Cover tidak tersedia
Judul
Kultur 3 S (Senyum, Sapa, Salam) dalam mencegah laka lantas oleh sat lantas Poltabes Palembang
Pengarang
Arif Irawan
No. Panggil
52-09-032
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8136

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-032
100Entri Utama Nama orang 8137
245Judul Utama Kultur 3 S (Senyum, Sapa, Salam) dalam mencegah laka lantas oleh sat lantas Poltabes Palembang
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xii, 84 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Aspek keamanan jalan di Indonesia khususnya pada kota-kota besar memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi disebabkan beberapa faktor, antara lain manusia, kendaraan, lingkungan dan cuaca. Banyaknya peristiwa kecelakaan lalu lintas hampir semuanya disebabkan kesalahan manusia. Maka dari itu Polri berupaya memberikan pendidikan terhadap masyarakat dalam rangka pencegahan kecelakaan lalu lintas akan lebih efektif jika disertai dengan kultur 3 S (Senyum, Sapa, Salam) diharapkan dapat merubah citra negatif Poiri tersebut. Pada kenyataan di lapangan, tidak jarang dalam memberikan penyuluhan atau teguran terhadap pengguna jalan, personal selalu menampilkan kesan yang tidak simpatik sehingga citra negatif masih melekat pada umumnya dari masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan memperoleh gambaran umum tentang kultur 3 S, efektifitas kultur 3 S serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kultur 3 S dalam mencegah Laka Lantas Teori dan konsep yang digunakan adalah Kultur Polisi, Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas, Lalu lintas jalan. Konsep Efektivitas, Teori Manajemen, Teori Motivasi, Teori Perilaku
Penelitian ini memiliki tema transformasi kultural Poiri yang dilakukan di wilayah hukum Poltabes Palembang dan jadwal waktu antara bulan Maret sampai April 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, dan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, telaah dokumen dan observasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, sajian data dan tank kesimpulan.
Temuan penelitian, penerapan kultur 3 S yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1993 bagi masyarakat kota Palembang telah memiliki implikasi diantaranya penurunan angka kecelakaan lalu lintas, dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Selama ini sejak tahun 1993 sampai sekarang tahun 2009 penerapan kultur 3S di Sat Lantas Poltabes Palembang sudah berjalan dengan balk yang di indikasikan dengan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Sehingga dengan adanya Kultur 3 S yang diterapkan dapat dikatakan cukup efektif dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.Faktor-faktor yang paling utama mempengaruhi dalam pelaksanaan kultur 3 S (senyum, sapa, salam) dalam mencegah Laka Lantas oleh Satiantas Poltabes Palembang adalah perilaku dan sikap personal serta kesejahteraan personal Sat Lantas Poltabes Palembang sangat mempengaruhi terhadap tindak pungutan liar yang dilakukan. Dengan kesejahteraan yang mencukupi make dapat mencegah personal rnelakukan pungutan liar demi keuntungan dirinya. Saran, seyogyanya pimpinan Sat Lantas dapat memberikan motivasi berupa mated atau insentif dengan tujuan mensejahterakan personal Sat Lantas untuk menghindari adanya penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan. Apabila di masa yang akan datang terdapat penelitian yang sama agar memfokuskan kepada peningkatan kinerja anggota Sat Lantas dalam menerapkan kultur 3 S.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8136
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-032 52-09-032 52-09-032 TERSEDIA

Abstrak

Aspek keamanan jalan di Indonesia khususnya pada kota-kota besar memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi disebabkan beberapa faktor, antara lain manusia, kendaraan, lingkungan dan cuaca. Banyaknya peristiwa kecelakaan lalu lintas hampir semuanya disebabkan kesalahan manusia. Maka dari itu Polri berupaya memberikan pendidikan terhadap masyarakat dalam rangka pencegahan kecelakaan lalu lintas akan lebih efektif jika disertai dengan kultur 3 S (Senyum, Sapa, Salam) diharapkan dapat merubah citra negatif Poiri tersebut. Pada kenyataan di lapangan, tidak jarang dalam memberikan penyuluhan atau teguran terhadap pengguna jalan, personal selalu menampilkan kesan yang tidak simpatik sehingga citra negatif masih melekat pada umumnya dari masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan memperoleh gambaran umum tentang kultur 3 S, efektifitas kultur 3 S serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kultur 3 S dalam mencegah Laka Lantas Teori dan konsep yang digunakan adalah Kultur Polisi, Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas, Lalu lintas jalan. Konsep Efektivitas, Teori Manajemen, Teori Motivasi, Teori Perilaku Penelitian ini memiliki tema transformasi kultural Poiri yang dilakukan di wilayah hukum Poltabes Palembang dan jadwal waktu antara bulan Maret sampai April 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, dan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, telaah dokumen dan observasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, sajian data dan tank kesimpulan. Temuan penelitian, penerapan kultur 3 S yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1993 bagi masyarakat kota Palembang telah memiliki implikasi diantaranya penurunan angka kecelakaan lalu lintas, dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Selama ini sejak tahun 1993 sampai sekarang tahun 2009 penerapan kultur 3S di Sat Lantas Poltabes Palembang sudah berjalan dengan balk yang di indikasikan dengan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Sehingga dengan adanya Kultur 3 S yang diterapkan dapat dikatakan cukup efektif dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.Faktor-faktor yang paling utama mempengaruhi dalam pelaksanaan kultur 3 S (senyum, sapa, salam) dalam mencegah Laka Lantas oleh Satiantas Poltabes Palembang adalah perilaku dan sikap personal serta kesejahteraan personal Sat Lantas Poltabes Palembang sangat mempengaruhi terhadap tindak pungutan liar yang dilakukan. Dengan kesejahteraan yang mencukupi make dapat mencegah personal rnelakukan pungutan liar demi keuntungan dirinya. Saran, seyogyanya pimpinan Sat Lantas dapat memberikan motivasi berupa mated atau insentif dengan tujuan mensejahterakan personal Sat Lantas untuk menghindari adanya penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan. Apabila di masa yang akan datang terdapat penelitian yang sama agar memfokuskan kepada peningkatan kinerja anggota Sat Lantas dalam menerapkan kultur 3 S.

File Digital

52-09-032.pdf
skripsi/52-09-032.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
34930-
34930-
File fisik belum tersedia.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8137. (2009). Kultur 3 S (Senyum, Sapa, Salam) dalam mencegah laka lantas oleh sat lantas Poltabes Palembang. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.