Cover tidak tersedia
Judul
Pelaksanaan penahanan tersangka wanita oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polri Resor Lampung Tengah
Pengarang
Temmangnganro Machmud
No. Panggil
50-08-104
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 50-08-104
100Entri Utama Nama orang 628
245Judul Utama Pelaksanaan penahanan tersangka wanita oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polri Resor Lampung Tengah
100aNo. Mahasiswa 6306
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Penahanan merupakan salah satu upaya paksa dalam kegiatan penyidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pohl) merupakan perbuatan yang mengekang kebebasan seseorang yang diduga keras sebagai pelaku tindak pidana / kejahatan dan dapat melanggar hak asasi manusia.Demikian halnya dengan penahanan terhadap tersangka wanita,hal tersebut disebabkan kurangnya fasilitas dalam pelaksanaan penahanan dan pemenuhan hak asasi wanita yang dilindungi serta adanya kerawanan terhadap tersangka wanita menjadi korban pelecehan dan kekerasan dalam pelaksanaan penahanan. <p>Permasalahan yang diangkat penults adalah : Bagaimanakah Pelaksanaan Penahanan Tersangka Wanita oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Pohl Resor Lampung Tengah ? dan untuk mempermudah arah pembahasan dalam penelitian ini, penulis merumuskan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1)Bagaimanakah prosedur pelaksanaan penahanan tersangka wanita yang diterapkan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan ? dan 2) Bagaimanakah pemenuhan hak-hak tersangka wanita dalam pelaksanaan penahanan di Polres Lampung Tengah ? <p>Penelitian yang dilaksanakan oleh penulis pada bulan Mei 2008 ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan deskriptif naratif Informasi atau data berasal Intel Dasar Polres Intelijen Polres Lampung Tengah dengan didukung dokumen-dokumen, surat-surat, dan foto-foto. Teori dan konsep yang penulis gunakan dalam pembahasan antara lain : Teori Manajemen Terry untuk membahas Pelaksanaan Penahanan Tersangka Wanita di Polres Lampung Tengah, Teori Pelayanan, Konsep HAM, dan Konsep Penahanan. <p>Peneliti menemukan adanya pelaksanaan perawatan tahanan di Polres Lampung Tengah oleh Satuan Reskrim bukan oleh Sub Bag Wattah. Penulis menyarankan dalam pelaksanaan penahanan hares lebih memperhatikan hak asasi wanita, dilihat dari hak khusus dikarenakan fungsi reproduksi wanita dan dalam pelaksanaan penahanan terhadap tersangka wanita dengan memperhatikan prinsip legalitas,nesesitas dan proporsionalitas sehingga penahanan terhadap wanita memerlukan pertimbangan yang lebih mendalam dari penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan sebagai pelayan masyarakat termasuk tahanan wanita perlu adanya petugas jaga tahanan Polisi Wanita dalam penjagaan dan pengawasan tahanan wanita di Polres Lampung Tengah.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Ronny Lihawa, Ermiady Yadi
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
50-08-104 50-08-104 50-08-104 TERSEDIA

Abstrak

<p>Penahanan merupakan salah satu upaya paksa dalam kegiatan penyidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pohl) merupakan perbuatan yang mengekang kebebasan seseorang yang diduga keras sebagai pelaku tindak pidana / kejahatan dan dapat melanggar hak asasi manusia.Demikian halnya dengan penahanan terhadap tersangka wanita,hal tersebut disebabkan kurangnya fasilitas dalam pelaksanaan penahanan dan pemenuhan hak asasi wanita yang dilindungi serta adanya kerawanan terhadap tersangka wanita menjadi korban pelecehan dan kekerasan dalam pelaksanaan penahanan. <p>Permasalahan yang diangkat penults adalah : Bagaimanakah Pelaksanaan Penahanan Tersangka Wanita oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Pohl Resor Lampung Tengah ? dan untuk mempermudah arah pembahasan dalam penelitian ini, penulis merumuskan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1)Bagaimanakah prosedur pelaksanaan penahanan tersangka wanita yang diterapkan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan ? dan 2) Bagaimanakah pemenuhan hak-hak tersangka wanita dalam pelaksanaan penahanan di Polres Lampung Tengah ? <p>Penelitian yang dilaksanakan oleh penulis pada bulan Mei 2008 ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan deskriptif naratif Informasi atau data berasal Intel Dasar Polres Intelijen Polres Lampung Tengah dengan didukung dokumen-dokumen, surat-surat, dan foto-foto. Teori dan konsep yang penulis gunakan dalam pembahasan antara lain : Teori Manajemen Terry untuk membahas Pelaksanaan Penahanan Tersangka Wanita di Polres Lampung Tengah, Teori Pelayanan, Konsep HAM, dan Konsep Penahanan. <p>Peneliti menemukan adanya pelaksanaan perawatan tahanan di Polres Lampung Tengah oleh Satuan Reskrim bukan oleh Sub Bag Wattah. Penulis menyarankan dalam pelaksanaan penahanan hares lebih memperhatikan hak asasi wanita, dilihat dari hak khusus dikarenakan fungsi reproduksi wanita dan dalam pelaksanaan penahanan terhadap tersangka wanita dengan memperhatikan prinsip legalitas,nesesitas dan proporsionalitas sehingga penahanan terhadap wanita memerlukan pertimbangan yang lebih mendalam dari penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan sebagai pelayan masyarakat termasuk tahanan wanita perlu adanya petugas jaga tahanan Polisi Wanita dalam penjagaan dan pengawasan tahanan wanita di Polres Lampung Tengah.

File Digital

50-08-104.pdf
skripsi/50-08-104.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
628; Ronny Lihawa, Ermiady Yadi. (2008). Pelaksanaan penahanan tersangka wanita oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polri Resor Lampung Tengah. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.