Cover tidak tersedia
- Judul
- Peranan tim SAR Satuan Brimob Polda Jabar dalam melakukan pencarian dan pertolongan korban bencana Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya
- Pengarang
- Wawan Setiawan
- No. Panggil
- 50-08-066
- Penerbit
- PTIK
- Tahun
- 2008
- Subjek
Metadata Lengkap
| 090No. Panggil Setempat | 50-08-066 |
|---|---|
| 100Entri Utama Nama orang | 591 |
| 245Judul Utama | Peranan tim SAR Satuan Brimob Polda Jabar dalam melakukan pencarian dan pertolongan korban bencana Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya |
| 100aNo. Mahasiswa | 6224 |
| 260aTempat Terbit | Jakarta |
| 260bPenerbit | PTIK |
| 260cTahun Terbit | 2008 |
| 300Deskripsi Fisik | |
| 500Catatan Umum | |
| 504Catatan Bibliografi | |
| 520Abstrak | <p>Indonesia merupakan Negara yang memiliki kondisi geografis yang rawan terjadi bencana alam dimana memiliki kesamaan dengan Negara Jepang dalam hal seringnya terjadi gempa bumi, tanah longsor, erupsi vulkanik dan gelombang Tsunami karena Indonesia dan Jepang sama-sama berada pada posisi Pacific Ring of Fire. Tetapi, manusia punya kuasa, akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk mereduksi dan meminimalisir kerusakan (Damages) yang ditimbulkan. Melalui penyusunan Disaster Management yang dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat bencana sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan Bencana yang ada dengan kata lain bencana alam bukan sesuatu yang ditakuti tapi harus dihadapi. <p>Polri memiliki kewenangan untuk menangani bencana seperti yang tertuang dalam pasal 14 ayat 1 bumf i UU No. 2 tahun 2002. Dalam penanganan tersebut Brimob merupakan kekuatan utama Polri dalam melakukan pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana. Dengan mengimplementasikan Polmas sebagai falsafah dalam pelaksanaan tugas diharapkan Brimob mampu mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan tugas SAR di lapangan. Sebagai contoh yang telah dilaksanakan oleh Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar dalam peristiwa bencana Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2006. <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perorangan dan satuan, tindakan yang telah dilakukan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar pada saat kejadian bencana Tsunami di Pangandaran yang dilaksanakan selama ±13 hari dari tanggal 17 s/d 30 Juli 2006. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriftif eksploratory dengan metode studi kasus untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu di Mako Satuan Brimob Polda Jabar, Pangandaran dan sekitarnya. <p>Dari hasil temuan di lapangan, Satuan Brimob Polda Jabar memiliki personil yang siap untuk menanggulangi bencana alam akan tetapi peralatan yang ada masih kurang memadai. Tindakan yang telah dilakukan oleh Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar di Pangandaran telah melaksanakan peranannya dengan mengimplementasikan Polmas sebagai falsafah dalam pelaksanaan tugas serta dalam koridor Manajemen Bencana (Disaster Management). Dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan tugasnya tersebut antara lain faktor motivasi, partisipasi masyarakat, komunikasi, anggaran dan sarana prasarana pendukung dalam pelaksanaan tugas. <p>Oleh karena itu, untuk pelaksanaan tugas kedepan, perlu dipertimbangkan agar Tim SAR Brimob didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk keperluan pencarian dan evakuasi korban serta rehabilitasi sarana dan prasarana lingkungan yang hancur/rusak akibat bencana. Selain itu, juga hams didukung dengan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan kepada personil Brimob agar diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi yang efektif dengan masyarakat sehingga dapat meraih simpati dan partisipasi dari masyarakat agar pelaksanaan tugas di lapangan dapat terlaksana dengan maksimal. |
| 528Abstrak Bahasa Lain | |
| 650Subjek Topik | |
| 653Kata Kunci | |
| 700Entri Tambahan Nama Orang | Ermiady Yadi, Novi Indah Earlyanti |
| 700cPeran Entri Tambahan Nama Orang | Penguji, Pembimbing |
| 850Lembaga Pemilik | |
| 852Lokasi |
Eksemplar / Ketersediaan
| No. Panggil | No. Induk | Barcode | Status |
|---|---|---|---|
| 50-08-066 | 50-08-066 | 50-08-066 | TERSEDIA |
Abstrak
<p>Indonesia merupakan Negara yang memiliki kondisi geografis yang rawan terjadi bencana alam dimana memiliki kesamaan dengan Negara Jepang dalam hal seringnya terjadi gempa bumi, tanah longsor, erupsi vulkanik dan gelombang Tsunami karena Indonesia dan Jepang sama-sama berada pada posisi Pacific Ring of Fire. Tetapi, manusia punya kuasa, akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk mereduksi dan meminimalisir kerusakan (Damages) yang ditimbulkan. Melalui penyusunan Disaster Management yang dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat bencana sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan Bencana yang ada dengan kata lain bencana alam bukan sesuatu yang ditakuti tapi harus dihadapi. <p>Polri memiliki kewenangan untuk menangani bencana seperti yang tertuang dalam pasal 14 ayat 1 bumf i UU No. 2 tahun 2002. Dalam penanganan tersebut Brimob merupakan kekuatan utama Polri dalam melakukan pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana. Dengan mengimplementasikan Polmas sebagai falsafah dalam pelaksanaan tugas diharapkan Brimob mampu mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan tugas SAR di lapangan. Sebagai contoh yang telah dilaksanakan oleh Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar dalam peristiwa bencana Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2006. <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perorangan dan satuan, tindakan yang telah dilakukan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar pada saat kejadian bencana Tsunami di Pangandaran yang dilaksanakan selama ±13 hari dari tanggal 17 s/d 30 Juli 2006. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriftif eksploratory dengan metode studi kasus untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu di Mako Satuan Brimob Polda Jabar, Pangandaran dan sekitarnya. <p>Dari hasil temuan di lapangan, Satuan Brimob Polda Jabar memiliki personil yang siap untuk menanggulangi bencana alam akan tetapi peralatan yang ada masih kurang memadai. Tindakan yang telah dilakukan oleh Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar di Pangandaran telah melaksanakan peranannya dengan mengimplementasikan Polmas sebagai falsafah dalam pelaksanaan tugas serta dalam koridor Manajemen Bencana (Disaster Management). Dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan tugasnya tersebut antara lain faktor motivasi, partisipasi masyarakat, komunikasi, anggaran dan sarana prasarana pendukung dalam pelaksanaan tugas. <p>Oleh karena itu, untuk pelaksanaan tugas kedepan, perlu dipertimbangkan agar Tim SAR Brimob didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk keperluan pencarian dan evakuasi korban serta rehabilitasi sarana dan prasarana lingkungan yang hancur/rusak akibat bencana. Selain itu, juga hams didukung dengan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan kepada personil Brimob agar diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi yang efektif dengan masyarakat sehingga dapat meraih simpati dan partisipasi dari masyarakat agar pelaksanaan tugas di lapangan dapat terlaksana dengan maksimal.
File Digital
50-08-066.pdf
skripsi/50-08-066.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.
QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.
Sitasi Cepat
APA
591; Ermiady Yadi, Novi Indah Earlyanti. (2008). Peranan tim SAR Satuan Brimob Polda Jabar dalam melakukan pencarian dan pertolongan korban bencana Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya. Jakarta : PTIK
Format lainnya
Review Disetujui
Belum ada review.