Cover tidak tersedia
Judul
Efektivitas peran lembaga masyarakat desa hutan (LDKH) wana makmur dalam pencegahan pencurian kayu jati di hutan Darupono Kendal
Pengarang
Dwi Agus Prianto
No. Panggil
47-07-149
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 47-07-149
100Entri Utama Nama orang 333
245Judul Utama Efektivitas peran lembaga masyarakat desa hutan (LDKH) wana makmur dalam pencegahan pencurian kayu jati di hutan Darupono Kendal
100aNo. Mahasiswa 5678
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xii, 101 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Hutan Darupono merupakan salah satu hutan produksi di Kendal yang memiliki tingkat pencurian kayu jati cukup tinggi dibandingkan dengan 1okasi hutan lainnya. Pada tahun 2002 dan 2003 sebelum diterapkan PHBM oleh LMDH Wana Makmur volume kayu yang dicuri mencapai lebih dari 4000 m3. Setelah PHBM dijalankan oleh LMDH Wana Makmur pada tahun 2004 volume pencurian kayu jati dari hutah Darupono mengalami penurunan tajam hingga pada tahun 2006 volume pencurian kayu jati adalah 523 m3. Ini menunjukkan bahwa PHBM memberikan dampak positif pada keamanan hutan Darupono. <p>Latar belakang masalah tersebut memunculkan masalah penelitian yaitu peran LMDH Wana Makmur dalam upaya mencegah pencurian kayu jati di hutan Darupono. Masalah tersebut dirumuskan dalam tiga pertanyaan pokok yaitu, pertama, tentang kondisi pencurian kayu jati di hutan Darupono pada kurun waktu 2002 hingga 2006, kedua, tentang peran LMDH Wana Makmur dalam mencegah pencurian kau jati di hutan Darupono, dan ketiga, tentang efektivitas peran LMDH Wana Makmur dalam mencegah pencurian kayo jati di hutan Darupono. <p>Konsep yang digunakan sebagai landasan teoritis penelitian ini adalah teori hirarki kebutuhan Maslow, konsep PHBM, konsep peran, konsep Polmas, konsep pencegahan kejahatan, konsep komunikasi dan konsep efektivitas peran LMDH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana analisis dilakukan dengan cara membandingkan teori yang ada dengan kenyataan berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Metode pengumpulan data adalah melalui indepth interview dan observasi lapangan serta stiidi dokumen. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kapolres Kendal, Kapolsek dan Staf Polsek Kaliwungu, Perhutani KPH Kendal, LMDH Wana Makmur dan masyarakat desa Darupono. <p>Kerangka berfikir yang menjadi dasar pemikiran dalam penelitian ini adalah bahwa Pencurian kayo jati di hutan Darupono merupakan masalah yang selalu menjadi bagian dari perlindungan hutan di KPH Kendal hingga seat Mi. KPH Kendal menyusun berbagai program yang tujuan utamanya adalah mencapai kelestatian hutan Darupono yang salah satu upayanya adalah dengan mencegah pencurian kayu jati dari hutan melalui program PHBM dengan LMDH sebagai pelalcsananya. <p>Kesimpulan dari penelitian ini pertama adalah bahwa pencurian kayu jati di hutan Darupono pada tahun 2002 hingga tahun 2004 cukup tinggi. Pendekatan pencegahan kejahatan situasiohal (situational crime prevention) men asilkan upaya pencegahan pencurian kayu jati melalui pemberdayaan LMDH Wana Makmur dalam kegiatan peningkatan pengaraanan lingkungan dan pengawasan hutan Darupono melalui program PHBM yang dimulai pada akhir tahun 2004. Tahun 2005 tercatat volume pencurian kayu di hutan Darupono mengalami penurunan hingga 76%, dan pada tahun 2006 mengalami penurunan sebesar 39% dibandingkan dengan tahun 2005. Dan data tersebut dapat kita ketahui bahwa pelaksanaan program PHBM oleh LMDH Wana Makmur cukup efektif dalam pencegahan pencurian kayu di hutan Darupono.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Ronny Lihawa, Agus Salim Bakrie
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
47-07-149 47-07-149 47-07-149 TERSEDIA

