Cover tidak tersedia
Judul
Pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual oleh unit pelayanan perempuan dan anak UPPA Sat Reskrim Polres Gresik
Pengarang
Herlina
No. Panggil
50-08-134
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 50-08-134
100Entri Utama Nama orang 657
245Judul Utama Pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual oleh unit pelayanan perempuan dan anak UPPA Sat Reskrim Polres Gresik
100aNo. Mahasiswa 6110
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Penderitaan yang dialami perempuan korban perkosaan dari aspek psikologis dan biologis yaitu, pertama yaitu kesengsaraan diri, baik tubuh maupun jiwanya, akibat langsung dari kebrutalan pemerkosa. Kesengsaraan dan penderitaan diri korban didasarkan atas telah dialaminya tindakan penganiayaan fisik, penyiksaan, pengancaman hingga ke pembunuhan, penuiaran penyakit seksual, kehamilan yang tidak dikehendaki, serta kecederaan jiwa berat yang berdampak segera pada saat kejadian atau beberapa lama kemudian. Kedua adalah kesengsaraan yang berupa dampak dan akibat ikutan (tidak langsung) yaitu berupa ketidakadilan sosial, khususnya akibat masyarakat patriarki yang menerapkan standart moral ganda kepada perempuan. <p>Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapat gambaran tentang permasalahan apa saja hak yang seharusnya didapatkan perempuan korban kekerasan seksual dalam proses penyidikan, kemudian bagaimana upaya pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Gresik, dan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi dalam upaya pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Gresik. <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual telah berjalan. Unit PPA telah menunjukkan peranannya. Namun demikian belum maksimal karena masih ada beberapa hak korban kekerasan seksual yang belum dipenuhi oleh Unit PPA. <p>Pada bagian akhir penulis menyimpulkan bahwa hak-hak yang seharusnya didapatkan korban kekerasan seksual dalam proses penyidikan adalah hak secara medis, hak untuk mendapatkan konseling, mendapatkan pendampingan (advokasi), hak kerahasiaan korban, hak untuk mendapatkan informasi dan perkembangan dari kasus yang dilaporkan, hak untuk tidak dipertemukan dengan pelaku. Sedangkan faktor yang menjadi penghambat yaitu kurangnya anggota Polwan. yang mempunyai pengalaman dalam penyidikan, sehingga di Unit PPA Polisi laki-laki dilibatkan dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak adanya kerjasama dengan Psykolog di Gresik, tidal( adanya dana dari penyidik untuk biaya Visum Et Repertum, tidak adanya sarana mobil dinas untuk Unit PPA.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Farouk Muhammad, Budi Susanto
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
50-08-134 50-08-134 50-08-134 TERSEDIA

Abstrak

<p>Penderitaan yang dialami perempuan korban perkosaan dari aspek psikologis dan biologis yaitu, pertama yaitu kesengsaraan diri, baik tubuh maupun jiwanya, akibat langsung dari kebrutalan pemerkosa. Kesengsaraan dan penderitaan diri korban didasarkan atas telah dialaminya tindakan penganiayaan fisik, penyiksaan, pengancaman hingga ke pembunuhan, penuiaran penyakit seksual, kehamilan yang tidak dikehendaki, serta kecederaan jiwa berat yang berdampak segera pada saat kejadian atau beberapa lama kemudian. Kedua adalah kesengsaraan yang berupa dampak dan akibat ikutan (tidak langsung) yaitu berupa ketidakadilan sosial, khususnya akibat masyarakat patriarki yang menerapkan standart moral ganda kepada perempuan. <p>Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendapat gambaran tentang permasalahan apa saja hak yang seharusnya didapatkan perempuan korban kekerasan seksual dalam proses penyidikan, kemudian bagaimana upaya pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Gresik, dan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi dalam upaya pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Gresik. <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual telah berjalan. Unit PPA telah menunjukkan peranannya. Namun demikian belum maksimal karena masih ada beberapa hak korban kekerasan seksual yang belum dipenuhi oleh Unit PPA. <p>Pada bagian akhir penulis menyimpulkan bahwa hak-hak yang seharusnya didapatkan korban kekerasan seksual dalam proses penyidikan adalah hak secara medis, hak untuk mendapatkan konseling, mendapatkan pendampingan (advokasi), hak kerahasiaan korban, hak untuk mendapatkan informasi dan perkembangan dari kasus yang dilaporkan, hak untuk tidak dipertemukan dengan pelaku. Sedangkan faktor yang menjadi penghambat yaitu kurangnya anggota Polwan. yang mempunyai pengalaman dalam penyidikan, sehingga di Unit PPA Polisi laki-laki dilibatkan dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak adanya kerjasama dengan Psykolog di Gresik, tidal( adanya dana dari penyidik untuk biaya Visum Et Repertum, tidak adanya sarana mobil dinas untuk Unit PPA.

File Digital

50-08-134.pdf
skripsi/50-08-134.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
657; Farouk Muhammad, Budi Susanto. (2008). Pemenuhan hak perempuan korban kekerasan seksual oleh unit pelayanan perempuan dan anak UPPA Sat Reskrim Polres Gresik. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.