Cover tidak tersedia
Judul
Implementasi Perpolisian Masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Wilayah Kepolisian Negara Republik Indonesia Sektor Cileungsi
Pengarang
Adi Wiyono
No. Panggil
50-08-130
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 50-08-130
100Entri Utama Nama orang 653
245Judul Utama Implementasi Perpolisian Masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Wilayah Kepolisian Negara Republik Indonesia Sektor Cileungsi
100aNo. Mahasiswa 6213
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, peran Polri tak luput dari partisipasi masyarakat. Dan melihat pentingnya hal tersebut dalam mendukung tugas Polri, maka dirumuskanlah konsep mengenai partisipasi masyarakat dalam memelihara kamtibmas dengan mengadopsi konsep Community Policing yang dianggap tepat untuk dilaksanakan di Indonesia. Konsep ini dikenal dengan istilah Perpolisian Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polri termasuk Polsek Cileungsi. <p>Yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi perpolisian masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Polsek Cileungsi yang sangat kompleks. Konsep dan teori yang saya gunakan untuk menjelaskan bentuk implementasi Perpolisian Masyarakat (Polmas) yang dilaksanakan oleh Polsek Cileungsi adalah teori kerjasama sedangkan untuk menjelaskan peran petugas Polmas dan FKPM adalah teori peranan sosial dan teori komunikasi untuk membahas kendala yang timbal dari penerapan konsep Polmas tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. <p>Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk implementasi Polmas yang dilaksanakan oleh Polsek Cileungsi yaitu petugas Polmas yang diemban oleh Babinkamtibmas dan berperan melaksanakan patroli, pelayanan, kunjungan dan penyuluhan, adanya FKPM tingkat kecamatan yang memprakarsai terbentuknya FKPM tingkat desa sejumlah 12 FKPM serta terbentuknya Jaringan Komunikasi Udara dan Ikatan Pengemudi Motor Cileungsi yang berperan dalam membantu Polsek Cileungsi dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Serta terdapat kendala dalam pengimplementasian Polmas di Polsek cileungsi baik itu faktor internal maupun eksternal. <p>Adapun saran yang diberikan adalah seyogyanya Babinkamtibmas sebagai petugas Polmas dikukuhkan dengan surat keputusan Kapolda, kemudian sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana seperti buku-buku pedoman fungsi kepolisian yang dapat mendukung petugas Polmas, serta diperlukan adanya sosialisasi Polmas kepada personil Polri, masyarakat maupun pemerintah daerah dan memberikan pelatihan pada petugas Polmas.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Mamooh S., Benyamin Lutfi
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
50-08-130 50-08-130 50-08-130 TERSEDIA

Abstrak

<p>Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, peran Polri tak luput dari partisipasi masyarakat. Dan melihat pentingnya hal tersebut dalam mendukung tugas Polri, maka dirumuskanlah konsep mengenai partisipasi masyarakat dalam memelihara kamtibmas dengan mengadopsi konsep Community Policing yang dianggap tepat untuk dilaksanakan di Indonesia. Konsep ini dikenal dengan istilah Perpolisian Masyarakat yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polri termasuk Polsek Cileungsi. <p>Yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi perpolisian masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Polsek Cileungsi yang sangat kompleks. Konsep dan teori yang saya gunakan untuk menjelaskan bentuk implementasi Perpolisian Masyarakat (Polmas) yang dilaksanakan oleh Polsek Cileungsi adalah teori kerjasama sedangkan untuk menjelaskan peran petugas Polmas dan FKPM adalah teori peranan sosial dan teori komunikasi untuk membahas kendala yang timbal dari penerapan konsep Polmas tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. <p>Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk implementasi Polmas yang dilaksanakan oleh Polsek Cileungsi yaitu petugas Polmas yang diemban oleh Babinkamtibmas dan berperan melaksanakan patroli, pelayanan, kunjungan dan penyuluhan, adanya FKPM tingkat kecamatan yang memprakarsai terbentuknya FKPM tingkat desa sejumlah 12 FKPM serta terbentuknya Jaringan Komunikasi Udara dan Ikatan Pengemudi Motor Cileungsi yang berperan dalam membantu Polsek Cileungsi dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Serta terdapat kendala dalam pengimplementasian Polmas di Polsek cileungsi baik itu faktor internal maupun eksternal. <p>Adapun saran yang diberikan adalah seyogyanya Babinkamtibmas sebagai petugas Polmas dikukuhkan dengan surat keputusan Kapolda, kemudian sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana seperti buku-buku pedoman fungsi kepolisian yang dapat mendukung petugas Polmas, serta diperlukan adanya sosialisasi Polmas kepada personil Polri, masyarakat maupun pemerintah daerah dan memberikan pelatihan pada petugas Polmas.

File Digital

50-08-130.pdf
skripsi/50-08-130.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
653; Mamooh S., Benyamin Lutfi. (2008). Implementasi Perpolisian Masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban di Wilayah Kepolisian Negara Republik Indonesia Sektor Cileungsi. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.