Cover tidak tersedia
Judul
Perilaku anggota satuan reserse kriminal kepolisian resor semarang selatan dalam penindakan preman
Pengarang
Eko Wimpiyanto
No. Panggil
52-09-042
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8122

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-042
100Entri Utama Nama orang 8123
245Judul Utama Perilaku anggota satuan reserse kriminal kepolisian resor semarang selatan dalam penindakan preman
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 76 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam penindakan preman dengan fokus penelitian yaitu penindakan preman oleh Sat Reskrim Polres Semarang Selatan, perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam penindakan preman tersebut dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota Sat Reskrim. Polres Semarang Selatan tersebut.
Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual berupa konsep perilaku, perubahan budaya, perubahan budaya Polri, Manajemen Operasional Polri, penegakan hukum, penegak hukum dan premanisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian field research. Informasi didapat dari Kapolres/Wakapolres, Kaurbinops, Kasat Reskrim, Anggota Reskrim yang terlibat penindakan preman, preman yang terjaring dalam razia yang dilakukan Polres Semarang Selatan dan masyarakat umum. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan wawancara, observasi dan telaah dokunien. Sementara teknik analisis data yang dilakukan melalui tahap reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menunjukan basil yaitu penindakan preman yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dilakukan dalam bentuk operasi rutin dan operasi khusus kepolisian "Operasi Premanisme Candi 2009 Polda Jateng" yang dilaksanakan dengan langkah-langkah yang merujuk pada Manajemen Operasional Tujuh Langkah yang lazing dipergunakan pleb institusi Polri. Selain itu juga ditemukan hasil bahwa Perilaku yang ditampilkan oleh anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam pelaksanaan kegiatan preman mencerminkan perilaku yang humanis, profesional dan sesuai dengan prosedur. Hasil lain dari penelitian ini menunjukan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan yang humanis, profesional dan sesuai dengan prosedur dalam penindakan preman ini adalah faktor-faktor yang berkaitan erat dengan aspek manusia, aspek kelompok, aspek komunikasi, aspek sistem organisasi, aspek dinamika organisasi dan aspek lingkungan.
Adapun rekornendasi yang diberikan penelitian ini adalah guna mempertahankan dan meningkatkan lagi perilaku anggota Sat Reskrim yang positif dalam penindakan preman yang dilakukan di masa-masa mendatang, maka ada baiknya bila kegiatankegiatan yang berkaitan dengan aspek manusia, aspek kelompok, aspek komunikasi, aspek sistem organisasi, aspek dinamika organisasi dan aspek lingkungan dapat terns ditumbuhkernbangkan dimana hal ini arnat berkaitan dengan masalah pembinaan balk di bidang personil, rnateriil dan logistik, anggaran. Rekoniendasi lainnya adalah perlu kiranya dilakukan studi khusus mengenai perilaku organisasi Polri, termasuk perilaku anggota-anggota organisasi Polri yang berkesinambungan agar Polri mampu untuk dihadapkan pada kondisi perkernbangan lingkungan, sosial dan budaya serf, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada ekspektasi masyarakat terhadap perilaku organisasi Polri.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8122
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-042 52-09-042 52-09-042 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam penindakan preman dengan fokus penelitian yaitu penindakan preman oleh Sat Reskrim Polres Semarang Selatan, perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam penindakan preman tersebut dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota Sat Reskrim. Polres Semarang Selatan tersebut. Penelitian ini menggunakan kepustakaan konseptual berupa konsep perilaku, perubahan budaya, perubahan budaya Polri, Manajemen Operasional Polri, penegakan hukum, penegak hukum dan premanisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian field research. Informasi didapat dari Kapolres/Wakapolres, Kaurbinops, Kasat Reskrim, Anggota Reskrim yang terlibat penindakan preman, preman yang terjaring dalam razia yang dilakukan Polres Semarang Selatan dan masyarakat umum. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan wawancara, observasi dan telaah dokunien. Sementara teknik analisis data yang dilakukan melalui tahap reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan basil yaitu penindakan preman yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dilakukan dalam bentuk operasi rutin dan operasi khusus kepolisian "Operasi Premanisme Candi 2009 Polda Jateng" yang dilaksanakan dengan langkah-langkah yang merujuk pada Manajemen Operasional Tujuh Langkah yang lazing dipergunakan pleb institusi Polri. Selain itu juga ditemukan hasil bahwa Perilaku yang ditampilkan oleh anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan dalam pelaksanaan kegiatan preman mencerminkan perilaku yang humanis, profesional dan sesuai dengan prosedur. Hasil lain dari penelitian ini menunjukan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku anggota Sat Reskrim Polres Semarang Selatan yang humanis, profesional dan sesuai dengan prosedur dalam penindakan preman ini adalah faktor-faktor yang berkaitan erat dengan aspek manusia, aspek kelompok, aspek komunikasi, aspek sistem organisasi, aspek dinamika organisasi dan aspek lingkungan. Adapun rekornendasi yang diberikan penelitian ini adalah guna mempertahankan dan meningkatkan lagi perilaku anggota Sat Reskrim yang positif dalam penindakan preman yang dilakukan di masa-masa mendatang, maka ada baiknya bila kegiatankegiatan yang berkaitan dengan aspek manusia, aspek kelompok, aspek komunikasi, aspek sistem organisasi, aspek dinamika organisasi dan aspek lingkungan dapat terns ditumbuhkernbangkan dimana hal ini arnat berkaitan dengan masalah pembinaan balk di bidang personil, rnateriil dan logistik, anggaran. Rekoniendasi lainnya adalah perlu kiranya dilakukan studi khusus mengenai perilaku organisasi Polri, termasuk perilaku anggota-anggota organisasi Polri yang berkesinambungan agar Polri mampu untuk dihadapkan pada kondisi perkernbangan lingkungan, sosial dan budaya serf, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada ekspektasi masyarakat terhadap perilaku organisasi Polri.

File Digital

52-09-042.pdf
skripsi/52-09-042.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8123. (2009). Perilaku anggota satuan reserse kriminal kepolisian resor semarang selatan dalam penindakan preman. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.