Cover tidak tersedia
Judul
Pengaruh gaya kepemimpinan komandan kompi brimob terhadap penanganan unjuk rasa anarkis di wilayah Polda Jatim
Pengarang
Dennie Andreas Dharmawan
No. Panggil
52-09-036
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8053

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-036
100Entri Utama Nama orang 8054
245Judul Utama Pengaruh gaya kepemimpinan komandan kompi brimob terhadap penanganan unjuk rasa anarkis di wilayah Polda Jatim
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 82 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Semenjak bergulirnya reformasi banyak sekali terjadi unjuk rasa bahkan tidak jarang aksi mereka mengarah pada tindakan melawan hukum atau anarkis. Oleh karena perlu penanganan dari aparat kepolisian termasuk Brimob. Tentunya keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh seorang pemimpin dalam hal ini komandan kompi.
Pemimpin yang resonan adalah pemimpin yang menyelaraskan diri dengan perasaan orang lain dan menggerakkan perasaan mereka kearah emosi yang positif. Dan pemimpin yang menggunakan gaya-gaya kepemimpinan yang berdampak emosi positif jelas menghasilkan hasil yang Iebih baik dari pada mereka yang tidak, sehingga akan berdampak pada peningkatan kerja baik perorangan, tim maupun organisasi termasuk dalam penanganan unjuk rasa anarkis yang merupakan salah sate tugas yang diemban Brimob.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan tujuan eksplanasi atau menjelaskan pengaruh variabel babas terhadap variabel terikat. Peneliti menentukan sampel sejumlah 117 responden dengan menggunakan tabel ukuran sampel dengan tingkat kepercayaan 5% dimana populasinya 153 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kusioner yang selanjutnya dilakukan ujii validitas dan reliabilitas untuk mengukur instrumen penelitian. Selanjutnya data dianalisis dengan regresi linier berganda yaitu dengan uji F untuk mengetahui pengaruhnya secara simultan dan uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing sub variabel. Kemudian untuk mengetahui kontribusi variabel independent terhadap variabel dependen digunakan koefisien determinasi (r2) dengan tingkat signifikan (error) dalam penelitian ini adalah 5%.
Didalam temuan penelitian mencangkup tentang gambaran umum daerah penelitian yang terdiri dan kondisi umum, visi dan misi satuan, kondisi struktural kelengkapan PHH dan data penanganan unjuk rasa yang pernah dilakukan oleh Kompi 2 Detasemen B. Selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabelitas kepada anggota yang berjurnlah 15 orang.
Pembahasan ini mengulas tentang profil responder, deskripsi jawaban responden, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan regresi linier berganda, dimana mendapatkan hasil secara sirnultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap unjuk rasa anarkis sebesar 62,6%. Sementara visioner positif signifikan sebesar 0,397, Pembimbing positf signifikan sebesar 0,832, Afiliatif positf tidak signifikan sebesar 0,084 dan demokratis positf signifikan sebesar 0,333. Kemudian gaya kepemimpinan pembimbing merupakan gaya dominant.
Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan kornandan kompi Brimob terhadap penanganan unjuk rasa sedangkan secara parsial semua berpengaruh kecuali gaya afiliatif. Oleh karenanya disarankan agar komandan kompi 2 tetap mengedepankan gaya kepemimpinan pembimbing dan meningkatkan gaya yang Iain kemudian kapada para komandan kompi Brimob hendaknya memahami bahwa keberhasilan tugas dipengaruhi oleh banyak gaya kepemimpinan sehingga diharapkan komandan kompi terampil menggunakan gaya-gaya tersebut sesuai dengan keadaan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8053
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-036 52-09-036 52-09-036 TERSEDIA

Abstrak

Semenjak bergulirnya reformasi banyak sekali terjadi unjuk rasa bahkan tidak jarang aksi mereka mengarah pada tindakan melawan hukum atau anarkis. Oleh karena perlu penanganan dari aparat kepolisian termasuk Brimob. Tentunya keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh seorang pemimpin dalam hal ini komandan kompi. Pemimpin yang resonan adalah pemimpin yang menyelaraskan diri dengan perasaan orang lain dan menggerakkan perasaan mereka kearah emosi yang positif. Dan pemimpin yang menggunakan gaya-gaya kepemimpinan yang berdampak emosi positif jelas menghasilkan hasil yang Iebih baik dari pada mereka yang tidak, sehingga akan berdampak pada peningkatan kerja baik perorangan, tim maupun organisasi termasuk dalam penanganan unjuk rasa anarkis yang merupakan salah sate tugas yang diemban Brimob. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan tujuan eksplanasi atau menjelaskan pengaruh variabel babas terhadap variabel terikat. Peneliti menentukan sampel sejumlah 117 responden dengan menggunakan tabel ukuran sampel dengan tingkat kepercayaan 5% dimana populasinya 153 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kusioner yang selanjutnya dilakukan ujii validitas dan reliabilitas untuk mengukur instrumen penelitian. Selanjutnya data dianalisis dengan regresi linier berganda yaitu dengan uji F untuk mengetahui pengaruhnya secara simultan dan uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing sub variabel. Kemudian untuk mengetahui kontribusi variabel independent terhadap variabel dependen digunakan koefisien determinasi (r2) dengan tingkat signifikan (error) dalam penelitian ini adalah 5%. Didalam temuan penelitian mencangkup tentang gambaran umum daerah penelitian yang terdiri dan kondisi umum, visi dan misi satuan, kondisi struktural kelengkapan PHH dan data penanganan unjuk rasa yang pernah dilakukan oleh Kompi 2 Detasemen B. Selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabelitas kepada anggota yang berjurnlah 15 orang. Pembahasan ini mengulas tentang profil responder, deskripsi jawaban responden, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan regresi linier berganda, dimana mendapatkan hasil secara sirnultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap unjuk rasa anarkis sebesar 62,6%. Sementara visioner positif signifikan sebesar 0,397, Pembimbing positf signifikan sebesar 0,832, Afiliatif positf tidak signifikan sebesar 0,084 dan demokratis positf signifikan sebesar 0,333. Kemudian gaya kepemimpinan pembimbing merupakan gaya dominant. Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan kornandan kompi Brimob terhadap penanganan unjuk rasa sedangkan secara parsial semua berpengaruh kecuali gaya afiliatif. Oleh karenanya disarankan agar komandan kompi 2 tetap mengedepankan gaya kepemimpinan pembimbing dan meningkatkan gaya yang Iain kemudian kapada para komandan kompi Brimob hendaknya memahami bahwa keberhasilan tugas dipengaruhi oleh banyak gaya kepemimpinan sehingga diharapkan komandan kompi terampil menggunakan gaya-gaya tersebut sesuai dengan keadaan.

File Digital

52-09-036.pdf
skripsi/52-09-036.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8054. (2009). Pengaruh gaya kepemimpinan komandan kompi brimob terhadap penanganan unjuk rasa anarkis di wilayah Polda Jatim. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.