Cover tidak tersedia
- Judul
- Peran informan dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo
- Pengarang
- Mochamad Rifai
- No. Panggil
- 50-08-144
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2008
- Subjek
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 50-08-144 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 667 |
| 245Judul Utama | Peran informan dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo |
| 100aNo. Mahasiswa | 6112 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2008 |
| 300Deskripsi Fisik | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | <p>Penelitian yang dilakukan di wilayah hukum Polres Sidoarjo bertujuan untuk mengetahui bagaimana informan digunakan oleh petugas untuk mencari dan mengumpulkan informasi mengenai pelaku dan barang bukti kasus pencurian dengan kekerasan. Untuk itu penulis mengambil penelitian mengenai informan khususnya infonnan dari mantan pelaku untuk mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan. Penelitian dilakukan di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur pada tanggal 12 Mei sampai dengan tanggal 5 Juni 2008.Penelitian yang dilakukan di Polres Sidoarjo menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu untuk menggambarkan peranan informan dalam mencari informasi mengenai pelaku dan barang bukti. <p>Pada penelitian ditemukan bahwa dalam kasus tindak pidana terutama kasus pencurian dengan kekerasan dibutuhkan peran dari informan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, informan dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh petugas. Menggambarkan proses perekrutan informan yang di lakukan oleh unit idik I (satu)satuan reserse kriminal Polres Sidoarjo dan kendala-kendala yang di hadapi dalam perekrutan dan penggunaan informan. <p>Pembahasan di mulai dari gambaran umum Kabupaten Sidoarjo, karakteristik wilayah, gambaran umum tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi dan upaya yang dilakukan oleh unit Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo dengan menggunakan upaya kring serse dan penggal jalan. Karena dirasa kurang dalam upaya pengungkapan, maka dilakukan upaya perekrutan terhadap informan untuk mencari informasi yang akurat. Penulis juga menggambarkan bagaimana kendala-kendala yang di hadapi oleh petugas di dalam perekrutan informan serta upaya informan dalam melakukan penyusupan kedalam jaringan kejahatan. <p>Penulis menyarankan agar perekrutan terhadap informan terus dilakukan. karena informan. di butuhkan dalain mencari informasi yang berkaitan dengan tindak pidana terutama kasus pencurian dengan kekerasan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, petugas dapat menggunakan kreasi dan inovatifnya untuk melakukan kerjasama dengan informan.Perlu adanya perhatian terhadap biaya, waktu dan perhatian pimpinan terhadap upaya mengoptimalkan peran informan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Perhatian pimpinan terhadap keberhasilan dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan dapat berupa reward misalnya penghargaan terhadap petugas dan insentif kepada informan dilapangan. Segala kegiatan petugas dalam mencari informasi mengalami keterbatan yaitu petugas tidak dapat memasuki jaringan pelaku, sehingga peranan informan menjadi vital terhadap upaya petugas dalam mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | Nurdin Umar, W. M. Taufik Hidayat |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | Penguji, Pembimbing |
| 850Lembaga Pemilik | |
| 852Lokasi |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 50-08-144 | 50-08-144 | 50-08-144 | TERSEDIA |
Abstrak
<p>Penelitian yang dilakukan di wilayah hukum Polres Sidoarjo bertujuan untuk mengetahui bagaimana informan digunakan oleh petugas untuk mencari dan mengumpulkan informasi mengenai pelaku dan barang bukti kasus pencurian dengan kekerasan. Untuk itu penulis mengambil penelitian mengenai informan khususnya infonnan dari mantan pelaku untuk mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan. Penelitian dilakukan di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur pada tanggal 12 Mei sampai dengan tanggal 5 Juni 2008.Penelitian yang dilakukan di Polres Sidoarjo menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu untuk menggambarkan peranan informan dalam mencari informasi mengenai pelaku dan barang bukti. <p>Pada penelitian ditemukan bahwa dalam kasus tindak pidana terutama kasus pencurian dengan kekerasan dibutuhkan peran dari informan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, informan dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh petugas. Menggambarkan proses perekrutan informan yang di lakukan oleh unit idik I (satu)satuan reserse kriminal Polres Sidoarjo dan kendala-kendala yang di hadapi dalam perekrutan dan penggunaan informan. <p>Pembahasan di mulai dari gambaran umum Kabupaten Sidoarjo, karakteristik wilayah, gambaran umum tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi dan upaya yang dilakukan oleh unit Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo dengan menggunakan upaya kring serse dan penggal jalan. Karena dirasa kurang dalam upaya pengungkapan, maka dilakukan upaya perekrutan terhadap informan untuk mencari informasi yang akurat. Penulis juga menggambarkan bagaimana kendala-kendala yang di hadapi oleh petugas di dalam perekrutan informan serta upaya informan dalam melakukan penyusupan kedalam jaringan kejahatan. <p>Penulis menyarankan agar perekrutan terhadap informan terus dilakukan. karena informan. di butuhkan dalain mencari informasi yang berkaitan dengan tindak pidana terutama kasus pencurian dengan kekerasan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, petugas dapat menggunakan kreasi dan inovatifnya untuk melakukan kerjasama dengan informan.Perlu adanya perhatian terhadap biaya, waktu dan perhatian pimpinan terhadap upaya mengoptimalkan peran informan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Perhatian pimpinan terhadap keberhasilan dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan dapat berupa reward misalnya penghargaan terhadap petugas dan insentif kepada informan dilapangan. Segala kegiatan petugas dalam mencari informasi mengalami keterbatan yaitu petugas tidak dapat memasuki jaringan pelaku, sehingga peranan informan menjadi vital terhadap upaya petugas dalam mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan.
File Digital
50-08-144.pdf
skripsi/50-08-144.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
667; Nurdin Umar, W. M. Taufik Hidayat. (2008). Peran informan dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Sidoarjo. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.