Cover tidak tersedia
Judul
Hubungan antara kemampuan penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan
Pengarang
Roman Smaradhana Elhaj
No. Panggil
51-08-113
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek
18804

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 51-08-113
100Entri Utama Nama orang 3806
245Judul Utama Hubungan antara kemampuan penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik xx, 133 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Setiap orang yang menjadi korban suatu kejahatan membutuhkan perlindungan balk fisik maupun psikis sebagaimana diatur melalui Undang-Undang Nomor 13 Tabun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Polri sebagai aparat penegak hukum yang salt, diberi kewenangan untuk memberikan perlindungan terhadap korban kejahatan mulai sejak dilaporkannya suatu tindak kejahatan hingga proses persidangan. Salah satu unsur pelaksana Polri yang wajib memperhatikan hak-hak korban tersebut adalah Satreskrim Polres Cirebon yang berada di organisasi kerja Polres Cirebon.
Upaya perlindungan yang diberikan para penyidik di Satreskrim Polres Cirebon kepada korban tercermin dari kualitas pelayanan sebagai tolak ukur keberhasilan pemberian pelayanan. Sedangkan kualitas pelayanan sendiri dapat dipengaruhi oleh sejumlah kemampuan yang dimiliki oleh para penyidik di Satreskrim Polres Cirebon selama memberi perlindungan. Berdasarkan kenyataan tersebut, penelitian ini berusaha untuk melihat apakah ada hubungan antara kemampuan penyidik di Satreskrim Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan.
Variabel independen di dalam penelitian ini adalah kemampuan penyidik yang terdiri dari tiga dimensi, sedangkan variabel dependen penelitian ialah kualitas pelayanan yang diukur melalui lima dimensi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang ditujukan kepada para penyidik dan para korban yang kasusnya sedang disidik. Langkah selanjutnya dikembangkan sebuah instrumen berupa pertanyaan-pertanyaan survei yang akan digunakan untuk mengukur bermacammacam variabel. Masing-masing responden diambil berdasarkan sampel dari populasi yang akan diteliti, kepada mereka diberikan pertanyaan-pertanyaan survei yang kemudian diisi oleh para responden sendiri.
Analisis data menggunakan teknik validitas dan reliabilitas yang menghasilkan skor alpha > 0,5, dan untuk uji korelasinya menggunakan uji Product moments dari Pearson yang menghasilkan skor 0,501, berarti terdapat hubungan positif antara variabel kemampuan penyidik di Satreskrim Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan.
Hubungan positif dari hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kemampuan penyidik memang mempunyai hubungan dengan tingkat kualitas pelayanan. Untuk lebih memastikan seberapa besar kontribusinya penulis kembali melakukan pengujian regresi sederhana untuk melihat Adjusted R Square yang menghasilkan skor 0,231 yang berarti variabel kemampuan penyidik menyumbang sebanyak 23,1% terhadap munculnya kualitas pelayanan, sedangkan 76,9% sisanya disumbangkan oleh variabel lain. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya kualitas pelayanan muncul dari faktor-faktor/variabelvariabel lain yang kompleks (misalnya: kepangkatan penyidik, anggaran, motivasi, kepemimpinan dan lain-lain).
Walaupun demikian hendaknya para pimpinan dalam institusi Polri memberikan perhatian dalam meningkatkan kemampuan kepada personelnya karena kemampuan penyidik merupakan salah satu faktor yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan kemampuan yang diberikan dapat berbentuk kemampuan kognitif, afektif dan kemampuan aktif.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 18804
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
51-08-113 51-08-113 51-08-113 TERSEDIA

Abstrak

Setiap orang yang menjadi korban suatu kejahatan membutuhkan perlindungan balk fisik maupun psikis sebagaimana diatur melalui Undang-Undang Nomor 13 Tabun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Polri sebagai aparat penegak hukum yang salt, diberi kewenangan untuk memberikan perlindungan terhadap korban kejahatan mulai sejak dilaporkannya suatu tindak kejahatan hingga proses persidangan. Salah satu unsur pelaksana Polri yang wajib memperhatikan hak-hak korban tersebut adalah Satreskrim Polres Cirebon yang berada di organisasi kerja Polres Cirebon. Upaya perlindungan yang diberikan para penyidik di Satreskrim Polres Cirebon kepada korban tercermin dari kualitas pelayanan sebagai tolak ukur keberhasilan pemberian pelayanan. Sedangkan kualitas pelayanan sendiri dapat dipengaruhi oleh sejumlah kemampuan yang dimiliki oleh para penyidik di Satreskrim Polres Cirebon selama memberi perlindungan. Berdasarkan kenyataan tersebut, penelitian ini berusaha untuk melihat apakah ada hubungan antara kemampuan penyidik di Satreskrim Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan. Variabel independen di dalam penelitian ini adalah kemampuan penyidik yang terdiri dari tiga dimensi, sedangkan variabel dependen penelitian ialah kualitas pelayanan yang diukur melalui lima dimensi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang ditujukan kepada para penyidik dan para korban yang kasusnya sedang disidik. Langkah selanjutnya dikembangkan sebuah instrumen berupa pertanyaan-pertanyaan survei yang akan digunakan untuk mengukur bermacammacam variabel. Masing-masing responden diambil berdasarkan sampel dari populasi yang akan diteliti, kepada mereka diberikan pertanyaan-pertanyaan survei yang kemudian diisi oleh para responden sendiri. Analisis data menggunakan teknik validitas dan reliabilitas yang menghasilkan skor alpha > 0,5, dan untuk uji korelasinya menggunakan uji Product moments dari Pearson yang menghasilkan skor 0,501, berarti terdapat hubungan positif antara variabel kemampuan penyidik di Satreskrim Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan. Hubungan positif dari hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kemampuan penyidik memang mempunyai hubungan dengan tingkat kualitas pelayanan. Untuk lebih memastikan seberapa besar kontribusinya penulis kembali melakukan pengujian regresi sederhana untuk melihat Adjusted R Square yang menghasilkan skor 0,231 yang berarti variabel kemampuan penyidik menyumbang sebanyak 23,1% terhadap munculnya kualitas pelayanan, sedangkan 76,9% sisanya disumbangkan oleh variabel lain. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya kualitas pelayanan muncul dari faktor-faktor/variabelvariabel lain yang kompleks (misalnya: kepangkatan penyidik, anggaran, motivasi, kepemimpinan dan lain-lain). Walaupun demikian hendaknya para pimpinan dalam institusi Polri memberikan perhatian dalam meningkatkan kemampuan kepada personelnya karena kemampuan penyidik merupakan salah satu faktor yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan kemampuan yang diberikan dapat berbentuk kemampuan kognitif, afektif dan kemampuan aktif.

File Digital

51-08-113.pdf
skripsi/51-08-113.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3806. (2008). Hubungan antara kemampuan penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon dengan kualitas pelayanan kepada korban kejahatan. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.