Cover tidak tersedia
Judul
Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Sat Brimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis
Pengarang
Piter Yanottama
No. Panggil
51-08-075
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek
3697

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 51-08-075
100Entri Utama Nama orang 3698
245Judul Utama Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Sat Brimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik xii, 163 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh informasi mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan implementasi agenda reformasi Polri dalam bidang pelayanan kepolisian di Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya selaku obyek penelitian, khususnya dan Polri umumnya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan format eksplanasi dan menggunakan metode survey. Populasi penelitian berjumlah 430 orang dan sampel nya sebanyak 80 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan, kuesioner, dan wawancara (interview), sedangkan teknik analisis datanya menggunakan uji persyaratan regresi linier (uji korelasi, uji regresi, dan uji t) dan uji asumsi (asumsi kenormalan, uji heteroskedastisitas, uji linieritas, dan uji auto korelasi). Seluruh pengolahan dan penghitungan data dalam penelitian ini, menggunakan program komputer SPSS for windows version 13.
Dari proses analisis yang telah dilakukan, diperoleh dasil , yaitu : (1) nilai koefisien korelasi sebesar 0,593, artinya bahwa tingkat pengaruh antara kecerdasan emosional dengan perilaku pelayanan tergolong dalam kategori hubungan kuat dan searah, (2) Nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,337 atau 33,7 %, artinya bahwa variabel kecerdasan emosional mampu menjelaskan keragaman variabel perilaku pelayanan anggota satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya sebesar 33,7%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. (3) Nilai t hitung (6,502)> t tabel (1,96) sehingga Ho ditolak, artinya bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis. (4) Dalam uji kenormalan nilai-p (0,873) > nilai alpa (0,05), artinya bahwa asumsi galat menyebar normal terpenuhi atau dengan kata lain data berasal dari populasi berdistribusi normal.
(5) Dalam uji heteroskedastisitas nilai-p (0,969)> nilai alpha (0,05), artinya bahwa kecerdasan emosional) telah terpenuhi asumsi komoskedastisitasnya, atau data populasinya bervarian homogen. (6) Dalam uji linieritas nilai F hitung (1,87) < F tabel (4,001), artinya bahwa memiliki makna asumsi linertas terpenuhi. (7) Dalam uji auto korelasi diperoleh nilai 1,515 <DW<2,485, artinya bahwa terdapat autokarelasi dalam hubungan antara variabel kecerdasan emosional dan variabel perilaku pelayanan.
Pada akhirnya sesuai hasil penelitian ini, penulis memberikan saran bahwa kecerdasan emosional anggota satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya perlu dipelihara dan ditingkatkan, karena telah terbukti memberi pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku pelayanan anggota satuan PHH ketika menghadapi unjuk rasa anarkis. Untuk meningkatkannya perlu diadakan pelatihan-pelatihan khusus semacam human awareness training yang menyajikan modul pembinaan personel mengenai teori dan aplikasi kecerdasan emosional.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3697
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
51-08-075 51-08-075 51-08-075 TERSEDIA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh informasi mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan implementasi agenda reformasi Polri dalam bidang pelayanan kepolisian di Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya selaku obyek penelitian, khususnya dan Polri umumnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan format eksplanasi dan menggunakan metode survey. Populasi penelitian berjumlah 430 orang dan sampel nya sebanyak 80 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan, kuesioner, dan wawancara (interview), sedangkan teknik analisis datanya menggunakan uji persyaratan regresi linier (uji korelasi, uji regresi, dan uji t) dan uji asumsi (asumsi kenormalan, uji heteroskedastisitas, uji linieritas, dan uji auto korelasi). Seluruh pengolahan dan penghitungan data dalam penelitian ini, menggunakan program komputer SPSS for windows version 13. Dari proses analisis yang telah dilakukan, diperoleh dasil , yaitu : (1) nilai koefisien korelasi sebesar 0,593, artinya bahwa tingkat pengaruh antara kecerdasan emosional dengan perilaku pelayanan tergolong dalam kategori hubungan kuat dan searah, (2) Nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,337 atau 33,7 %, artinya bahwa variabel kecerdasan emosional mampu menjelaskan keragaman variabel perilaku pelayanan anggota satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya sebesar 33,7%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. (3) Nilai t hitung (6,502)> t tabel (1,96) sehingga Ho ditolak, artinya bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis. (4) Dalam uji kenormalan nilai-p (0,873) > nilai alpa (0,05), artinya bahwa asumsi galat menyebar normal terpenuhi atau dengan kata lain data berasal dari populasi berdistribusi normal. (5) Dalam uji heteroskedastisitas nilai-p (0,969)> nilai alpha (0,05), artinya bahwa kecerdasan emosional) telah terpenuhi asumsi komoskedastisitasnya, atau data populasinya bervarian homogen. (6) Dalam uji linieritas nilai F hitung (1,87) < F tabel (4,001), artinya bahwa memiliki makna asumsi linertas terpenuhi. (7) Dalam uji auto korelasi diperoleh nilai 1,515 <DW<2,485, artinya bahwa terdapat autokarelasi dalam hubungan antara variabel kecerdasan emosional dan variabel perilaku pelayanan. Pada akhirnya sesuai hasil penelitian ini, penulis memberikan saran bahwa kecerdasan emosional anggota satuan PHH Detasemen C Satbrimob Polda Metro Jaya perlu dipelihara dan ditingkatkan, karena telah terbukti memberi pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku pelayanan anggota satuan PHH ketika menghadapi unjuk rasa anarkis. Untuk meningkatkannya perlu diadakan pelatihan-pelatihan khusus semacam human awareness training yang menyajikan modul pembinaan personel mengenai teori dan aplikasi kecerdasan emosional.

File Digital

51-08-075.pdf
skripsi/51-08-075.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3698. (2008). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku pelayanan anggota Satuan PHH Detasemen C Sat Brimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi unjuk rasa anarkis. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.