Cover tidak tersedia
Judul
Peran petugas polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah polsek Kalibanteng
Pengarang
Ihsan
No. Panggil
50-08-032
Penerbit
PTIK
Tahun
2008
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 50-08-032
100Entri Utama Nama orang 561
245Judul Utama Peran petugas polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah polsek Kalibanteng
100aNo. Mahasiswa 6360
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2008
300Deskripsi Fisik xii, 102 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Skripsi ini didasarkan pada peran petugas Polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah Polsek Kali Banteng. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana peran petugas Polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah Polsek Kalibanteng. Adapun teori untuk membahas permasalahan yaitu teori komunikasi, teori manajemen, teori peran dan status, konsep Polmas, konsep deteksi dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. <p>Skripsi ini menunjukkan bahwa pemahaman petugas Polmas akan konsep Polmas diakiulisasikan melalui togas, dan fungsi dalam pelaksanaan deteksi. Pemahaman para petugas Polmas hanya sebatas pada pengertian deteksi melalui pendekatan pada masyarakat. Walaupun pemahaman para petugas Polmas masih kurang akan tetapi sebenarnya mereka telah melaksanakan kegiatan deteksi berupa wawancara dan pengamatan di wilayah binaannya dengan menggunakan berbagai macam sumber (tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat) dan masyarakat yang dijadikan informan atau jaringan. Peran petugas Polmas Polsek Kali Banteng dalam pelaksanaan kegiatan deteksi dininya, diterapkan melalui perannya sebagai motivator, d inamisator dan sebagai jaringan informasi intelijen. Dalam perannya sebagai motivator, petugas Polmas Polsek Kalibanteng telah melakukan kegiatan yang bertujuan membangun kemitraan dengan masyarakat seperti kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, agar masyarakat bersedia menaberikan informasi intelijen. Sebagai dinamisator, peran petugas Polmas di wilayah Polsek Kalibanteng belum maksimal, hal ini dapat dilihat dart minimnya kegiatan dan informasi intelijen dart FKPM. Sedangkan peran sebagai jaringan informasi telah dilaksanakan dengan baik, berupa pembuatan produk-produk laporan informasi intelijen. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan deteksi oleh petugas Polmas di wilayah Polsek Kalibanteng sebagai berikut : 1) Faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan deteksi adalah Faktor SDM (sumber daya manusia) atau kemampuan perorangan para petugas Polmas terutama kemampuan deteksi dini dan kemampuan berkomunikasi, serta belum maksimalnya dukungan dart fungsi-fungsi kepolisian lain. 2) Faktor pendukung adalah karena petugas Polmas direkrut dad petugas babinkamtibmas sehingga mereka telah menguasai wilayah binaan masing-masing, di mana setiap petugas Polmas telah membawahi satu kelurahan sesuai dengan Skep/433/VII/2006. <p>Berdasarkan temuan dan pembahasan maka disarankan sebagai berikut 1) Perlunya dilaksanakan pelatihan komunikasi efektif, 2) Perlunya Polsek Kalibanteng menentukan standard kineda bagi petugas Polmas, 3) Perlrmya Polsek Kalibanteng mengusulkan penambahan personel agar tidak terjadi rangkap jabatan, 4) Perlunya penunjukari petugas Polmas dilakukan melalui sinergitas antara fungsi.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Suprapto, Syafruddin
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
50-08-032 50-08-032 50-08-032 TERSEDIA

Abstrak

<p>Skripsi ini didasarkan pada peran petugas Polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah Polsek Kali Banteng. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana peran petugas Polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah Polsek Kalibanteng. Adapun teori untuk membahas permasalahan yaitu teori komunikasi, teori manajemen, teori peran dan status, konsep Polmas, konsep deteksi dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. <p>Skripsi ini menunjukkan bahwa pemahaman petugas Polmas akan konsep Polmas diakiulisasikan melalui togas, dan fungsi dalam pelaksanaan deteksi. Pemahaman para petugas Polmas hanya sebatas pada pengertian deteksi melalui pendekatan pada masyarakat. Walaupun pemahaman para petugas Polmas masih kurang akan tetapi sebenarnya mereka telah melaksanakan kegiatan deteksi berupa wawancara dan pengamatan di wilayah binaannya dengan menggunakan berbagai macam sumber (tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat) dan masyarakat yang dijadikan informan atau jaringan. Peran petugas Polmas Polsek Kali Banteng dalam pelaksanaan kegiatan deteksi dininya, diterapkan melalui perannya sebagai motivator, d inamisator dan sebagai jaringan informasi intelijen. Dalam perannya sebagai motivator, petugas Polmas Polsek Kalibanteng telah melakukan kegiatan yang bertujuan membangun kemitraan dengan masyarakat seperti kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, agar masyarakat bersedia menaberikan informasi intelijen. Sebagai dinamisator, peran petugas Polmas di wilayah Polsek Kalibanteng belum maksimal, hal ini dapat dilihat dart minimnya kegiatan dan informasi intelijen dart FKPM. Sedangkan peran sebagai jaringan informasi telah dilaksanakan dengan baik, berupa pembuatan produk-produk laporan informasi intelijen. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan deteksi oleh petugas Polmas di wilayah Polsek Kalibanteng sebagai berikut : 1) Faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan deteksi adalah Faktor SDM (sumber daya manusia) atau kemampuan perorangan para petugas Polmas terutama kemampuan deteksi dini dan kemampuan berkomunikasi, serta belum maksimalnya dukungan dart fungsi-fungsi kepolisian lain. 2) Faktor pendukung adalah karena petugas Polmas direkrut dad petugas babinkamtibmas sehingga mereka telah menguasai wilayah binaan masing-masing, di mana setiap petugas Polmas telah membawahi satu kelurahan sesuai dengan Skep/433/VII/2006. <p>Berdasarkan temuan dan pembahasan maka disarankan sebagai berikut 1) Perlunya dilaksanakan pelatihan komunikasi efektif, 2) Perlunya Polsek Kalibanteng menentukan standard kineda bagi petugas Polmas, 3) Perlrmya Polsek Kalibanteng mengusulkan penambahan personel agar tidak terjadi rangkap jabatan, 4) Perlunya penunjukari petugas Polmas dilakukan melalui sinergitas antara fungsi.

File Digital

50-08-032.pdf
skripsi/50-08-032.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
561; Suprapto, Syafruddin. (2008). Peran petugas polmas dalam melaksanakan kegiatan deteksi di wilayah polsek Kalibanteng. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.