Cover tidak tersedia
Judul
Transformasi kultural sat reskrim poltabes banda lampung dalam penindakan premanisme
Pengarang
Budi Adhy Buono
No. Panggil
52-09-035
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8177

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-035
100Entri Utama Nama orang 8178
245Judul Utama Transformasi kultural sat reskrim poltabes banda lampung dalam penindakan premanisme
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xi, 131 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Skripsi ini diangkat dad adanya permasalahan tindakan premanisme di wilayah Kotamadya Bandar Lampung yang :sudah meresahkan masyarakat dan hares ditanggulangi. oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung. Sehingga permasalahan yang diidentifikasi kedalam pokok persoalan yaitu: 1) Bagaimana terjadinya premanisme di wilayah hukum Poltabes Bandar Lampung?, 2) Bagaimana pelaksanaan transformasi kultural oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung dalam penindakan premanisme?.
Untuk membahas dua pokok persoalan, peneliti menggunakan teori
social structure and anomie, Deviance As Master Status Theory, konsep
transformasi kultural kepolisian, konsep tindakan pre-emtif, preventif dan represif, dan konsep efektivitas penegakan hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan telaah dokumen.
Dalam temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan premanisme di wilayah Bandar Lampung yang sudah meresahkan masyarakat yang ditindak oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung. Penindakan ini dilakukan dengan transformasi kultural penegakan hukum melalui quick rerspon petugas Reskrim atas laporan masyarakat dan transparansi dalam proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan preman melalui tindakan pre-emtif, preventif dan represif:
Pembahasan temuan penelitian difokuskan pada tindakan Poltabes Bandar Lampung terhadap pare preman dilakukan melalui: Pertama, Upaya pre-emptif dalam rangka penanggulangan preman, kegiatannya ditujukan untuk mengurangi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya preman.. Kedua, upaya pre-emptif dengan melibatkan keluarga, patron dan kelompok dan upaya preventif yang ditujukan untuk mencegah den meniadakan niat dan kesempatan preman melakukan aksi kejahatannya. Ketiga, upaya represif dengan melakukan penindakan secara tegas dan tuntas setiap tindak pidana yang dilakukan oleh preman yang beriaku guna memberikan efek jera.
Kesimpulan bahwa transformasi kultural penyidik Sat Reskrim dalam penindakan preman melalui quick respon dan transparansi dalam proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan preman. Adapun sarannya: 1) perlunya Pemerintah membuka Balai Latihan Kerja, 2) Periunya Sat Reskrim mengimplementasikan program quick respon dan transparansi proses penyidikan, 3) Perlunya Poltabes memberikan kesempatan secara lugs kepada anggota untuk mengikuti Dikjur dan pemberian pelatihan moral dan penanaman etika profesi kepolisian secara terprogram dan berkelanjutan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8177
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-035 52-09-035 52-09-035 TERSEDIA

Abstrak

Skripsi ini diangkat dad adanya permasalahan tindakan premanisme di wilayah Kotamadya Bandar Lampung yang :sudah meresahkan masyarakat dan hares ditanggulangi. oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung. Sehingga permasalahan yang diidentifikasi kedalam pokok persoalan yaitu: 1) Bagaimana terjadinya premanisme di wilayah hukum Poltabes Bandar Lampung?, 2) Bagaimana pelaksanaan transformasi kultural oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung dalam penindakan premanisme?. Untuk membahas dua pokok persoalan, peneliti menggunakan teori social structure and anomie, Deviance As Master Status Theory, konsep transformasi kultural kepolisian, konsep tindakan pre-emtif, preventif dan represif, dan konsep efektivitas penegakan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan telaah dokumen. Dalam temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan premanisme di wilayah Bandar Lampung yang sudah meresahkan masyarakat yang ditindak oleh Sat Reskrim Poltabes Bandar Lampung. Penindakan ini dilakukan dengan transformasi kultural penegakan hukum melalui quick rerspon petugas Reskrim atas laporan masyarakat dan transparansi dalam proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan preman melalui tindakan pre-emtif, preventif dan represif: Pembahasan temuan penelitian difokuskan pada tindakan Poltabes Bandar Lampung terhadap pare preman dilakukan melalui: Pertama, Upaya pre-emptif dalam rangka penanggulangan preman, kegiatannya ditujukan untuk mengurangi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya preman.. Kedua, upaya pre-emptif dengan melibatkan keluarga, patron dan kelompok dan upaya preventif yang ditujukan untuk mencegah den meniadakan niat dan kesempatan preman melakukan aksi kejahatannya. Ketiga, upaya represif dengan melakukan penindakan secara tegas dan tuntas setiap tindak pidana yang dilakukan oleh preman yang beriaku guna memberikan efek jera. Kesimpulan bahwa transformasi kultural penyidik Sat Reskrim dalam penindakan preman melalui quick respon dan transparansi dalam proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan preman. Adapun sarannya: 1) perlunya Pemerintah membuka Balai Latihan Kerja, 2) Periunya Sat Reskrim mengimplementasikan program quick respon dan transparansi proses penyidikan, 3) Perlunya Poltabes memberikan kesempatan secara lugs kepada anggota untuk mengikuti Dikjur dan pemberian pelatihan moral dan penanaman etika profesi kepolisian secara terprogram dan berkelanjutan.

File Digital

52-09-035.pdf
skripsi/52-09-035.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8178. (2009). Transformasi kultural sat reskrim poltabes banda lampung dalam penindakan premanisme. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.