin merupakan salah satu jajaran Poltabes Banjarmasin yang bertanggung jawab atas terselenggaranya kelancaran dan ketertiban arus perpindahan barang dan jasa di Banjarmasin serta keamanan akan kegiatan perpindahan tersebut di jalan. Salah satu tugasnya ialah upaya penegakan hukum dengan menggelar razia kendaraan bermotor, sekaligus bertujuan memberi keamanan terhadap orang dan benda sebagai wujud atas penanggulangan kejahatan.
Dalam penulisan ini, penulis merumuskan tiga persoalan yaitu : 1) Bagaimana gambaran tingkat kejahatan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Poltabes Banjarmasin? 2) Bagaimana pelaksanaan razia kendaraan bermotor oleh anggota satlantas Poltabes Banjarmasin dalam penanggulangan kejahatan? 3) Faktor apa raja yang menjadi kendala pelaksanaan razia kendaraan bermotor Satlantas Poltabes Banjarmasin dalam penanggulangan kejahatan? Dalam pembahasannya, penulis menggunakan teori-teori antara lain : konsep Kinerja, konsep penegakan hukum, konsep razia, konsep koordinasi, teori Manajemen, teori SWOT.
Kesimpulan yang bisa diambil dari Kinerja anggota satlantas Poltabes Banjarmasin pada pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan adalah : 1) Tingkat Kejahatan di wilayah Hukum Poltabes Banjarmasin masih cukup tinggi, khususnya pada tingkat kejahatan. 2) Upaya yang difaksanakan oleh satlantas Poltabes Banjarmasin untuk penanggulangan kejahatan (preventif atau represif) adalah dengan pelaksanaan razia kendaraan bermotor. 3) Dengan teori SWOT sebagai pisau analisa maka faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan dapat diinventarisir dan dicari solusinya. Saran penulis untuk Satlantas Poltabes Banjarmasin : 1) Tetap mengusahakan anggota yang belum mengikuti kejuruan Lantas. 2) Koordinasi dengan fungsi lain. 3) Sosialisasi kepada masyarakat akan arti pentingnya razia terhadap penangulangan kejahatan sehingga masyarakat ikut mendukung pelaksanaan razia. 4) Dalam pelaksanaan razia agar diikutsertakan Detasemen Polisi Militer untuk mengantisipasi anggota TNI yang menolak diperiksa ketika dirazia oleh anggota Sat Lantas Poltabes Banjarmasin.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 4387
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-091 52-09-091 52-09-091 TERSEDIA

Abstrak

Kota Banjarmasin sebagai denyut nadi utama perkembangan sosial ekonomi di daerah Kalimantan Selatan membawa berbagai macam permasalahan lalu lintas di jalan raya yang merupakan sarana transportasi darat yang paling penting. Hal ini membawa konsekuensi terhadap semakin banyaknya kendaraan bermotor di jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas dimana-mana, opsi untuk memperlebar ruas jalan di Banjarmasin bukan keputusan yang mudah menyangkut biaya yang besar. Perekonomian adalah sektor kehidupan utama di dunia ini, oleh karenanya diperlukan dukungan keamanan untuk menjalankan segala aktivitasnya. Satuan Lalu lintas Poltabes Banjarmasin merupakan salah satu jajaran Poltabes Banjarmasin yang bertanggung jawab atas terselenggaranya kelancaran dan ketertiban arus perpindahan barang dan jasa di Banjarmasin serta keamanan akan kegiatan perpindahan tersebut di jalan. Salah satu tugasnya ialah upaya penegakan hukum dengan menggelar razia kendaraan bermotor, sekaligus bertujuan memberi keamanan terhadap orang dan benda sebagai wujud atas penanggulangan kejahatan. Dalam penulisan ini, penulis merumuskan tiga persoalan yaitu : 1) Bagaimana gambaran tingkat kejahatan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Poltabes Banjarmasin? 2) Bagaimana pelaksanaan razia kendaraan bermotor oleh anggota satlantas Poltabes Banjarmasin dalam penanggulangan kejahatan? 3) Faktor apa raja yang menjadi kendala pelaksanaan razia kendaraan bermotor Satlantas Poltabes Banjarmasin dalam penanggulangan kejahatan? Dalam pembahasannya, penulis menggunakan teori-teori antara lain : konsep Kinerja, konsep penegakan hukum, konsep razia, konsep koordinasi, teori Manajemen, teori SWOT. Kesimpulan yang bisa diambil dari Kinerja anggota satlantas Poltabes Banjarmasin pada pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan adalah : 1) Tingkat Kejahatan di wilayah Hukum Poltabes Banjarmasin masih cukup tinggi, khususnya pada tingkat kejahatan. 2) Upaya yang difaksanakan oleh satlantas Poltabes Banjarmasin untuk penanggulangan kejahatan (preventif atau represif) adalah dengan pelaksanaan razia kendaraan bermotor. 3) Dengan teori SWOT sebagai pisau analisa maka faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan dapat diinventarisir dan dicari solusinya. Saran penulis untuk Satlantas Poltabes Banjarmasin : 1) Tetap mengusahakan anggota yang belum mengikuti kejuruan Lantas. 2) Koordinasi dengan fungsi lain. 3) Sosialisasi kepada masyarakat akan arti pentingnya razia terhadap penangulangan kejahatan sehingga masyarakat ikut mendukung pelaksanaan razia. 4) Dalam pelaksanaan razia agar diikutsertakan Detasemen Polisi Militer untuk mengantisipasi anggota TNI yang menolak diperiksa ketika dirazia oleh anggota Sat Lantas Poltabes Banjarmasin.

File Digital

52-09-091.pdf
skripsi/52-09-091.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8199. (2009). Kinerja anggota sat lantas poltabes banjarmasin pada pelaksanaan razia kendaraan bermotor dalam rangka penanggulangan kejahatan. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.