Cover tidak tersedia
Judul
Internalisasi norma-norma pada personel detasemen satuan III pelopor dalam penanggulangan unjuk rasa anarkis
Pengarang
Riski Fara Sandy
No. Panggil
52-09-069
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8190

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-069
100Entri Utama Nama orang 8191
245Judul Utama Internalisasi norma-norma pada personel detasemen satuan III pelopor dalam penanggulangan unjuk rasa anarkis
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xi, 60 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Proses menuju Polisi Sipil merupakan tujuan dari reformasi dalam tubuh Polri. Maka dari itu, perubahan harus dilakukan secara simultan, sehingga akan menghasilkan sinergi yang menjadi percepatan dalam mencapai tujuan. Parameter yang menjadi indikator Polisi Sipil, yaitu profesional, proporsional, demokrasi, menjunjung tinggi HAM, transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, dan sikap protagonis. Sehingga perubahan struktural secara pasti diikuti dengan perubahan instrumental dan kultural. Detasemen B Satuan IIl Pelopor Korps Brimob sebagai salah satu kekuatan Polri memiliki tugas menyiapkan dan menyiagakan bantuan kekuatan, sudah memulai dengan pelatihan-pelatihan maupun pendalaman-pendalaman materi yang telah ditetapkan dalam Budomlak (Buku Pedoman PeIaksanaan). Terutama dalarn rnenghadapi unjuk rasa sebagai wujud telah berjalannya demokratisasi, pembenahan menuju Polri yang profesional, bermoral dan modem terus dilakukan pada jajaran personel Detasemen B Satuan III Pelopor.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk internalisasi norma-norma pada personel Detasemen B dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengamatan, wawancara dan pemeriksaan dokurnen. Dengan teknik pengumpulan data tersebut penulis dapat menghimpun data dan fakta yang berkaitan dengan pokok pembahasan dalarn penulisan ini. Penulis menggunakan kepustakaan konseptual dari konsep internalisasi serta menggunakan teori kepemimpinan karismatik, teori perubahan tiga langkah berurutan dan teori pendekatan perubahan.
Dari analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa proses intemalisasi norma-norms pada personel Detasemen B telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada seperti Budomlak PHi dan peraturan lain maupun doktrin-doktrin melalui motto " Jiwa Ragaku Derni Kemanusiaan ", selain itu proses internalisasi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor utarrna seperti ketentuan hukum, personel, sarana dan fasilitas, serta gaya kepemimpinan komandan kompinya.
Penulis menyimpulkan bahwa dalam proses internalisasi norma-norma ini, gaya kepemimpinan pars unsur pimpinan di jajaran Detasemen B merupakan faktor terpenting dalam pelaksanaannya. Dan penulis menyarankan agar setiap komandan di lingkurngan Detasemen B dalam proses internalisasi untuk memimpin dengan penuh karismatik agar anggota merasa yakin bahwa suatu perubahan itu sangat perlu untuk mencapai tujuan keamanan dalarn negeri.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8190
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-069 52-09-069 52-09-069 TERSEDIA

Abstrak

Proses menuju Polisi Sipil merupakan tujuan dari reformasi dalam tubuh Polri. Maka dari itu, perubahan harus dilakukan secara simultan, sehingga akan menghasilkan sinergi yang menjadi percepatan dalam mencapai tujuan. Parameter yang menjadi indikator Polisi Sipil, yaitu profesional, proporsional, demokrasi, menjunjung tinggi HAM, transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, dan sikap protagonis. Sehingga perubahan struktural secara pasti diikuti dengan perubahan instrumental dan kultural. Detasemen B Satuan IIl Pelopor Korps Brimob sebagai salah satu kekuatan Polri memiliki tugas menyiapkan dan menyiagakan bantuan kekuatan, sudah memulai dengan pelatihan-pelatihan maupun pendalaman-pendalaman materi yang telah ditetapkan dalam Budomlak (Buku Pedoman PeIaksanaan). Terutama dalarn rnenghadapi unjuk rasa sebagai wujud telah berjalannya demokratisasi, pembenahan menuju Polri yang profesional, bermoral dan modem terus dilakukan pada jajaran personel Detasemen B Satuan III Pelopor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk internalisasi norma-norma pada personel Detasemen B dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengamatan, wawancara dan pemeriksaan dokurnen. Dengan teknik pengumpulan data tersebut penulis dapat menghimpun data dan fakta yang berkaitan dengan pokok pembahasan dalarn penulisan ini. Penulis menggunakan kepustakaan konseptual dari konsep internalisasi serta menggunakan teori kepemimpinan karismatik, teori perubahan tiga langkah berurutan dan teori pendekatan perubahan. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa proses intemalisasi norma-norms pada personel Detasemen B telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada seperti Budomlak PHi dan peraturan lain maupun doktrin-doktrin melalui motto " Jiwa Ragaku Derni Kemanusiaan ", selain itu proses internalisasi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor utarrna seperti ketentuan hukum, personel, sarana dan fasilitas, serta gaya kepemimpinan komandan kompinya. Penulis menyimpulkan bahwa dalam proses internalisasi norma-norma ini, gaya kepemimpinan pars unsur pimpinan di jajaran Detasemen B merupakan faktor terpenting dalam pelaksanaannya. Dan penulis menyarankan agar setiap komandan di lingkurngan Detasemen B dalam proses internalisasi untuk memimpin dengan penuh karismatik agar anggota merasa yakin bahwa suatu perubahan itu sangat perlu untuk mencapai tujuan keamanan dalarn negeri.

File Digital

52-09-069.pdf
skripsi/52-09-069.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8191. (2009). Internalisasi norma-norma pada personel detasemen satuan III pelopor dalam penanggulangan unjuk rasa anarkis. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.