Cover tidak tersedia
Judul
Pengaruh koordinasi antara penyidik Polda Bali dengan PPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di provinsi Bali
Pengarang
Victor Dean Mackbon
No. Panggil
47-07-107
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 47-07-107
100Entri Utama Nama orang 292
245Judul Utama Pengaruh koordinasi antara penyidik Polda Bali dengan PPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di provinsi Bali
100aNo. Mahasiswa 5459/B
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xiv, 118 p. : ill. , 30 cm
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Negara kesatuan Republik Indonesia yang letak wilayah yang sangat strategis dari Sabang sampai Merauke. Mempunyai berbagai macam flora dan fauna yang sudah langka. Yang salah satu fauna yang dilindungi adalah jenis penyu yang banyak hidup di perairan Indonesia. Seringkali penyu tersebut dikonsumsi sebagai makanan namun sebenarnya juga dimanfaatkan sebagai bagian dalam upacara keagamaan. <p>Pemanfaatan penyu di Provinsi Bali telah menjadi perhatian dunia hingga mengundang protes bahwa Bali sebagai daerah pembantai penyu terbesar di dunia. Untuk mengantisipasi upaya pemboikotan pariwisata Bali oleh dunia Internasional, maka pemerintah mengeluarkan berbagai produk hukum, untuk mengimplementasikan upaya penegakan hukum atas perdagangan penyu secara illegal antara aparat penegak hukum yaitu Penyidik Polda Bali dengan PPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Agar upaya pencapaian penegakan hukum perdagangan penyu secara illegal dapat berjalan efektif maka upaya melaksanakan koordinasi harus dilakukan secara integral dan menyeluruh secara terpadu. Koordinasi antara kedua instansi dalam upaya penaggulangan harus diupayakan sedemikian rupa sehingga terdapatnya efektivitas pencapaian sasaran tugas sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. <p>Permasalahan dalam penelitian ini mengangkat apakah koordinasi antara penyidik Polda Bali dengan PPNS BKSDA di provinsi Bali efektif terutama dalam menaggulangi perdagangan penyu illegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel-variabel koordinasi yang dilakukan antara kedua instansi secara bersama-sama, secara parsial dan variabel koordinasi yang dominan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana penyu illegal di Propinsi Bali. <p>Dalam penelitian ini koordinasi (X) sebagai variabel babas dibatasi sub variabel kewenangan dan tanggungjawab, komunikasi, kepemimpinan, hubungan dan pengawasan. Sedangkan variabel yang dipengaruhi yaitu efektivitas (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Koordinasi antara Polda Bali dan BKSDA dengan Variabel Efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali secara linear atau bersama-sama mempunyai hubungan yang kuat, dimana variabel koordinasi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variabel efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali, hal ini dinyatakan dengan kontribusinya sebesar 97,10 %.Sedangkan untuk kegiatan pengawasan dalam koordinasi yang dilakukan oleh atasan penyidik Polda maupun PPNS tidak berpengaruh terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana di Provinsi hal ini mungkin disebabkan model pengawasan yang dilakukan oleh atasan penyidik sangat ketat kurang memperhatikan. Hipotesa penelitian yang menyatakan bahwa Terdapat pengaruh signifikan koordinasi antara Polda Bali dan BKSDA terhadap Efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan Penyu illegal di provinsi Bali setelah melalui berbagai pengujian terbukti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada koordinasi antara penyidik Polda Bali dan PPNS BKSDAterhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Koesparmono Irsan, Karyoso
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
47-07-107 47-07-107 47-07-107 TERSEDIA

Abstrak

<p>Negara kesatuan Republik Indonesia yang letak wilayah yang sangat strategis dari Sabang sampai Merauke. Mempunyai berbagai macam flora dan fauna yang sudah langka. Yang salah satu fauna yang dilindungi adalah jenis penyu yang banyak hidup di perairan Indonesia. Seringkali penyu tersebut dikonsumsi sebagai makanan namun sebenarnya juga dimanfaatkan sebagai bagian dalam upacara keagamaan. <p>Pemanfaatan penyu di Provinsi Bali telah menjadi perhatian dunia hingga mengundang protes bahwa Bali sebagai daerah pembantai penyu terbesar di dunia. Untuk mengantisipasi upaya pemboikotan pariwisata Bali oleh dunia Internasional, maka pemerintah mengeluarkan berbagai produk hukum, untuk mengimplementasikan upaya penegakan hukum atas perdagangan penyu secara illegal antara aparat penegak hukum yaitu Penyidik Polda Bali dengan PPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Agar upaya pencapaian penegakan hukum perdagangan penyu secara illegal dapat berjalan efektif maka upaya melaksanakan koordinasi harus dilakukan secara integral dan menyeluruh secara terpadu. Koordinasi antara kedua instansi dalam upaya penaggulangan harus diupayakan sedemikian rupa sehingga terdapatnya efektivitas pencapaian sasaran tugas sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. <p>Permasalahan dalam penelitian ini mengangkat apakah koordinasi antara penyidik Polda Bali dengan PPNS BKSDA di provinsi Bali efektif terutama dalam menaggulangi perdagangan penyu illegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel-variabel koordinasi yang dilakukan antara kedua instansi secara bersama-sama, secara parsial dan variabel koordinasi yang dominan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana penyu illegal di Propinsi Bali. <p>Dalam penelitian ini koordinasi (X) sebagai variabel babas dibatasi sub variabel kewenangan dan tanggungjawab, komunikasi, kepemimpinan, hubungan dan pengawasan. Sedangkan variabel yang dipengaruhi yaitu efektivitas (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Koordinasi antara Polda Bali dan BKSDA dengan Variabel Efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali secara linear atau bersama-sama mempunyai hubungan yang kuat, dimana variabel koordinasi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variabel efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali, hal ini dinyatakan dengan kontribusinya sebesar 97,10 %.Sedangkan untuk kegiatan pengawasan dalam koordinasi yang dilakukan oleh atasan penyidik Polda maupun PPNS tidak berpengaruh terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana di Provinsi hal ini mungkin disebabkan model pengawasan yang dilakukan oleh atasan penyidik sangat ketat kurang memperhatikan. Hipotesa penelitian yang menyatakan bahwa Terdapat pengaruh signifikan koordinasi antara Polda Bali dan BKSDA terhadap Efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan Penyu illegal di provinsi Bali setelah melalui berbagai pengujian terbukti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada koordinasi antara penyidik Polda Bali dan PPNS BKSDAterhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di Provinsi Bali.

File Digital

47-07-107.pdf
skripsi/47-07-107.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
292; Koesparmono Irsan, Karyoso. (2007). Pengaruh koordinasi antara penyidik Polda Bali dengan PPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terhadap efektivitas penanggulangan tindak pidana perdagangan penyu illegal di provinsi Bali. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.