Cover tidak tersedia
Judul
Peranan satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa anarkis
Pengarang
Ade Adriansyah Saputra
No. Panggil
51-08-101
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek
3775

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 51-08-101
100Entri Utama Nama orang 3776
245Judul Utama Peranan satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa anarkis
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik xi, 93 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian dilakukan dengan latar belakang situasi anarkhis yang terjadi dalam kegiatan aksi massa. Pada beberapa tahun terakhir ini Unjuk Rasa yang disuarakan sebagai bunga-bunga demokrasi mutai berubah dari makna menyuarakan hati rakyat menjadi satu bentuk kekerasan yang mulai mengganggu ketentraman masyarakat lain yang beraktifitas. Sehingga dengan aksi-aksi kekerasan tersebut penulis ingin mengungkap peranan dari satuan intelkam dalam mengantisipasi aksi anarkhis tersebut.

Penulis menggunakan kepustakaan konseptual teori social defence dari Marc, teori manajemen menurut Sondang P Siagian, teori pencegahan kejahatan yang diungkap oleh J. Junger Tas, Teori Game oleh Emil Sorel, John Von Neumann, dan Anatol Rapoport serta konsep pelayanan Polri secara prima. Dengan menggunakan kerangka berpikir bahwa unsur aksi unjuk rasa, pengamanan, dan upaya penanggulangan memiliki sating keterkaitan.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pendekatan tersebut, pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan pemeriksaan dokumen berkaitan dengan peranan intelijen dalam antisipasi aksi massa yang anarkhis, selanjutnya dipaparkan faktor-faktor pendukung sekaligus penghambat yang mempengaruhi kuatitas pelayanan satuan intel Poiri.

Dalam temuan mengenai aksi unjuk rasa tersebut disebutkan bahwa tugas dari Sat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat lebih diutamakan pada upaya-upaya penyusupan terhadap kelompok massa tersebut dengan mencoba menanamkan jaringan. Dan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi adalah kemampuan personal dan anggaran yang tersedia, selain itu upaya untuk pelaksanaan prosedur perijinan yang berguna sebagai informasi awal tetap dipenuhi sesuai ketentuan perundangan.

Pada bagian pembahasan dikupas mengenai sejauh mana peran dari Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam mengantisipasi aksi anarkhis yang terjadi dan apakah sudah sesuai dengan konsep teori yang digunakan. Serta bagaimana upaya yang telah dilakukan dalam tugas satuan intelkam untuk mengendalikan situasi yang terjadi dalam aksi unjuk rasa yang berubah menjadi anarkhis.

Pada bagian penutup, kesimpulan yang dihasilkan adalah sudah sejauh apa peranan dari Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam hal antisipasi aksi tersebut dan apa hasil yang telah didapatkan dari upaya-upaya Satuan Intelkam tersebut. Saran yang dikemukakan oleh penulis adalah agar upaya-upaya dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa berupa penanaman jaringan lebih diarahkan pada saat kegiatan intelijen berjalan pada tahap awal dalam peiaksanaan tugas_ Dalam periode ke depan jaringan yang terbentuk sudah matang dan dapat menjadi basis informasi dalam kegiatan deteksi dini yang dilakukan Poiri.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3775
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
51-08-101 51-08-101 51-08-101 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian dilakukan dengan latar belakang situasi anarkhis yang terjadi dalam kegiatan aksi massa. Pada beberapa tahun terakhir ini Unjuk Rasa yang disuarakan sebagai bunga-bunga demokrasi mutai berubah dari makna menyuarakan hati rakyat menjadi satu bentuk kekerasan yang mulai mengganggu ketentraman masyarakat lain yang beraktifitas. Sehingga dengan aksi-aksi kekerasan tersebut penulis ingin mengungkap peranan dari satuan intelkam dalam mengantisipasi aksi anarkhis tersebut. Penulis menggunakan kepustakaan konseptual teori social defence dari Marc, teori manajemen menurut Sondang P Siagian, teori pencegahan kejahatan yang diungkap oleh J. Junger Tas, Teori Game oleh Emil Sorel, John Von Neumann, dan Anatol Rapoport serta konsep pelayanan Polri secara prima. Dengan menggunakan kerangka berpikir bahwa unsur aksi unjuk rasa, pengamanan, dan upaya penanggulangan memiliki sating keterkaitan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pendekatan tersebut, pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan pemeriksaan dokumen berkaitan dengan peranan intelijen dalam antisipasi aksi massa yang anarkhis, selanjutnya dipaparkan faktor-faktor pendukung sekaligus penghambat yang mempengaruhi kuatitas pelayanan satuan intel Poiri. Dalam temuan mengenai aksi unjuk rasa tersebut disebutkan bahwa tugas dari Sat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat lebih diutamakan pada upaya-upaya penyusupan terhadap kelompok massa tersebut dengan mencoba menanamkan jaringan. Dan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi adalah kemampuan personal dan anggaran yang tersedia, selain itu upaya untuk pelaksanaan prosedur perijinan yang berguna sebagai informasi awal tetap dipenuhi sesuai ketentuan perundangan. Pada bagian pembahasan dikupas mengenai sejauh mana peran dari Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam mengantisipasi aksi anarkhis yang terjadi dan apakah sudah sesuai dengan konsep teori yang digunakan. Serta bagaimana upaya yang telah dilakukan dalam tugas satuan intelkam untuk mengendalikan situasi yang terjadi dalam aksi unjuk rasa yang berubah menjadi anarkhis. Pada bagian penutup, kesimpulan yang dihasilkan adalah sudah sejauh apa peranan dari Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam hal antisipasi aksi tersebut dan apa hasil yang telah didapatkan dari upaya-upaya Satuan Intelkam tersebut. Saran yang dikemukakan oleh penulis adalah agar upaya-upaya dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa berupa penanaman jaringan lebih diarahkan pada saat kegiatan intelijen berjalan pada tahap awal dalam peiaksanaan tugas_ Dalam periode ke depan jaringan yang terbentuk sudah matang dan dapat menjadi basis informasi dalam kegiatan deteksi dini yang dilakukan Poiri.

File Digital

51-08-101.pdf
skripsi/51-08-101.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3776. (2008). Peranan satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa anarkis. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.