Cover tidak tersedia
Judul
Kinerja satuan narkoba poltabes barelang dalam penyelesaian tindak pidana narkoba
Pengarang
Taufik Hidayat Thayeb
No. Panggil
52-09-024
Penerbit
PTIK
Tahun
2009
Subjek
8153

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 52-09-024
100Entri Utama Nama orang 8193
245Judul Utama Kinerja satuan narkoba poltabes barelang dalam penyelesaian tindak pidana narkoba
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2009
300Deskripsi Fisik xi, 98 hal.: 28 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Wilayah hukum Poltabes Barelang, secara geografis terietak berbatasan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia sehingga sangat berpotensi terjadi penyelundupan narkoba. Sebagai penyidik, para petugas Sat Narkoba dalam melaksanakan tugasnya, untuk mengungkapkan dan membuktikan, maka sering menemukan alat-alat bukti dari keterangan yang disimpan dengan sangat rapi, rahasia dengan menggunakan sistem canggih. Dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkoba diperlukan kinerja dan penyelesaian yang efektif, efisien dan efikisius dari personel penyidik. Kinerja yang diberikan Polri khususnya Poltabes Barelang, merupakan tolok ukur dari keberhasilan organisasi dalam pelaksanaan tugasnya menegakkan hukum. Hal ini sesuai dengan tuntutan masyarakat yaitu untuk kinerja dalam tugas penegakan hukum yang efektif dan efisien.
Teori dan Konsep yang digunakan adalah Kinerja, Penyidikan, Budaya Polisi, Tindak Pidana Narkoba, Alat Bukti, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Teori Manajemen, Manajemen Operasional Polri, Teori Kepemimpinan, Teori Koordinasi dan Program Quick Wins. Penelitian inl menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, untuk pengumpulan data, penulis melakukan wawancara, telaah dokumen dan observasi.
Temuan Penelitian: Pertama, taktik dan teknik penyelesaian tindak pidana narkoba terdiri dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Sat Narkoba Poltabes Barelang mengedepankan cara professional antara lain: mendalami informasi, melakukan interogasi dengan menghubungkan barang bukti yang ada dengan keterangan dari tersangka ditambah dengan bantuan alat teknologi yaitu data telp yang dengan menghubungkan jaringan telepon yang digunakan oleh tersangka. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi: faktor penegak hukum, merupakan faktor hambatan yang sangat menentukan jalannya pengungkapan misalnya adanya anggota Sat Narkoba yang mudah dikenali oleh pelaku tindak pidana Narkoba, sehingga menyulitkan anggota tersebut untuk masuk ke jaringan yang lebih besar lagi, kurangnya kemampuan anggota dalam mengolah informasi yang didapat dari informan sehingga target selalu lepas dari tangkapan. Ketiga, pengawasan dan pengendalian yang dilakukan adalah pengawasan melekat yang langsung pimpinan mengawasi personal dalam melakukan penyidikan dengan melakukan pengawasan langsung di lapangan dan terkadang melakukan interogasi kepada tersangka.
Kesimpulan, penyelesaian tindak pidana narkoba yang dilakukan Sat Narkoba Poltabes Barelang sudah sesuai dengan prosedur karena jauh dari tindakan yang mengedepankan kekerasan dan mewujudkan transparansi proses penyidikan. Saran, memberikan pelatihan terhadap penyidik untuk meningkatkan kemampuan melakukan teknik dan taktis penyelidikan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 8153
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
52-09-024 52-09-024 52-09-024 TERSEDIA

Abstrak

Wilayah hukum Poltabes Barelang, secara geografis terietak berbatasan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia sehingga sangat berpotensi terjadi penyelundupan narkoba. Sebagai penyidik, para petugas Sat Narkoba dalam melaksanakan tugasnya, untuk mengungkapkan dan membuktikan, maka sering menemukan alat-alat bukti dari keterangan yang disimpan dengan sangat rapi, rahasia dengan menggunakan sistem canggih. Dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkoba diperlukan kinerja dan penyelesaian yang efektif, efisien dan efikisius dari personel penyidik. Kinerja yang diberikan Polri khususnya Poltabes Barelang, merupakan tolok ukur dari keberhasilan organisasi dalam pelaksanaan tugasnya menegakkan hukum. Hal ini sesuai dengan tuntutan masyarakat yaitu untuk kinerja dalam tugas penegakan hukum yang efektif dan efisien. Teori dan Konsep yang digunakan adalah Kinerja, Penyidikan, Budaya Polisi, Tindak Pidana Narkoba, Alat Bukti, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Teori Manajemen, Manajemen Operasional Polri, Teori Kepemimpinan, Teori Koordinasi dan Program Quick Wins. Penelitian inl menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, untuk pengumpulan data, penulis melakukan wawancara, telaah dokumen dan observasi. Temuan Penelitian: Pertama, taktik dan teknik penyelesaian tindak pidana narkoba terdiri dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Sat Narkoba Poltabes Barelang mengedepankan cara professional antara lain: mendalami informasi, melakukan interogasi dengan menghubungkan barang bukti yang ada dengan keterangan dari tersangka ditambah dengan bantuan alat teknologi yaitu data telp yang dengan menghubungkan jaringan telepon yang digunakan oleh tersangka. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi: faktor penegak hukum, merupakan faktor hambatan yang sangat menentukan jalannya pengungkapan misalnya adanya anggota Sat Narkoba yang mudah dikenali oleh pelaku tindak pidana Narkoba, sehingga menyulitkan anggota tersebut untuk masuk ke jaringan yang lebih besar lagi, kurangnya kemampuan anggota dalam mengolah informasi yang didapat dari informan sehingga target selalu lepas dari tangkapan. Ketiga, pengawasan dan pengendalian yang dilakukan adalah pengawasan melekat yang langsung pimpinan mengawasi personal dalam melakukan penyidikan dengan melakukan pengawasan langsung di lapangan dan terkadang melakukan interogasi kepada tersangka. Kesimpulan, penyelesaian tindak pidana narkoba yang dilakukan Sat Narkoba Poltabes Barelang sudah sesuai dengan prosedur karena jauh dari tindakan yang mengedepankan kekerasan dan mewujudkan transparansi proses penyidikan. Saran, memberikan pelatihan terhadap penyidik untuk meningkatkan kemampuan melakukan teknik dan taktis penyelidikan.

File Digital

52-09-024.pdf
skripsi/52-09-024.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
8193. (2009). Kinerja satuan narkoba poltabes barelang dalam penyelesaian tindak pidana narkoba. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.