Cover tidak tersedia
Judul
Penyidikan terhadap illegal logging oleh sat reskrim kepolisian wilayah kota besar Semarang
Pengarang
Joko Isnawan
No. Panggil
47-07-104
Penerbit
PTIK
Tahun
2007
Subjek

Metadata Lengkap

090No. Panggil Setempat 47-07-104
100Entri Utama Nama orang 289
245Judul Utama Penyidikan terhadap illegal logging oleh sat reskrim kepolisian wilayah kota besar Semarang
100aNo. Mahasiswa 5664
260aTempat Terbit Jakarta
260bPenerbit PTIK
260cTahun Terbit 2007
300Deskripsi Fisik xii, 82 p. : ill. , 28 m
500Catatan Umum
504Catatan Bibliografi
520Abstrak <p>Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kinerja Sat Reskrim Polwiltabes Semarang dalam proses penyidikan terhadap tindak pidana kehutanan atau illegal logging. Kinerja yang dimaksud adalah pelaksanaan peran dan fungsi Polri sebagai penegak hukum ditinjau dari aspek yuridis dan aspek manajemen. Aspek yuridis mengacu kepada ketentuan acara pidana yang berpedoman kepada UU RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP, sedangkan aspek manajemen mengacu kepada manajemen secara umum dan manajemen operasional resese (MOR) khususnya di dalam pelaksanaan penyidikan. <p>Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengungkapkan modus operandi secara umum pada kasus illegal logging yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Semarang. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi proses illegal logging di wilayah hukum Polwiltabes Semarang, yang terakhir adalah mendeskripsikan proses penyidikan terhadap illegal logging oleh Sat Reskrim Polwiltabes Semarang. <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, studi dokumen dan wawancara tidak terstruktur dari sumber informasi yang memiliki kompetensi terhadap penenlitian ini. Ananlisis data dilakukan dengan memahami hasil data penelitian yang disinkronkan dengan landasan teori serta pemaknaan oleh peneliti. <p>Pada akhirnya, penulisan ini diakhiri dengan sebuah kesimpulan dan saran. Kesimpulan hasil penelitian ini menyatakan bahwa modus operandi secara umum pada kasus illegal logging yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Semarang merupakan salah satu kiat atau cara yang digunakan oleh pelaku untuk mencari kelemahan undang-undang atau aparat penegak hukum. Kiat yang dimaksud diantaranya adalah penyalahgunaan SKSHH, tanpa menyertakan SKSHH, pencucian kayu ilegal, dan pengelolaan hasil hutan secara curang. Faktor yang mempengaruhi diantaranya desakan ekonomi karena kemiskinan sosial dan harta yang dialami masyarakat di sekitar hutan, selisih harga kayu ilegal dan legal yang cukup besar, dan pengetahuan hukum masyarakat. Dan yang terakhir yaitu aspek tinjauan yuridis menunjukkan tata urut proses penyidikan sesuai ketentuan UU RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP. Sedangkan aspek manajemen menunjukkan tata unit manajemen umum dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.
528Abstrak Bahasa Lain
650Subjek Topik
653Kata Kunci
700Entri Tambahan Nama Orang Said Saile, Slamet Raharjo
700cPeran Entri Tambahan Nama Orang Penguji, Pembimbing
850Lembaga Pemilik
852Lokasi

Eksemplar / Ketersediaan

No. Panggil No. Induk Barcode Status
47-07-104 47-07-104 47-07-104 TERSEDIA

Abstrak

<p>Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kinerja Sat Reskrim Polwiltabes Semarang dalam proses penyidikan terhadap tindak pidana kehutanan atau illegal logging. Kinerja yang dimaksud adalah pelaksanaan peran dan fungsi Polri sebagai penegak hukum ditinjau dari aspek yuridis dan aspek manajemen. Aspek yuridis mengacu kepada ketentuan acara pidana yang berpedoman kepada UU RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP, sedangkan aspek manajemen mengacu kepada manajemen secara umum dan manajemen operasional resese (MOR) khususnya di dalam pelaksanaan penyidikan. <p>Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengungkapkan modus operandi secara umum pada kasus illegal logging yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Semarang. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi proses illegal logging di wilayah hukum Polwiltabes Semarang, yang terakhir adalah mendeskripsikan proses penyidikan terhadap illegal logging oleh Sat Reskrim Polwiltabes Semarang. <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, studi dokumen dan wawancara tidak terstruktur dari sumber informasi yang memiliki kompetensi terhadap penenlitian ini. Ananlisis data dilakukan dengan memahami hasil data penelitian yang disinkronkan dengan landasan teori serta pemaknaan oleh peneliti. <p>Pada akhirnya, penulisan ini diakhiri dengan sebuah kesimpulan dan saran. Kesimpulan hasil penelitian ini menyatakan bahwa modus operandi secara umum pada kasus illegal logging yang terjadi di wilayah hukum Polwiltabes Semarang merupakan salah satu kiat atau cara yang digunakan oleh pelaku untuk mencari kelemahan undang-undang atau aparat penegak hukum. Kiat yang dimaksud diantaranya adalah penyalahgunaan SKSHH, tanpa menyertakan SKSHH, pencucian kayu ilegal, dan pengelolaan hasil hutan secara curang. Faktor yang mempengaruhi diantaranya desakan ekonomi karena kemiskinan sosial dan harta yang dialami masyarakat di sekitar hutan, selisih harga kayu ilegal dan legal yang cukup besar, dan pengetahuan hukum masyarakat. Dan yang terakhir yaitu aspek tinjauan yuridis menunjukkan tata urut proses penyidikan sesuai ketentuan UU RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP. Sedangkan aspek manajemen menunjukkan tata unit manajemen umum dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

File Digital

47-07-104.pdf
skripsi/47-07-104.pdf
Mode akses kosong: guest hanya melihat nama file seperti loader.jsp legacy.
Login untuk reservasi, review, dan file digital khusus anggota.

QR Koleksi

QR Koleksi
Pindai untuk membuka halaman koleksi ini.

Sitasi Cepat

APA
289; Said Saile, Slamet Raharjo. (2007). Penyidikan terhadap illegal logging oleh sat reskrim kepolisian wilayah kota besar Semarang. Jakarta : PTIK
Format lainnya

Review Disetujui

Belum ada review.