Cover tidak tersedia
Judul
Proses penangkapan teroris jamaah islamiah oleh satgas bom Polri dan detasemen khusus 88 anti teror
Pengarang
Dahany Arie Fianto
No. Panggil
48-07-140
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 48-07-140
100Entri Utama Nama orang 476
245Judul Utama Proses penangkapan teroris jamaah islamiah oleh satgas bom Polri dan detasemen khusus 88 anti teror
100aNo. Mahasiswa 5916
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik .
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Skripsi dengan pokok permasalahan Bagaimana proses penangkapan teroris Jamaah Islamiah oleh Satgas bom dan Densus 88 Anti Teror ini terdiri dari 169 (seratus lima puluh sembilan) halaman yang terbagi menjadi 6 (enam) bab. <p>Peristiwa penangkapan Dr. Azhari di Jl. Flamboyan Batu Malang, kelompok Noordin M Top di Wonosobo dan Abu Dujana di Kemranjen Banyumas oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus terorisme di Indonesia. Di tengah semangat untuk mengungkap terorisme di Indonesia muncul berbagai komentar, baik pro maupun kontra yang mengatakan tindakan kepolisian dalam proses penangkapan dinilai improsedural dan abuse of power. Berangkat dari pemikiran di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dan jejak aksi terorisme Jamaah Islamiah di Indonesia, langkah-langkah penangkapan teroris oleh Satgas bom Polri dan Detasemen Khusus 88 AT, serta faktor-Faktor yang mempengaruhi proses penangkapan. <p>Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Iingkungan Bareskrim Polri. Pengumpulan data dilakukan di Densus 88 AT dan Sat I Gegana korps Brimob Polri. Mengingat personel Satgas bom sedang melaksanakan tugas penyelidikan dan berpindah-pindah tempat mengikuti buruan teroris maka dalam pengumpulan data primer dengan metode wawancara kepada anggota Satgas bom, penulis laksanakan dengan cara menggunakan email atau telepon. Pengumpulan data juga dilakukan disekitar tempat kejadian penangkapan khususnya di Villa Flamboyan Batu Malang, Desa Binangun Wonosobo dan Desa Kebarongan Banyumas. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai sejak penelitian pendahuluan pada bulan Agustus 2007. <p>Dalam tulisan ini digunakan beberapa teori manajemen dan pengambilan keputusan untuk menganalisis langkah-langkah penangkapan teroris oleh Satgas bom Polri dan Densus 88 Anti Teror. <p>Temuan penelitian tentang pembatasan informasi untuk menjaga kerahasiaan menyebabkan persiapan peralatan CRT tidak sesuai kebutuhan tugas dan minimnya data awal untuk penangkapan. Rekomendasi untuk atasi kendala tersebut dengan membentuk tim pendahulu guna memperlancar tugas CRT. Dari pembahasan terhadap hasil temuan maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proses penangkapan oleh Satgas bom dan Densus 88 AT yaitu pertama kepemimpinan yang dilaksanakan di dalam Satgas bom, kemampuan personel didukung dengan ketersediaan peralatan secara optimal, pelatihan berkualitas dan sesuai dengan rencana.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang H.R. Abdussalam, Suharwanu
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
48-07-140 48-07-140 48-07-140 TERSEDIA

Abstrak

<p>Skripsi dengan pokok permasalahan Bagaimana proses penangkapan teroris Jamaah Islamiah oleh Satgas bom dan Densus 88 Anti Teror ini terdiri dari 169 (seratus lima puluh sembilan) halaman yang terbagi menjadi 6 (enam) bab. <p>Peristiwa penangkapan Dr. Azhari di Jl. Flamboyan Batu Malang, kelompok Noordin M Top di Wonosobo dan Abu Dujana di Kemranjen Banyumas oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus terorisme di Indonesia. Di tengah semangat untuk mengungkap terorisme di Indonesia muncul berbagai komentar, baik pro maupun kontra yang mengatakan tindakan kepolisian dalam proses penangkapan dinilai improsedural dan abuse of power. Berangkat dari pemikiran di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dan jejak aksi terorisme Jamaah Islamiah di Indonesia, langkah-langkah penangkapan teroris oleh Satgas bom Polri dan Detasemen Khusus 88 AT, serta faktor-Faktor yang mempengaruhi proses penangkapan. <p>Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Iingkungan Bareskrim Polri. Pengumpulan data dilakukan di Densus 88 AT dan Sat I Gegana korps Brimob Polri. Mengingat personel Satgas bom sedang melaksanakan tugas penyelidikan dan berpindah-pindah tempat mengikuti buruan teroris maka dalam pengumpulan data primer dengan metode wawancara kepada anggota Satgas bom, penulis laksanakan dengan cara menggunakan email atau telepon. Pengumpulan data juga dilakukan disekitar tempat kejadian penangkapan khususnya di Villa Flamboyan Batu Malang, Desa Binangun Wonosobo dan Desa Kebarongan Banyumas. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai sejak penelitian pendahuluan pada bulan Agustus 2007. <p>Dalam tulisan ini digunakan beberapa teori manajemen dan pengambilan keputusan untuk menganalisis langkah-langkah penangkapan teroris oleh Satgas bom Polri dan Densus 88 Anti Teror. <p>Temuan penelitian tentang pembatasan informasi untuk menjaga kerahasiaan menyebabkan persiapan peralatan CRT tidak sesuai kebutuhan tugas dan minimnya data awal untuk penangkapan. Rekomendasi untuk atasi kendala tersebut dengan membentuk tim pendahulu guna memperlancar tugas CRT. Dari pembahasan terhadap hasil temuan maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proses penangkapan oleh Satgas bom dan Densus 88 AT yaitu pertama kepemimpinan yang dilaksanakan di dalam Satgas bom, kemampuan personel didukung dengan ketersediaan peralatan secara optimal, pelatihan berkualitas dan sesuai dengan rencana.

File Digital

48-07-140.pdf
skripsi/48-07-140.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
476; H.R. Abdussalam, Suharwanu. (2007). Proses penangkapan teroris jamaah islamiah oleh satgas bom Polri dan detasemen khusus 88 anti teror. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.