Abstrak

<p>Hutan Darupono merupakan salah satu hutan produksi di Kendal yang memiliki tingkat pencurian kayu jati cukup tinggi dibandingkan dengan 1okasi hutan lainnya. Pada tahun 2002 dan 2003 sebelum diterapkan PHBM oleh LMDH Wana Makmur volume kayu yang dicuri mencapai lebih dari 4000 m3. Setelah PHBM dijalankan oleh LMDH Wana Makmur pada tahun 2004 volume pencurian kayu jati dari hutah Darupono mengalami penurunan tajam hingga pada tahun 2006 volume pencurian kayu jati adalah 523 m3. Ini menunjukkan bahwa PHBM memberikan dampak positif pada keamanan hutan Darupono. <p>Latar belakang masalah tersebut memunculkan masalah penelitian yaitu peran LMDH Wana Makmur dalam upaya mencegah pencurian kayu jati di hutan Darupono. Masalah tersebut dirumuskan dalam tiga pertanyaan pokok yaitu, pertama, tentang kondisi pencurian kayu jati di hutan Darupono pada kurun waktu 2002 hingga 2006, kedua, tentang peran LMDH Wana Makmur dalam mencegah pencurian kau jati di hutan Darupono, dan ketiga, tentang efektivitas peran LMDH Wana Makmur dalam mencegah pencurian kayo jati di hutan Darupono. <p>Konsep yang digunakan sebagai landasan teoritis penelitian ini adalah teori hirarki kebutuhan Maslow, konsep PHBM, konsep peran, konsep Polmas, konsep pencegahan kejahatan, konsep komunikasi dan konsep efektivitas peran LMDH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana analisis dilakukan dengan cara membandingkan teori yang ada dengan kenyataan berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Metode pengumpulan data adalah melalui indepth interview dan observasi lapangan serta stiidi dokumen. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kapolres Kendal, Kapolsek dan Staf Polsek Kaliwungu, Perhutani KPH Kendal, LMDH Wana Makmur dan masyarakat desa Darupono. <p>Kerangka berfikir yang menjadi dasar pemikiran dalam penelitian ini adalah bahwa Pencurian kayo jati di hutan Darupono merupakan masalah yang selalu menjadi bagian dari perlindungan hutan di KPH Kendal hingga seat Mi. KPH Kendal menyusun berbagai program yang tujuan utamanya adalah mencapai kelestatian hutan Darupono yang salah satu upayanya adalah dengan mencegah pencurian kayu jati dari hutan melalui program PHBM dengan LMDH sebagai pelalcsananya. <p>Kesimpulan dari penelitian ini pertama adalah bahwa pencurian kayu jati di hutan Darupono pada tahun 2002 hingga tahun 2004 cukup tinggi. Pendekatan pencegahan kejahatan situasiohal (situational crime prevention) men asilkan upaya pencegahan pencurian kayu jati melalui pemberdayaan LMDH Wana Makmur dalam kegiatan peningkatan pengaraanan lingkungan dan pengawasan hutan Darupono melalui program PHBM yang dimulai pada akhir tahun 2004. Tahun 2005 tercatat volume pencurian kayu di hutan Darupono mengalami penurunan hingga 76%, dan pada tahun 2006 mengalami penurunan sebesar 39% dibandingkan dengan tahun 2005. Dan data tersebut dapat kita ketahui bahwa pelaksanaan program PHBM oleh LMDH Wana Makmur cukup efektif dalam pencegahan pencurian kayu di hutan Darupono.

File Digital

47-07-149.pdf
skripsi/47-07-149.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
333; Ronny Lihawa, Agus Salim Bakrie. (2007). Efektivitas peran lembaga masyarakat desa hutan (LDKH) wana makmur dalam pencegahan pencurian kayu jati di hutan Darupono Kendal. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.