Cover tidak tersedia
Judul
Kinerja kompi I detasemen A Satuan brimob daerah Jawa Timur dalam menangani aksi unjuk rasa anarkis diwilayah hukum Polwiltabes Surabaya
Pengarang
Hendrik Hermawan
No. Panggil
52-09-049
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8029

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-049
100Entri Utama Nama orang 8030
245Judul Utama Kinerja kompi I detasemen A Satuan brimob daerah Jawa Timur dalam menangani aksi unjuk rasa anarkis diwilayah hukum Polwiltabes Surabaya
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xi, 80 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan wujud demokrasi di Negara Indonesia seperti yang tercantum dalam UU No 9 tahun 1998 dan UUD 1945 pasal 28. Kebebasan menyampaikan pendapat biasanya dilakukan dengan kegiatan unjuk rasa, namun kebebasan itu telah di salah artikan oleh masyarakat secara luas sehingga unjuk rasa sering berjalan dengan anarkhis seperti yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, dimana massa pengunjuk rasa melakukan tindakan pengerusakan fasilitas umum, pembakaran, melempari petugas dengan batu. Melihat tindakan massa yang sudah anarkhis tersebut, maka Polda jatim menurunkan Satuan Brimobda untuk menanggulangi gangguan Kamtibmas berintensitas tinggi tersebut. Dimana masyarakat masih beranggapan bahwa anggota Brimob masih menggunakan kekerasan saat melakukan penanganan unjuk rasa. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk meneliti Kinerja Kompi 1 Detasemen A Satuan Brimobda Jawa Timur Dalam menangani unjuk rasa anarkhis di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya.
Dalarn mengukur kinerja ini penulis digunakan standar seperti yang tercantum dalam Buku Pedoman Penanggulangan Huru Hara Brimob Polri serta digunakan konsep kinerja, teori manajemen, teori motivasi dua faktor. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan metode Penelitian Field Research/penelitian lapangan. Sumber datalinformasi yang diarnbil terdiri data primer, yaitu Kapolwiltabes Surabaya, Kasat Brimob, Kaden, Danki, Ba Provost, anggota Kompi 1 Den A dan masyarakat sekitar Subaya dan Sidoarjo serta data sekunder berasal dari dokumen dan Budornlak PHH Brimob Polri. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan analisisltelaah dokumen. Serta teknik analisis data mengunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarkan kesimpulan.
Dari basil temuan didapatkan bahwa unjuk rasa anarkhis yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, massa melakukan tindakan anarkhis seperti melakukan pengerusakan fasilitas umum, membakar, dan melempari batulbotol minuman ke aparat kepolisian. Massa melakukan tindakan anarkhis karena aspirasinya tidak didengar, akibat dari tindakan anarkhis berdampak pada terganggunya kearnanan dan ketertiban umum. Tindakan massa tersebut telah memancing emosi anggota Brimob Kompi 1 Detasemen A sehingga anggota melakukan pemukulan untuk membubarkan massa pengunjuk rasa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kinerja. Kompi 1 Detsemen A Satuan Brimobda Jawa Timur ini dipengaruhi oleh beberapa sebablfaktor yang salah satunya adalah kurangnya pemaham anggota terhadap isi BUDOMLAR PHH Brimob Polri serta kurangnya pengawasan yang dilakukan pimpinan sehingga masih ada anggota yang melakukan pelanggaran.
Bahwa Kinerja Kompi I Detasemen A Satuan Brimobda Jawa Timur masih kurang optimal. Perlunya pemahaman BTJDDMLAK PI-1H agar personel dapat bekerja dengan optimal dengan menjunjung tinggi HAM serta perlunya DANK memberikan reward dan punishment kepada anggota agar Iebih termotivasi dalam bertugas serta komandan setingkat Danru dan Danton ikut melakukan pengawasan pada anggota untuk mem.inimalisir pelanggaran yang dilakukan anggota Kompi 1 Detasemen A.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8029
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-049 52-09-049 52-09-049 TERSEDIA

Abstrak

Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan wujud demokrasi di Negara Indonesia seperti yang tercantum dalam UU No 9 tahun 1998 dan UUD 1945 pasal 28. Kebebasan menyampaikan pendapat biasanya dilakukan dengan kegiatan unjuk rasa, namun kebebasan itu telah di salah artikan oleh masyarakat secara luas sehingga unjuk rasa sering berjalan dengan anarkhis seperti yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, dimana massa pengunjuk rasa melakukan tindakan pengerusakan fasilitas umum, pembakaran, melempari petugas dengan batu. Melihat tindakan massa yang sudah anarkhis tersebut, maka Polda jatim menurunkan Satuan Brimobda untuk menanggulangi gangguan Kamtibmas berintensitas tinggi tersebut. Dimana masyarakat masih beranggapan bahwa anggota Brimob masih menggunakan kekerasan saat melakukan penanganan unjuk rasa. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk meneliti Kinerja Kompi 1 Detasemen A Satuan Brimobda Jawa Timur Dalam menangani unjuk rasa anarkhis di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya. Dalarn mengukur kinerja ini penulis digunakan standar seperti yang tercantum dalam Buku Pedoman Penanggulangan Huru Hara Brimob Polri serta digunakan konsep kinerja, teori manajemen, teori motivasi dua faktor. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan metode Penelitian Field Research/penelitian lapangan. Sumber datalinformasi yang diarnbil terdiri data primer, yaitu Kapolwiltabes Surabaya, Kasat Brimob, Kaden, Danki, Ba Provost, anggota Kompi 1 Den A dan masyarakat sekitar Subaya dan Sidoarjo serta data sekunder berasal dari dokumen dan Budornlak PHH Brimob Polri. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan analisisltelaah dokumen. Serta teknik analisis data mengunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarkan kesimpulan. Dari basil temuan didapatkan bahwa unjuk rasa anarkhis yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, massa melakukan tindakan anarkhis seperti melakukan pengerusakan fasilitas umum, membakar, dan melempari batulbotol minuman ke aparat kepolisian. Massa melakukan tindakan anarkhis karena aspirasinya tidak didengar, akibat dari tindakan anarkhis berdampak pada terganggunya kearnanan dan ketertiban umum. Tindakan massa tersebut telah memancing emosi anggota Brimob Kompi 1 Detasemen A sehingga anggota melakukan pemukulan untuk membubarkan massa pengunjuk rasa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kinerja. Kompi 1 Detsemen A Satuan Brimobda Jawa Timur ini dipengaruhi oleh beberapa sebablfaktor yang salah satunya adalah kurangnya pemaham anggota terhadap isi BUDOMLAR PHH Brimob Polri serta kurangnya pengawasan yang dilakukan pimpinan sehingga masih ada anggota yang melakukan pelanggaran. Bahwa Kinerja Kompi I Detasemen A Satuan Brimobda Jawa Timur masih kurang optimal. Perlunya pemahaman BTJDDMLAK PI-1H agar personel dapat bekerja dengan optimal dengan menjunjung tinggi HAM serta perlunya DANK memberikan reward dan punishment kepada anggota agar Iebih termotivasi dalam bertugas serta komandan setingkat Danru dan Danton ikut melakukan pengawasan pada anggota untuk mem.inimalisir pelanggaran yang dilakukan anggota Kompi 1 Detasemen A.

File Digital

52-09-049.pdf
skripsi/52-09-049.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8030. (2009). Kinerja kompi I detasemen A Satuan brimob daerah Jawa Timur dalam menangani aksi unjuk rasa anarkis diwilayah hukum Polwiltabes Surabaya. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.