Cover tidak tersedia
Judul
Hubungan strategi Perpolisian Masyarakat (Polmas) terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung
Pengarang
Gusti Maychandra Lesmana
No. Panggil
50-08-039
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 50-08-039
100Entri Utama Nama orang 568
245Judul Utama Hubungan strategi Perpolisian Masyarakat (Polmas) terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung
100aNo. Mahasiswa 6373
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Polmas merupakan kebijakan yang dilakukan Polri dalam mendorong terciptanya suatu kemitraan baru dengan masyarakat. Adapun faktor utama bagi keberhasilan strategi Polmas adalah hubungan yang erat dan sating menguntungkan antara polisi dengan masyarakat. Atas dasar inilah maka dengan adanya program kemitraan ini, maka terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat, dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dari terjadinya tindak kejahatan, dimana. salah satunya adalah aksi anarkis yang dilakukan oleh geng motor. <p>Penelitian ini bersifat kuantitatif dan bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi Polmas terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor, yang terjadi di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung. Konsep yang digunakan adalah Polmas dan pencegahan kejahatan. Variabel babas yang diteliti mencakup kemitraan dengan masyarakat, pemecahan masalah dan perubahan dalam manajemen organisasi. Sedangkan variabel terikat yang diteliti terdiri dari pencegahan yang dilakukan terhadap aksi anarkis geng motor ini (melalui Polmas). Adapun untuk mendapatkan data, maka dilakukan penyebaran kuesioner terhadap 84 responden dengan teknik penarikan secara purposive sampling. Atas data yang berhasil dikumpulkan oleh penulis, maka akan dianalisis dengan menggunakan korelasional Product Moment Pearson. <p>Dari penelitian ini maka dapat diberikan hasil bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara strategi Polmas yang dilakukan oleh Polsekta Sumur Bandung terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor (berdasarkan analisis Korelasi Product Moment Pearson). Signifikansi ini dapat dilihat dari perolehan skor taraf hubungan yang kuat (0.671) antara kedua variabel penelitian di atas. Nilai skor ini mengandung pengertian bahwa strategi Polmas yang selama ini dilakukan oleh Polsekta Sumur Bandung (melalui komponen kemitraan masyarakat, pemecahan masalah, dan perubahan manajemen organisasi), telah memberikan pengaruh yang kuat untuk melakukan pencegahan terhadap aksi anarkis yang dilakukan oleh geng motor, di lingkungannya. <p>Jika dikaitkan dengan konsep 3 (tiga) komponen Polmas, maka pertama kemitraan masyarakat yang dilaksanakan oleh Polsekta Sumur Bandung dapat terlihat pada kegiatan yang dilakukan dalam menjalin kemitraan bersama masyarakat, memahami kebutuhan rasa aman dari masyarakat, menyesuaikan did terhadap lingkungannya, menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, dan melakukan komunikasi untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan Polmas. <p>Saran yang diberikan dalam penulisan skripsi ini adalah hendaknya Polsekta Sumur Bandung terus mempertahankan kegiatan Polmas yang selama ini dilakukan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat, khususnya dari ancaman dan gangguan aksi anarkis para geng motor, serta memberdayakan anggota geng motor ke arah tindakan yang bersifat positif, seperti pertandingan olahraga, musik, karang taruna, dan lain sebagainya.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Heru Setiawan, Mamooh S.
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
50-08-039 50-08-039 50-08-039 TERSEDIA

Abstrak

<p>Polmas merupakan kebijakan yang dilakukan Polri dalam mendorong terciptanya suatu kemitraan baru dengan masyarakat. Adapun faktor utama bagi keberhasilan strategi Polmas adalah hubungan yang erat dan sating menguntungkan antara polisi dengan masyarakat. Atas dasar inilah maka dengan adanya program kemitraan ini, maka terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat, dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dari terjadinya tindak kejahatan, dimana. salah satunya adalah aksi anarkis yang dilakukan oleh geng motor. <p>Penelitian ini bersifat kuantitatif dan bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi Polmas terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor, yang terjadi di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung. Konsep yang digunakan adalah Polmas dan pencegahan kejahatan. Variabel babas yang diteliti mencakup kemitraan dengan masyarakat, pemecahan masalah dan perubahan dalam manajemen organisasi. Sedangkan variabel terikat yang diteliti terdiri dari pencegahan yang dilakukan terhadap aksi anarkis geng motor ini (melalui Polmas). Adapun untuk mendapatkan data, maka dilakukan penyebaran kuesioner terhadap 84 responden dengan teknik penarikan secara purposive sampling. Atas data yang berhasil dikumpulkan oleh penulis, maka akan dianalisis dengan menggunakan korelasional Product Moment Pearson. <p>Dari penelitian ini maka dapat diberikan hasil bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara strategi Polmas yang dilakukan oleh Polsekta Sumur Bandung terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor (berdasarkan analisis Korelasi Product Moment Pearson). Signifikansi ini dapat dilihat dari perolehan skor taraf hubungan yang kuat (0.671) antara kedua variabel penelitian di atas. Nilai skor ini mengandung pengertian bahwa strategi Polmas yang selama ini dilakukan oleh Polsekta Sumur Bandung (melalui komponen kemitraan masyarakat, pemecahan masalah, dan perubahan manajemen organisasi), telah memberikan pengaruh yang kuat untuk melakukan pencegahan terhadap aksi anarkis yang dilakukan oleh geng motor, di lingkungannya. <p>Jika dikaitkan dengan konsep 3 (tiga) komponen Polmas, maka pertama kemitraan masyarakat yang dilaksanakan oleh Polsekta Sumur Bandung dapat terlihat pada kegiatan yang dilakukan dalam menjalin kemitraan bersama masyarakat, memahami kebutuhan rasa aman dari masyarakat, menyesuaikan did terhadap lingkungannya, menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, dan melakukan komunikasi untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan Polmas. <p>Saran yang diberikan dalam penulisan skripsi ini adalah hendaknya Polsekta Sumur Bandung terus mempertahankan kegiatan Polmas yang selama ini dilakukan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat, khususnya dari ancaman dan gangguan aksi anarkis para geng motor, serta memberdayakan anggota geng motor ke arah tindakan yang bersifat positif, seperti pertandingan olahraga, musik, karang taruna, dan lain sebagainya.

File Digital

50-08-039.pdf
skripsi/50-08-039.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
568; Heru Setiawan, Mamooh S.. (2008). Hubungan strategi Perpolisian Masyarakat (Polmas) terhadap upaya pencegahan aksi anarkis geng motor di wilayah hukum Polsekta Sumur Bandung. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.