Cover tidak tersedia
Judul
Implementasi program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Poleil Pekalongan
Pengarang
Aries Dwi Cahyanto
No. Panggil
51-08-028
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek
3569

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 51-08-028
100Entri Utama Nama orang 3570
245Judul Utama Implementasi program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Poleil Pekalongan
100aNo. Mahasiswa
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik xii, 122 hlm.: 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak Topik bahasan skripsi ini diangkat dari adanya pelaksanaan program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Polwil Pekalongan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini bagaimana pelayanan SIM keliling yang dibahas dengan menggunakan teori kualitas pelayanan dan teori manajemen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan telaah dokumen.
Skripsi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelayanan SIM keliling ini telah menerapkan dimensi pelayanan dengan prinsip-prinsip manajemen dan juga telah mempedomani Skep/1320/VIII/1998 tantang Pelayanan Polri di era reformasi. Namun banyak hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan program pelayanan SIM keliling yaitu kurangnya sosialisasi, lemahnya koordinasi dengan pihak penyelenggara, minim sarana dan prasarana serta persepsi masyarakat akan pelayanan SIM keliling yang dilakukan oleh Polwil Pekalongan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan SIM Keliling antara lain : 1) Faktor internal adalah faktor sumber daya manusia personil Satlantas Polwil, faktor aturan yang mengatur prosedur penerbitan SIM Keliling walaupun masih sebatas TR, Faktor sarana dan prasarana yang belum lengkap serta adanya kemungkinan tindakan penyimpangan kewenangan yang dilakukan oleh personil untuk memanfaatkan jabatannya memperlancar pelayanan SIM kepada masyarakat di luar prosedur. 2) Faktor eksternal yaitu faktor keinginan masyarakat yang kuat untuk memiliki SIM dan kesadaran masyarakat tentang aturan lalu lintas dan faktor adanya budaya di masyarakat yang ingin memperlancar segala urusannya di kantor polisi khususnya pelayanan SIM di luar prosedur.
Kesimpulan bahwa progam pelayanan SIMKeliling yang dilaksnakan oleh Polwil Pekalongan berpedoman pada Skep/1320?VIII/1998 dan dalam pelaksanaannya sesuai dengan teori kualitas pelayanan yang dilakukan melalui prosedur yang sederhana dan praktis, tindakan yang cepat, tepat dan tuntas serta dengan biaya yang sah dan wajar serta terjangkau oleh masyarakat.
Berdasarkan kesimpulan maka peneliti mengemukakan beberapa saran: 1) Perlunya penambahan Bus SIM Keliling, 2) Perlunya peningkatan kualitas personil yang mengemban tugas pelayanan SIM keliling, 3) Perlunya peningkatan teknologi melalui jaringan yang online, 4) Perlunya memperbanyak pelaksanaan progam pelayanan SIM keliling.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik 3569
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
51-08-028 51-08-028 51-08-028 TERSEDIA

Abstrak

Topik bahasan skripsi ini diangkat dari adanya pelaksanaan program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Polwil Pekalongan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini bagaimana pelayanan SIM keliling yang dibahas dengan menggunakan teori kualitas pelayanan dan teori manajemen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan telaah dokumen. Skripsi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelayanan SIM keliling ini telah menerapkan dimensi pelayanan dengan prinsip-prinsip manajemen dan juga telah mempedomani Skep/1320/VIII/1998 tantang Pelayanan Polri di era reformasi. Namun banyak hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan program pelayanan SIM keliling yaitu kurangnya sosialisasi, lemahnya koordinasi dengan pihak penyelenggara, minim sarana dan prasarana serta persepsi masyarakat akan pelayanan SIM keliling yang dilakukan oleh Polwil Pekalongan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan SIM Keliling antara lain : 1) Faktor internal adalah faktor sumber daya manusia personil Satlantas Polwil, faktor aturan yang mengatur prosedur penerbitan SIM Keliling walaupun masih sebatas TR, Faktor sarana dan prasarana yang belum lengkap serta adanya kemungkinan tindakan penyimpangan kewenangan yang dilakukan oleh personil untuk memanfaatkan jabatannya memperlancar pelayanan SIM kepada masyarakat di luar prosedur. 2) Faktor eksternal yaitu faktor keinginan masyarakat yang kuat untuk memiliki SIM dan kesadaran masyarakat tentang aturan lalu lintas dan faktor adanya budaya di masyarakat yang ingin memperlancar segala urusannya di kantor polisi khususnya pelayanan SIM di luar prosedur. Kesimpulan bahwa progam pelayanan SIMKeliling yang dilaksnakan oleh Polwil Pekalongan berpedoman pada Skep/1320?VIII/1998 dan dalam pelaksanaannya sesuai dengan teori kualitas pelayanan yang dilakukan melalui prosedur yang sederhana dan praktis, tindakan yang cepat, tepat dan tuntas serta dengan biaya yang sah dan wajar serta terjangkau oleh masyarakat. Berdasarkan kesimpulan maka peneliti mengemukakan beberapa saran: 1) Perlunya penambahan Bus SIM Keliling, 2) Perlunya peningkatan kualitas personil yang mengemban tugas pelayanan SIM keliling, 3) Perlunya peningkatan teknologi melalui jaringan yang online, 4) Perlunya memperbanyak pelaksanaan progam pelayanan SIM keliling.

File Digital

51-08-028.pdf
skripsi/51-08-028.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
3570. (2008). Implementasi program pelayanan SIM keliling oleh Satlantas Poleil Pekalongan. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.