Cover tidak tersedia
Judul
Perubahan perilaku anggota pengendalian huru hara (PHH) Brimob detasemen (satuan 11 pelopor dalam menanggulangi kerusuhan massa diwilayah Bogor
Pengarang
Mada Ramadita
No. Panggil
52-09-059
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
4707

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-059
100Entri Utama Nama orang 8011
245Judul Utama Perubahan perilaku anggota pengendalian huru hara (PHH) Brimob detasemen (satuan 11 pelopor dalam menanggulangi kerusuhan massa diwilayah Bogor
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xiii, 137 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak ggulangan Poiri, salah satunya Satuan II Pelopor pada Detasemen C, yang memiliki kemampuan dalam penindakan terhadap aksi rusuh massa. Namun pelaksanaannya, masih ada perilaku anggota yang masih melanggar ketentuan hukum, yaitu tradisi militeristik yang melekat pada diri personil dalam menjalankan tugasnya.
Tujuan penelisan ini, ingin mengetahui perilaku anggota PHH Detasemen C dalam menanggulangi terjadinya kerusuhan massa, faktor yang mempengaruhi dan perubahan perilaku yang sudah terjadi. Teori yang digunakan Teori Pengambilan Keputusan, Teori Differential Association, Teori Kepemimpinan Situasional, Konsep Faktor Pembentuk Perilaku, Konsep Perubahan Budaya Organisasi, Konsep Perubahan Kultural Brimob Poiri dan Konsep Penanggulangan Huru Hara Brimob. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 25 Maret 2009 yang berlokasi di Satuan II Pelopor melalui wawancara dan studi kepustakaan, yang dianalisis dengan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.Adanya penelitian ini, maka manfaat akademis adalah untuk menjelaskan konsep dan teori berdasarkan permasalahan, dan sumbangan ilmu pengetahuan. Secara praktis bagi masukan Poiri dan acuan untuk penelitian lanjutan.
Hasil penelitian ini menggambarkan dalam menanggulangi kerusuhan massa anggota PHH Brimob berperilaku untuk bertahan dalam suatu formasi, melakukan penindakan dan memulihkan situasi pasca terjadinya kerusuhan massa. Namun perilaku yang ditunjukkan masih adanya perilaku kekerasan yang dilakukan anggota. Hal ini tidak sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Korps Brimob Poiri No. Pot: Skep173NI112006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penanggulangan Huru Hara Brimob Poiri.
Faktor yang mempengaruhi perilaku anggota yaitu faktor internal mencakup kepemimpinan, solidaritas yang tinggi, sikap senioritas dan faktor individu anggota. Sedangkan faktor eksternal adalah tindakan massa, yang mempengaruhi perilaku anggota saat menjalankan tugasnya. Sedangkan perubahan terjadi pada penggunaan periengkapan PHH, pembentukan formasi dengan tameng sekat, budaya militeristik yang berkurang walaupun pada pelaksanaannya rnasih ditemukan, adanya tindak kekerasan oleh anggota, yang secara keseiuruhan perubahan tersebut masih belurn menyentuh transformasi kultural seining dengan berjalannya reformasi Poiri.
Saran dalam penelitian ini, bahwa Kaden C harus secara tegas menerapkan reward dan punishment, meningkatkan kemampuan anggota dalam menjalankan tugas, dan melakukan perubahan budaya militeristik yang melekat pada anggota serta mengupayakan melakukan test untuk mengetahui keadaan psikologis anggota dengan melibatkan pihak ke tiga.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 4707
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-059 52-09-059 52-09-059 TERSEDIA

Abstrak

ggulangan Poiri, salah satunya Satuan II Pelopor pada Detasemen C, yang memiliki kemampuan dalam penindakan terhadap aksi rusuh massa. Namun pelaksanaannya, masih ada perilaku anggota yang masih melanggar ketentuan hukum, yaitu tradisi militeristik yang melekat pada diri personil dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelisan ini, ingin mengetahui perilaku anggota PHH Detasemen C dalam menanggulangi terjadinya kerusuhan massa, faktor yang mempengaruhi dan perubahan perilaku yang sudah terjadi. Teori yang digunakan Teori Pengambilan Keputusan, Teori Differential Association, Teori Kepemimpinan Situasional, Konsep Faktor Pembentuk Perilaku, Konsep Perubahan Budaya Organisasi, Konsep Perubahan Kultural Brimob Poiri dan Konsep Penanggulangan Huru Hara Brimob. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 25 Maret 2009 yang berlokasi di Satuan II Pelopor melalui wawancara dan studi kepustakaan, yang dianalisis dengan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.Adanya penelitian ini, maka manfaat akademis adalah untuk menjelaskan konsep dan teori berdasarkan permasalahan, dan sumbangan ilmu pengetahuan. Secara praktis bagi masukan Poiri dan acuan untuk penelitian lanjutan. Hasil penelitian ini menggambarkan dalam menanggulangi kerusuhan massa anggota PHH Brimob berperilaku untuk bertahan dalam suatu formasi, melakukan penindakan dan memulihkan situasi pasca terjadinya kerusuhan massa. Namun perilaku yang ditunjukkan masih adanya perilaku kekerasan yang dilakukan anggota. Hal ini tidak sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Korps Brimob Poiri No. Pot: Skep173NI112006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penanggulangan Huru Hara Brimob Poiri. Faktor yang mempengaruhi perilaku anggota yaitu faktor internal mencakup kepemimpinan, solidaritas yang tinggi, sikap senioritas dan faktor individu anggota. Sedangkan faktor eksternal adalah tindakan massa, yang mempengaruhi perilaku anggota saat menjalankan tugasnya. Sedangkan perubahan terjadi pada penggunaan periengkapan PHH, pembentukan formasi dengan tameng sekat, budaya militeristik yang berkurang walaupun pada pelaksanaannya rnasih ditemukan, adanya tindak kekerasan oleh anggota, yang secara keseiuruhan perubahan tersebut masih belurn menyentuh transformasi kultural seining dengan berjalannya reformasi Poiri. Saran dalam penelitian ini, bahwa Kaden C harus secara tegas menerapkan reward dan punishment, meningkatkan kemampuan anggota dalam menjalankan tugas, dan melakukan perubahan budaya militeristik yang melekat pada anggota serta mengupayakan melakukan test untuk mengetahui keadaan psikologis anggota dengan melibatkan pihak ke tiga.

File Digital

52-09-059.pdf
skripsi/52-09-059.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8011. (2009). Perubahan perilaku anggota pengendalian huru hara (PHH) Brimob detasemen (satuan 11 pelopor dalam menanggulangi kerusuhan massa diwilayah Bogor. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.